Home Formula 1 Tertinggal 83 Poin, Lando Norris Masih Yakin Perebutan Gelar Belum Usai

Tertinggal 83 Poin, Lando Norris Masih Yakin Perebutan Gelar Belum Usai

Lando Norris Menang
Lando Norris

RiderTua.com – Lando Norris menang 2 balapan beruntun, mampukah dia kejar 83 poin di klasemen?.. Dua kemenangan beruntun di Hungaria dan Zandvoort mulai mengubah cara banyak orang melihat peluang Lando Norris dalam perebutan gelar juara dunia. Ketertinggalan 83 poin memang masih terlihat besar, tetapi sejarah F1 musim lalu menunjukkan bahwa defisit besar belum tentu menjadi akhir dari persaingan.

Max Verstappen menjadi contohnya. Pada musim 2025, ia sempat tertinggal hingga 104 poin dari pimpinan klasemen setelah GP Belanda. Namun, Verstappen kemudian bangkit dengan memenangi banyak balapan pada paruh kedua musim dan secara perlahan memangkas defisit yang sebelumnya terlihat sangat sulit dikejar.

Daftar Isi

Lando Norris Menang 2 Balapan Beruntun, Mampukah Kejar 83 Poin di Klasemen?

Perjuangan itu akhirnya membawa Verstappen sangat dekat dengan gelar juara dunia. Ia berhasil memangkas selisih hingga hanya tersisa 2 poin di klasemen akhir, meski pada akhirnya harus finis tepat di bawah sang juara. Perjalanan itulah yang kini membuat peluang comeback Norris kembali menjadi bahan pembicaraan.

Max Verstappen - Red Bull RB22 2026
Max Verstappen – Red Bull RB22 2026

Pertanyaannya sekarang bukan lagi sekadar apakah Norris bisa terus menang. Tantangan yang jauh lebih besar adalah ngejar ketertinggalan yang masih capai 83 poin.

Namun, Mike Hezemans dan Ruud Dimmers melihat peluang itu belum tertutup. Dalam podcast RacingNews365, keduanya membahas kemungkinan Norris melakukan comeback dan kembali masuk ke pertarungan gelar, terutama setelah performa McLaren terlihat semakin kuat dalam beberapa balapan terakhir.

Bagi Mercedes, skenario tersebut tentu jadi sesuatu yang paling tak diinginkan. Kimi Antonelli dan Mercedes memang masih berada di posisi puncak klasemen dengan keunggulan yang cukup kokoh, tetapi tekanan dari para pesaing di belakang semakin terasa.

Hasil F1 GP Belanda 2026-1
Hasil F1 GP Belanda 2026-1

Dua Kemenangan yang Mengubah Situasi

Mercedes sempat tampil sebagai kekuatan yang sangat dominan dan sulit dikalahkan pada paruh pertama musim. Namun, situasinya kini mulai berubah.

Para pesaing semakin terbuka dalam memburu kemenangan, sementara McLaren justru tunjukkan kemajuan yang semakin jelas. Norris jadi contoh paling nyata dari perubahan tersebut setelah berhasil memenangkan dua balapan terakhir di Hungaria dan Zandvoort.

Menurut Hezemans, langkah maju McLaren memang sangat signifikan. Perkembangan itu sudah terlihat sejak Hungaria, ketika kualitas mobil mereka dinilai berada pada level yang sangat baik.

Zandvoort kemudian memberikan gambaran lain tentang kekuatan McLaren. Salah satu keunggulan yang paling diperhatikan adalah cara mobil tersebut bekerja saat gunakan ban keras.

McLaren disebut bisa langsung bekerja optimal sejak awal, memungkinkan pebalap mencetak waktu lap yang cepat bahkan sejak putaran pertama. Dalam kondisi ban keras, mobil itu juga sangat cepat saat balapan utama berlangsung.

Menariknya, kekuatan tersebut tak sepenuhnya terlihat pada ban lunak. McLaren disebut kehilangan sebagian performanya ketika gunakan soft tyre. Bahkan, kelemahan utama mobil itu menurut Hezemans terletak pada hilangnya daya cengkeram belakang saat memakai kompon tersebut.

Meski demikian, keunggulan McLaren dengan ban keras tetap jadi senjata yang sangat penting. Bahkan Kimi Antonelli, yang gunakan ban lunak yang lebih cepat, disebut tetap tak mampu melawan keunggulan McLaren dalam situasi tersebut.

Lando Norris - McLaren Mercedes
McLaren Mercedes

Kekuatan McLaren Bukan Hal Baru

Bagi Ruud Dimmers, performa McLaren seperti itu sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan… Ia mengingat bahwa kekuatan McLaren saat gunakan ban keras sudah terlihat sejak musim 2024. Pada periode tersebut, Max Verstappen bahkan harus bekerja keras menghadapi kecepatan mobil McLaren.

Saat itu, banyak orang mungkin membayangkan Lando Norris akan jadi pebalap yang melakukan comeback untuk mengejar Verstappen. Namun, situasinya justru berkembang ke arah sebaliknya.

Karena itulah, Dimmers melihat alasan untuk tak langsung menutup peluang Norris musim ini. Ketertinggalan lebih dari 80 poin memang besar, tetapi jumlah balapan yang masih tersisa juga masih banyak…

Norris sendiri memiliki pandangan optimistis mengenai peluangnya.. Ia ngakuin bahwa timnya masih berusaha ngejar ketertinggalan di beberapa area. Namun, untuk saat ini, ia merasa sudah dapatkan kemampuan maksimal dari mobil yang tersedia.

Bagi Norris, hal itulah yang bisa membuatnya puas. Masih ada banyak balapan tersisa, dan selama peluang masih terbuka, ia tetap percaya semuanya mungkin terjadi.

McLaren Mastercard Formula 1
McLaren – Formula 1

Awal Musim yang Membuat McLaren Kehilangan Banyak Poin

Perjalanan McLaren musim ini tak selalu berjalan mulus… Tim tersebut sempat ngalamin kendala pada awal musim karena merasa dirugikan oleh Mercedes. Salah satu persoalan yang disebut adalah keterlambatan penerimaan spesifikasi software terbaru dari mesin Mercedes.

Masalah itu kemudian membawa dampak besar. McLaren bahkan ngalamin persoalan teknis hingga kedua pebalapnya tak bisa melakukan start di China, sebuah situasi yang membuat mereka kehilangan banyak poin.

Di sisi lain, Lando Norris juga ngalamin dua kali gagal finis tambahan. Kombinasi berbagai masalah tersebut membuat posisinya di klasemen tertinggal cukup jauh.

Namun, situasi McLaren sekarang disebut sudah jauh lebih stabil. Mobil mereka dinilai bekerja dengan sangat baik dan mampu tampil konsisten.

Hezemans pun melihat ada sesuatu yang sangat impresif dari perkembangan tersebut. McLaren berhasil menantang bahkan kalahkan Mercedes meski gunakan mesin pelanggan.

Bagi Mercedes, kalah dari tim pelanggan tentu bukan situasi yang diharapkan. Hezemans juga menyetujui pandangan Dimmers bahwa McLaren sempat dirugikan pada awal musim karena menerima mesin tanpa panduan lengkap.

Oscar Piastri - McLaren
Oscar Piastri – McLaren

McLaren Dinilai Paling Kuat Saat Ini

Dimmers melihat McLaren telah membuat kemajuan yang lebih besar dibandingkan Mercedes… Menurutnya, Mercedes tak selalu memiliki mobil terbaik di lintasan. Ia juga belum sepenuhnya sepakat dengan pandangan bahwa Ferrari saat ini sangat kuat.

Dalam penilaiannya, peta kekuatan tim berada dalam urutan McLaren, Mercedes, Ferrari, lalu Red Bull.

Jika gambaran tersebut terus bertahan, peluang Norris untuk ikut bertarung dalam perebutan gelar tentu semakin terbuka. Mobil yang kini dimilikinya disebut cukup dominan untuk membuatnya terus memangkas ketertinggalan.

Hezemans bahkan meyakini Norris bisa melangkah sangat jauh dalam pertarungan menuju gelar dunia.

Lando Norris
Lando Norris

Ujian Sesungguhnya Ada di Perebutan Poin

Meski McLaren sedang menunjukkan kekuatan besar, perjalanan Norris tentu belum jadi mudah… Keunggulan Mercedes saat gunakan ban lunak masih jadi salah satu faktor penting. Selain itu, selisih poin yang besar juga belum hilang begitu saja.

Hezemans kemudian soroti satu kemungkinan menarik. Kimi Antonelli memang dipuji sebagai sosok yang tampil seperti pahlawan, tetapi situasinya bisa berubah jika jarak poin di klasemen semakin menipis.

Ia mempertanyakan bagaimana kekuatan Antonelli jika keunggulannya nanti tinggal delapan poin, mengingat usianya baru 20 tahun.

Sementara itu, Norris dinilai memiliki keuntungan tersendiri dalam hal mental karena sudah pernah jadi juara dunia.

Klasemen Usai F1 GP Belanda 2026
Klasemen Usai F1 GP Belanda 2026

Norris sendiri memilih tetap optimistis. Ia bahkan melontarkan komentar bernada ringan tentang peluangnya ngejar para pesaing, dengan mengatakan bahwa semuanya akan terasa lebih mudah jika rival terus melakukan kesalahan seperti yang pernah terjadi pada McLaren… Namun, ia juga ngingatkan bahwa setiap musim memiliki situasi yang berbeda.

Pada akhirnya, dua kemenangan di Hungaria dan Zandvoort memang belum cukup untuk menyelesaikan ketertinggalan 83 poin. Tetapi kemenangan tersebut telah ngerubah suasana dalam perebutan gelar.

McLaren kini terlihat semakin kuat, sementara Norris masih percaya bahwa musim belum berakhir. Dengan banyak balapan yang masih tersisa dan mobil yang terus tunjukkan performa tinggi, pertanyaan tentang kemungkinan comeback besar itu akan semakin menarik untuk diikuti.

Apakah Lando Norris benar-benar mampu ngulang kebangkitan seperti yang pernah dilakukan Max Verstappen? Jawabannya belum ada. Namun, bagi Norris, keyakinan bahwa peluang itu masih mungkin terjadi tampaknya sudah cukup untuk terus mendorongnya maju. (rt)

© ridertua.com

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini