RiderTua.com – Pindahnya Jack Miller dari MotoGP ke World Superbike (WSBK) bareng Yamaha ternyata nggak cuma soal satu kursi doang. Langkah pebalap asal Australia ini justru sukses bikin efek domino besar yang mulai ngobrak-ngabrik susunan pebalap SBK buat musim depan.!
Miller yang dipastikan kehilangan tempatnya di MotoGP pada akhir musim ini disebut telah capai kesepakatan untuk bergabung dengan Yamaha di SBK. Kabar yang beredar menyebut pembalap berusia 31 tahun itu sudah menandatangani kontrak pada 20 Agustus.
βΆDaftar Isi
- 1. Jack Miller Masuk SBK Yamaha, 4 Pembalap MotoGP Ikut Mengubah Peta Persaingan
- 2. Jack Miller Datang, Xavi Vierge Harus Pergi
- Kursi Barni Berpindah, Bautista Terdesak
- Bautista Masih Ingin Balapan
- Danilo Petrucci Ikut Terseret…
- Usia dan Bobot Motor Jadi Persoalan
- Gelombang MotoGP Mulai Mengubah SBK
- SBK Memasuki Era Baru
Jack Miller Masuk SBK Yamaha, 4 Pembalap MotoGP Ikut Mengubah Peta Persaingan

Jika kabar tersebut benar, maka satu perpindahan ini akan jadi awal dari efek domino yang cukup panjang. Ada pembalap yang dapat tempat baru, ada pula yang harus kehilangan kursi meski sudah menunjukkan performa yang cukup menjanjikan.
Dan di ujung rangkaian perubahan tersebut, dua nama besar justru berada dalam posisi yang paling sulit: Alvaro Bautista dan Danilo Petrucci.
Jack Miller Datang, Xavi Vierge Harus Pergi
Kedatangan Miller ke Yamaha SBK membuat posisi Xavi Vierge jadi korban pertama dari perubahan tersebut… Vierge sebenarnya baru bergabung dengan Yamaha setelah tinggalkan Honda pada musim ini. Menariknya, sepanjang musim berjalan, pembalap Spanyol tersebut beberapa kali mampu menunjukkan kecepatan yang bahkan melampaui rekan setimnya, Andrea Locatelli.
Namun, performa tersebut ternyata belum cukup untuk mempertahankan kursinya.
Kontrak Vierge memang hanya berdurasi satu tahun sehingga secara kontraktual keputusan tersebut bukan sesuatu yang berada di luar kesepakatan. Meski begitu, situasinya tetap terasa kurang ideal karena Vierge harus mencari tim baru setelah jalani musim dengan performa yang cukup kompetitif.
Namun Vierge tak menunggu terlalu lama…..!
Begitu mengetahui Yamaha lebih memilih Miller untuk musim depan, Vierge langsung bergerak mencari peluang lain. Targetnya kemudian ngarah ke Barni Ducati, dan kabar terbaru menyebut Vierge telah capai kesepakatan untuk bergabung dengan tim tersebut pada musim depan. Keputusan itu sekaligus membuka pintu bagi efek domino berikutnya.

Kursi Barni Berpindah, Bautista Terdesak
Masuknya Vierge ke Barni Ducati membuat Alvaro Bautista berada dalam situasi yang jauh lebih sulit.
Bautista sebelumnya pernah jadi salah satu pembalap paling dominan di SBK bersama Ducati. Ia bahkan berhasil meraih dua gelar juara dunia. Namun perjalanan kariernya berubah setelah regulasi minimum berat badan diberlakukan.
Karena memiliki postur tubuh yang relatif kecil dan bobot ringan, Bautista harus membawa ballast hingga dekati 7 kilogram. Tambahan bobot tersebut kemudian jadi salah satu faktor yang membuat karakter motor semakin sulit disesuaikan dengan gaya dan kebutuhan pembalap.
Sejak saat itu, performa Bautista tak lagi seperti sebelumnya. Ia kehilangan kursi di tim pabrikan Ducati dan musim ini harus jalani kompetisi bersama Barni sebagai tim independen.
Bautista sebenarnya masih berharap bisa membangun kembali performanya bersama Barni. Apalagi tim tersebut kemudian gunakan Panigale generasi baru. Namun tambahan ballast tetap jadi persoalan tersendiri dalam keseimbangan motor.
Situasi tersebut beberapa kali berujung pada kecelakaan bagi Bautista. Cedera yang menyertainya juga membuat perjalanan musim ini semakin sulit, sementara hasil balapnya belum mampu kembali seperti periode terbaiknya.
Kini, persoalannya bukan lagi sekadar performa di lintasan. Barni disebut tak ingin memperpanjang kontrak Bautista dan memilih ngamanin jasa Vierge untuk musim depan. Dengan demikian, Bautista yang akan berusia 42 tahun tahun depan semakin dekat dengan kemungkinan mengakhiri kariernya setelah musim ini.

Bautista Masih Ingin Balapan
Meski situasinya semakin sulit, Bautista sendiri belum nyatakan ingin berhenti.. Ia tetap menegaskan bahwa dirinya masih mampu membalap dan merasa kecepatannya belum hilang. Masalahnya, peluang untuk dapatkan kursi baru justru semakin sempit.
Salah satu kendala yang disebut menjadi perhatian tim-tim SBK adalah ballast yang harus dibawa Bautista. Bukan hanya menambah bobot motor, tambahan tersebut juga berdampak pada pekerjaan tim dalam menemukan setelan motor yang sesuai.
Dengan kondisi tersebut, tim-tim SBK dikabarkan tak banyak yang berminat ngambil risiko untuk merekrut Bautista… Artinya, meski sang pembalap masih ingin melanjutkan karier, keputusan tersebut tak sepenuhnya berada di tangannya.
Danilo Petrucci Ikut Terseret…
Menariknya, Bautista bukan satu-satunya pembalap senior yang terkena dampak dari perpindahan Miller dan Vierge. Nama lainnya adalah Danilo Petrucci…Β Petrucci meninggalkan Barni pada akhir musim lalu untuk bergabung dengan tim pabrikan BMW. Namun musim pertamanya bersama BMW berjalan jauh dari harapan.

Motor M1000RR yang digunakan BMW sebelumnya dikembangkan dengan karakter yang sangat cocok untuk Toprak Razgatlioglu. Petrucci justru kesulitan menyesuaikan diri dengan karakter motor tersebut.
Situasinya semakin sulit karena rangkaian tes pramusim yang seharusnya membantu proses adaptasi terganggu hujan. Kesempatan Petrucci untuk memahami motor secara maksimal pun jadi terbatas.
Ketika musim berjalan, masalah tersebut masih terlihat. Masuk 10 besar saja jadi pekerjaan yang sulit, sementara beberapa kecelakaan dan cedera semakin membatasi kesempatan Petrucci untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
BMW akhirnya memutuskan tak melanjutkan kerja sama dengan Petrucci setelah hanya satu musim… Petrucci kemudian coba kembali ke Barni, tim yang sebelumnyajadi rumahnya. Namun kursi tersebut sudah lebih dulu diambil Vierge.
Dengan demikian, Petrucci kembali kehilangan jalur yang dianggap paling masuk akal untuk melanjutkan kariernya di SBK.
Usia dan Bobot Motor Jadi Persoalan
Situasi Petrucci memiliki kemiripan dengan Bautista, meski penyebabnya berbeda.
Bautista hadapi persoalan karena bobot tubuhnya terlalu ringan sehingga harus membawa ballast. Petrucci justru memiliki postur tubuh yang besar dan bobot lebih tinggi, yang juga disebut dapat memberikan dampak terhadap pengaturan motor.
Di usia 35 tahun, Petrucci juga mulai masuk kelompok pembalap senior di SBK.
Kombinasi persoalan teknis dan usia tersebut membuat peluangnya dapatkan kontrak baru untuk musim depan semakin sulit. Setelah kehilangan kursi BMW dan gagal kembali ke Barni, Petrucci kini ikut berada dalam daftar pembalap yang belum memiliki kepastian untuk musim berikutnya.

Gelombang MotoGP Mulai Mengubah SBK
Semua perubahan tersebut tak bisa dilepaskan dari semakin banyaknya pembalap MotoGP yang menuju SBK…Β Miller menjadi salah satu nama utama dengan kepindahannya ke Yamaha. Franco Morbidelli disebut akan bergabung dengan Ducati pabrikan di SBK, sementara Brad Binder juga sudah dipastikan menuju BMW.
Alex Rins pun sedang dalam pembicaraan untuk bergabung dengan Go Eleven Ducati, tim independen di SBK, setelah kehilangan tempatnya di Yamaha.
Sementara itu, hanya Maverick Vinales yang disebut sudah nyatakan tak akan mengikuti gelombang perpindahan tersebut menuju SBK.
Dengan semakin banyaknya nama yang datang dari MotoGP, perubahan susunan pembalap SBK musim depan jadi semakin besar. Bukan hanya kursi tim yang berpindah tangan, tetapi satu perpindahan bisa memengaruhi beberapa pembalap sekaligus.
Dan itulah yang terjadi setelah Miller memilih Yamaha..!
SBK Memasuki Era Baru
Rangkaian perpindahan tersebut membuat musim depan SBK berpotensi memiliki wajah yang jauh berbeda…Β Para pembalap yang selama ini dikenal melalui MotoGP akan semakin banyak ngisi grid SBK. Bagi sebagian dari mereka, kompetisi tersebut jadi fase baru dalam perjalanan karier setelah kehilangan tempat di MotoGP.

Namun dari sisi lain, masuknya nama-nama besar tersebut juga berpotensi ngerubah cara SBK dipandang.
Selama ini SBK kerap berada dalam bayang-bayang MotoGP dan dianggap sebagai pilihan berikutnya bagi pembalap yang tak lagi memiliki kursi di kelas utama. Tetapi dengan semakin banyaknya pembalap MotoGP yang datang, persepsi tersebut bisa saja berubah.
SBK justru berpotensi jadi panggung yang semakin menarik karena dihuni lebih banyak pembalap yang sudah dikenal luas oleh penggemar MotoGP.
Ironisnya, di tengah perubahan besar tersebut, dua nama yang pernah jadi bagian penting dari persaingan SBK kini justru hadapi masa depan yang paling tak pasti.
Bautista masih ingin membalap. Petrucci juga belum memiliki alasan untuk berhenti. Namun kursi yang tersedia semakin terbatas, sementara para pendatang dari MotoGP terus masuk.

Semua bermula dari satu kepindahan: Jack Miller menuju Yamaha… Dari sana, kursi Vierge berpindah, posisi Bautista terdesak, dan Petrucci kehilangan peluang untuk kembali ke Barni.
Efek domino-nya sekarang udah berjalan. Nah, sekarang tinggal nunggu kepastian aja nih, kira-kira Bautista sama Petrucci bakal berlabuh ke mana setelah musim ini kelar…atau malah pensiun…












