RiderTua.com – Bisa ditebak kalau penjualan di pasar BEV dari Januari hingga Agustus lalu masih dipimpin oleh mobilnya Jaecoo. Tapi dari 20 model BEV yang masuk dalam daftar penjualan, VinFast menjadi satu-satunya merek luar China dalam daftar ini melalui mobil mungil VF3 miliknya.
▶Daftar Isi
J5 EV Tetap Unggul Jauh Dari Rival di Pasarnya
Satu-satunya mobil listrik dari Jaecoo ini benar-benar menjadi model BEV yang cukup tangguh di pasarnya sampai sekarang, terbukti dengan penjualannya yang tembus lebih dari 20 ribu unit hingga bulan lalu. Hasil tersebut menjadi rekor baru bagi sub-brand Chery tersebut, karena biasanya mereka hanya bisa menjual ratusan unit dari model yang dijualnya. J7 dan J8 SHS juga hanya menjual ratusan atau bahkan puluhan unit tiap bulannya dengan ketatnya persaingan di pasar PHEV.

Hasil ini juga mengungguli rekor penjualan BYD Atto 1 tahun lalu yang tembus 22 ribu unit, tapi yang mengesankan dari hasil tersebut yaitu penjualannya didapat selama tiga bulan saja. Terlebih Atto 1 mulai mengejar penjualan mobil listrik Jaecoo tersebut setelah sempat mengalami penurunan drastis di bulan Mei akibat transisi ke produksi lokal. Bahkan penjualannya dalam dua bulan terakhir mampu mengungguli J5 EV dan mencetak hasil seperti tahun lalu.
- Jaecoo J5 EV: 23.359 unit
- BYD Atto 1: 19.909 unit
- Geely EX2: 9.769 unit
- BYD M6 EV: 6.694 unit
- BYD Sealion 7: 4.251 unit
- Wuling Darion EV: 3.733 unit
- Denza D9: 3.001 unit
- Geely EX5: 2.407 unit
- MG S5 EV: 2.253 unit
- GAC Aion V: 2.228 unit
- VinFast VF3: 2.073 unit
- GAC Aion UT: 1.879 unit
- Wuling Eksion EV: 1.860 unit
- BYD Atto 3: 1.694 unit
- Wuling Aira EV: 1.475 unit
- XPeng X9: 1.360 unit
- Chery J6T: 1.140 unit
- XPeng G6: 931 unit
- Wuling Binguo EV: 784 unit
- MG 4 EV: 665 unit

Mobil Baru Mulai Muncul
Dari 20 mobil listrik dalam daftar ini, ada sejumlah mobil baru yang sudah masuk daftar, yaitu MG S5 EV, Wuling Eksion EV, dan Wuling Aira EV. S5 EV dan Eksion EV memang sudah menunjukkan hasil yang cukup memuaskan sejak pertama kali dirilis sekitar pertengahan bulan Mei, karena dirilis tepat ketika tren mobil SUV masih cukup tinggi. Terlebih dengan modelnya yang sudah disambut baik oleh konsumen di segmennya masing-masing.
Tapi yang paling mengesankan yaitu Aira EV, karena modelnya yang baru dijual hampir dua bulan lamanya sudah bisa terjual sebanyak itu, bahkan bisa tembus lebih dari 1.000 unit. Jelas kalau melihat dari harga jualnya, tidak heran kenapa model seperti Aira EV bisa selaris itu, dan ini sudah menjadi kesukesan tersendiri baginya. Karena mereka bisa menghadirkan mobil listrik murah lainnya di Indonesia setelah sukses menghadirkan sejumlah mobil listriknya disini.

VinFast dan Merek Lainnya
Menariknya, hanya ada satu merek dari luar China yang masuk ke dalam daftar 20 besar, yaitu VinFast VF3. Mobil listrik mungil ini sudah tidak bisa diragukan lagi kalau membahas penjualannya, walau kehadirannya mulai diungguli oleh model lainnya seperti Aira EV dan Atto 1. Tapi dengan 2 ribu unit terjual, setidaknya itu sudah menjadi hasil paling tinggi kalau dibandingkan dengan model lainnya, termasuk VF MPV7 yang jadi andalannya di segmen LMPV.
Selain VinFast, tidak ada merek lainnya yang bukan berasal dari China dari peringkat tersebut, itupun kalau MG Motor ikut dihitung karena berasal dari Inggris, meski kini dipegang oleh SGMW. Bahkan merek unggulan seperti Toyota sudah nggak bisa mengejar rivalnya yang mampu mencetak penjualan hingga ribuan unit, walau mereka punya SUV listrik rakitan lokal berupa bZ4X. Tapi kalau harganya masih tembus Rp 700 jutaan, mengejar rivalnya bukan perkara mudah baginya.

Apalagi dengan banyaknya mobil baru yang dibanderol lebih terjangkau dari bZ4X membuatnya semakin tertinggal dari rivalnya. Tetap saja, penjualan mobil Toyota setidaknya masih bisa membantunya sampai sekarang.












