Home Otomotif BYD Siap Resmikan Pabrik Barunya di Indonesia Mulai 3 September!

    BYD Siap Resmikan Pabrik Barunya di Indonesia Mulai 3 September!

    Merek Mobil MPV BYD M6 Tangerang
    BYD M6

    RiderTua.com – Tak terasa sudah dua tahun berlalu sejak merek asal China ini berjualan mobil di Indonesia, dan mereka sudah membawa berbagai macam model disini. Tentu rasanya kurang pas kalau belum meresmikan pabrik barunya, dan ini yang akan dilakukannya dalam waktu dekat.

    Daftar Isi

    Pabrik Barunya Siap Produksi Lebih Banyak Mobil?

    Tentu tidak mengherankan kalau BYD menjadi merek yang begitu tangguh di pasar mobil listrik disini sejak pertama kali hadir awal tahun 2024. Setelah sukses menghadirkan Atto 3, Dolphin, dan Seal, mereka membawa Sealion 7 dan M6, dengan M6 yang langsung menjadi BEV terlaris. Kemudian di tahun selanjutnya mereka menghadirkan Atto 1 yang mencetak rekor penjualan terbarunya dan merebut gelar BEV terlaris tahun 2025.

    Penjualan Mobil listrik mobil sedan BYD Seal Indonesia
    BYD Seal Indonesia

    Tapi kalau dilihat, mereka masih mengimpor modelnya langsung dari kampung halamannya, dan seharusnya mereka sudah bisa merakitnya secara lokal. Masalahnya pabrik yang disiapkannya sejak tahun 2024 masih belum selesai saat itu, dan target produksinya sekitar awal tahun 2026 malah meleset. Sepertinya BYD masih butuh waktu lebih lama lagi sampai mereka benar-benar menyelesaikan persiapan produksi di pabrik barunya ini.

    Setelah sekian lama, akhirnya mereka siap meresmikan pabriknya mulai tanggal 3 September mendatang. Tentu ini menjadi awal barunya dalam memperkuat kedudukannya di pasar roda empat di Indonesia, karena mereka nggak perlu lagi mengimpor banyak mobil dari luar negeri lagi. Selain itu, mereka juga bisa menjualnya dengan harga lebih terjangkau, atau setidaknya tidak lagi bergantung pada sejumlah komponen impor.

    Merek Mobil listrik BYD Atto 3
    BYD Atto 3

    Penjualan Atto 1

    Sebenarnya sejak sekitar Mei lalu, BYD sudah memulai proses transisi ke produksi lokal, jadi tidak heran kenapa penjualannya saat itu menjadi yang paling rendah ketimbang bulan-bulan sebelumnya. Ini terlihat jelas dari penjualan Atto 1 yang malah anjlok menjadi puluhan unit saja, karena biasanya model ini bisa terjual ribuan unit tiap bulannya. Sementara model lainnya juga ikut turun penjualannya, meski tidak separah Atto 1 yang anjlok dari ribuan unit menjadi puluhan unit.

    Tapi di bulan Juni, penjualannya tiba-tiba langsung meroket, dan ini tandanya proses transisi produksi Atto 1 sudah selesai. Bahkan di bulan Juli saja hasilnya sudah tembus lebih dari 4 ribu unit, dan ini cukup untuk merebut kembali posisi teratasnya dari Jaecoo J5 EV. Nampaknya BYD langsung mengirim unitnya ke konsumen yang sudah menunggu begitu transisi ke produksi lokalnya rampung.

    Penjualan mobil listrik BYD Atto 1
    BYD Atto 1

    Potensi Produksi Model Lainnya

    Dengan kapasitas 150 ribu unit per tahun, tentu ini memungkinkannya untuk merakit lebih banyak mobil di Indonesia, tapi sejauh ini baru M6 dan Atto 1 yang bisa diproduksi karena jumlah peminatnya yang lumayan banyak. Tapi ini bukan berarti Atto 3, Dolphin, Seal, dan Sealion 7 nggak bisa dirakit lokal, karena siapa tahu mereka bakal mencari cara untuk merakitnya sekalian, walau performa penjualannya nggak sebanyak kedua mobil tersebut. Terlebih model seperti Seal, karena biasanya mobil sedan tidak punya peminat sebanyak mobil jenis lainnya, bahkan hatchback sekalipun.

    Dari keempat model tersebut, Sealion 7 sepertinya juga bisa dirakit lokal kalau melihat dari performa penjualannya dalam beberapa bulan terakhir. Atau mungkin Atto 3 sekalian mengingat modelnya berupa mobil SUV, jenis mobil yang punya banyak peminat disini. Tapi itu semua menunggu keputusan lebih lanjut dari pihak prinsipal, apa mereka juga merakit model selain M6 dan Atto 1 atau tidak.

    Merek Mobil Listrik BYD Sealion 7
    BYD Sealion 7

    Dengan ini, BYD bisa selangkah lebih maju dalam memproduksi mobilnya secara lokal, sementara kompetitor senegaranya sudah merakitnya duluan. Tapi beberapa diantaranya memakai fasilitas perakitan yang sudah ada, seperti grup Chery yang mengandalkan fasilitas milik Handal Indonesia Motor. Ada juga merek seperti BAIC yang memakai fasilitasnya National Assemblers.

    Memang tidak ada salahnya kalau produsen tersebut memakai fasilitas yang sudah tersedia. Namun beberapa juga memilih untuk langsung membangun pabriknya sekaligus begitu mereka hadir disini.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini