RiderTua.com – Grand Prix Italia yang seharusnya jadi panggung Ferrari di hadapan publik sendiri justru berakhir dengan kekecewaan. Lewis Hamilton hanya mampu finis keenam, sementara Charles Leclerc harus akhiri balapan setelah putaran pertama. Namun, persoalan Ferrari di Monza tak berhenti pada hasil tersebut. Hamilton juga melihat Mercedes sudah terlalu jauh, bukan hanya dari sisi kecepatan, tetapi juga dalam perolehan poin.
▶Daftar Isi
- 1. GP Italia Berakhir Buruk bagi Ferrari: Leclerc Mengundurkan Diri, Lewis Hamilton Pasrah Soal Gelar Juara
- Insiden Hamilton dan Leclerc
- Leclerc Mengakui Mereka Melewati Batas
- Hamilton: Tidak Ada Kata “Kita”
- Kekecewaan untuk Tifosi dan Maranello
- Hamilton Tak Lagi Berbicara Banyak soal Gelar
- Mercedes Terlalu Cepat di Monza
GP Italia Berakhir Buruk bagi Ferrari: Leclerc Mengundurkan Diri, Lewis Hamilton Pasrah Soal Gelar Juara
Bagi Ferrari, akhir pekan kandang ini jadi salah satu seri yang paling sulit. Harapan untuk tunjukkan perkembangan mobil SF-26 di depan para tifosi justru berubah jadi akhir pekan yang penuh dengan hasil yang tak sesuai harapan.

Insiden Hamilton dan Leclerc
Menariknya, Hamilton dan Leclerc hanya sempat berkendara bersama selama beberapa kilometer. Namun, keduanya sudah jadi pusat perhatian setelah terlibat dalam insiden di awal balapan.
Hamilton melakukan start dengan baik dan langsung nyerang Leclerc di Prima Variante. Ketika itu, Leclerc berada di posisi ketiga, tepat di belakang George Russell dan Pierre Gasly.
Hamilton berhasil melewati Tikungan 1 dan berada di depan. Namun, ketika memasuki Tikungan 2, Leclerc memperlebar jalurnya dan membuat Hamilton keluar lintasan menuju area kerikil.
Dampaknya cukup besar bagi Hamilton. Pembalap yang sudah tujuh kali jadi juara dunia itu kehilangan empat posisi. Dari posisi keempat, ia kemudian turun hingga posisi kedelapan.
Situasi tersebut membuat Hamilton harus kembali membangun posisinya di sirkuit yang, menurut materi ini, memang tak terlalu cocok dengan karakteristik mobil SF-26.

Leclerc Mengakui Mereka Melewati Batas
Sementara itu, balapan Leclerc sendiri berakhir jauh lebih cepat. Ia keluar dari lintasan di tikungan Parabolica dan akhirnya retire pada akhir putaran pertama.
Meski demikian, Leclerc sempat memberikan pandangannya mengenai duel dengan Hamilton. Ia ngakuin kalau keduanya telah melampaui batas dalam situasi tersebut.
Menurut Leclerc, Hamilton memang berada di depan pada Tikungan 1. Setelah itu, Leclerc mencoba ngambil Tikungan 2 dengan jalur sesempit mungkin, tetapi manuver tersebut tak cukup berhasil. Ia juga ngakuin bahwa melakukan hal seperti itu di sirkuit tersebut bukanlah pilihan yang baik. Namun, penjelasan itu tak membuat Hamilton melihat insiden tersebut dengan cara yang sama.
Hamilton: Tidak Ada Kata “Kita”
Tanggapan Hamilton terdengar tidak agresif, tetapi pilihan kata yang digunakannya sangat jelas. Ia melihat insiden tersebut sebagai sesuatu yang merugikan Ferrari karena membuat dirinya langsung berada di posisi belakang.
Hamilton tegaskan bahwa secara keseluruhan dirinya berada di depan ketika memasuki Tikungan 2. Karena itu, ia menilai situasi tersebut bukan sebuah duel yang seharusnya dianggap sebagai posisi bersama.

Ia bahkan menekankan bahwa dirinya berada di depan dan tak ada kata “kita” di tikungan tersebut. Singkat, tetapi pesan Hamilton sulit disalahartikan.
Meski demikian, insiden dengan rekan setim bukan satu-satunya sumber kekecewaan Hamilton. Hasil balapan secara keseluruhan membuat pembalap Ferrari itu lebih memikirkan para pendukung tim dan orang-orang yang bekerja keras di Maranello.
Kekecewaan untuk Tifosi dan Maranello
Hamilton sampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang hadir di Monza. Namun, di balik apresiasi tersebut terdapat kekecewaan besar karena ia merasa hasil akhir ini tak sebanding dengan kerja keras yang telah dilakukan banyak orang.
Ia soroti para pendukung yang datang ke sirkuit serta seluruh pekerja di pabrik Ferrari yang selama ini bekerja keras hadirkan berbagai pembaruan untuk mobil SF-26.

Karena itulah, hasil di Monza terasa berat bagi Hamilton. Ia ngakuin bahwa seluruh emosi tersebut memberikan dampak negatif terhadap akhir pekan Ferrari.
Hamilton juga mengaku ikut senang melihat Kimi Antonelli meraih kemenangan. Namun, dari sudut pandang Ferrari, ia menilai balapan mereka berjalan buruk.
Hamilton Tak Lagi Berbicara Banyak soal Gelar
Ketika ditanya apa yang sebenarnya tak berfungsi bagi Ferrari sepanjang akhir pekan, Hamilton tak memiliki banyak jawaban.
Menurutnya, posisi akhir sudah memperlihatkan semuanya dengan cukup jelas. Tak perlu cari penjelasan panjang karena hasil yang terlihat di lintasan sudah menunjukkan di mana posisi Ferrari saat ini.

Kekecewaan itu kemudian berlanjut ketika pembicaraan mengarah pada klasemen dan peluang mengejar gelar juara.
Hamilton memberikan jawaban yang sangat terbuka. Menurutnya, Mercedes sekarang bukan hanya memiliki keunggulan dalam hal performa, tetapi juga sudah mengumpulkan keunggulan poin yang sangat besar. Kondisi tersebut membuat peluang Ferrari semakin tipis.
Baca: Klasemen Usai F1 GP Italia 2026: Gap Antonelli Melebar
Mercedes Terlalu Cepat di Monza
Hamilton ngakuin bahwa Ferrari sudah kehilangan banyak poin dari para pembalap Mercedes di GP Italia. Yang lebih sulit diterima, Mercedes juga menunjukkan kecepatan yang lebih tinggi sepanjang balapan.
Karena itu, Hamilton menilai mereka sudah terlalu jauh dan sudah terlambat untuk kembali memikirkan gelar juara.
Meski peluang tersebut semakin kecil, Hamilton tetap tegaskan bahwa Ferrari akan terus memberikan yang terbaik dan mendorong hingga sisa musim berakhir. tak ada pilihan lain selain terus bekerja dan coba dapatkan hasil yang lebih baik.
Namun, untuk GP Italia, kesimpulannya terasa cukup jelas bagi Hamilton. Ferrari gagal dapatkan hasil yang mereka harapkan di kandang sendiri, sementara Mercedes menunjukkan bahwa mereka saat ini berada di depan, baik dalam kecepatan maupun poin.

Monza pun akhirnya tinggalkan dua cerita berbeda. Di satu sisi, Kimi Antonelli nikmatin salah satu kemenangan paling emosional dalam kariernya di depan publik Italia. Di sisi lain, Ferrari harus tinggalkan balapan kandangnya dengan pertanyaan besar setelah Hamilton hanya finis keenam dan Leclerc gagal menyelesaikan satu putaran.
Bagi Hamilton, yang tersisa sekarang adalah terus mendorong. Tetapi setelah apa yang terlihat di Monza, ia tak lagi sembunyikan kenyataan bahwa Mercedes memang terlalu cepat dan sudah terlalu jauh. (rt)












