RiderTua.com – Jangan heran kalau sebagian besar merek Jepang masih mendominasi di pameran otomotif pameran 2026 yang digelar sebulan lalu. Tapi ini bukan berarti mereka meremehkan merek asal China, terlebih mobilnya BYD makin diminati disini.
Kijang Innova Masih Punya Banyak Peminat
Toyota sukses mengumpulkan 6.175 pesanan mobil dari pengunjung pameran 2026, dan hasil ini membuatnya menjadi merek terlaris selama pameran berlangsung. Memang ini bukan sesuatu yang mengejutkan, mengingat produk yang ditawarkannya cukup beragam. Terlebih MPV mediumnya yang paling laris terjual, dan model tersebut berupa Kijang Innova yang menyumbang 36 persen pesanan yang dikumpulkannya.

Dari dua model yang ditawarkannya, Kijang Innova Zenix HEV yang paling banyak dipesan, dan jelas model ini yang selalu laris manis diburu konsumen. Sementara model Reborn nampaknya tidak mencetak hasil serupa mengingat konsumen kini menghindari membeli mobil diesel akibat harga bahan bakarnya naik drastis. Ini juga terlihat dari performa penjualan Fortuner Diesel dalam beberapa bulan terakhir yang disebut turun 20 persen.
Tapi ini malah membuat mobil ramah lingkungan Toyota semakin laris dicari banyak orang di Indonesia, dengan 56 persen pesanan yang didapatnya berupa mobil jenis ini. Jelas sebagian besar modelnya berupa mobil hybrid, karena model inilah yang jadi andalannya di pasar mobil ramah lingkungan. Apalagi mereka memegang pangsa pasar mobil hybrid tertinggi disini kalau dibandingkan dengan rival senegaranya.

BYD Mulai Mengancam?
Di bawah Toyota ada BYD yang mengumpulkan 4 ribu pesanan dari pengunjung pameran 2026, dan ini menjadikannya sebagai merek China paling laris selama pameran berlangsung. Dari hasil tersebut, M6 DM menjadi mobil terlarisnya dengan menyumbang 20 persen pesanan, atau sekitar 800 unit. Jelas model seperti ini jadi incaran banyak konsumen karena menjadi MPV PHEV entry level terbaru di tahun ini.
Walau hanya mengumpulkan 4 ribu pesanan, hasil yang didapatnya ini sudah membuatnya unggul atas kompetitornya, dan mereka semakin dekat dengan Toyota. Memang mereka hanya menjual model PHEV dan BEV saja, tapi ini sudah cukup untuk memberikannya pangsa tertinggi di pasar mobil listrik di Indonesia. Termasuk unggul dari kompetitornya yang juga datang dari China, entah itu Chery atau Geely.

Makin Laris
Selain BYD, Chery juga mengumpulkan ribuan pesanan dari pengunjung pameran 2026, atau tepatnya sebanyak 3,5 ribu unit. Wuling dan Mitsubishi menyusul dengan hasil mencapai 3.290 unit dan 3.212 unit, sementara Geely hanya mengumpulkan 3.033 pesanan saja. Disusul merek lainnya seperti GAC Aion sebanyak 2.170 unit, Honda 1.939 unit, Suzuki 1.336 unit, Changan 1.120 unit, MG Motor 1.088 unit, Jetour 1.038 unit, DFSK 625 unit, Daihatsu 591 unit, BAIC 407 unit, dan GWM 350 unit.
Untuk pesanan yang dikumpulkan Wuling, mobil mungil terbarunya yang dinamai sebagai Aira EV di Indonesia menjadi model terlarisnya, dengan jumlah pesanan mencapai 2.238 unit. Siapa sih yang nggak tertarik dengan mobil listrik murah seperti Aira EV? Modelnya yang dibanderol kurang dari Rp 200 jutaan serta dilengkapi banyak fitur canggih menjadikannya sebagai andalan baru di pasar mobil mungil disini.

GAC Aion sukses mengumpulkan 2,1 ribu unit, dan yang mengejutkannya model V justru menjadi mobil terlarisnya di pameran 2026 dengan 1.122 unit dipesan. Sementara model UT hanya dipesan sebanyak 711 unit dan Hyptec HT hanya mencapai 166 unit saja, dan selisihnya yang cukup jauh ini membuatnya unggul jauh dari kedua model tersebut. Padahal sebelumnya UT menjadi model terlarisnya Aion, tapi ternyata model V kembali ngetren setelah permintaan di pasarnya terus meningkat drastis.
Tetap saja, Toyota masih mendominasi pesanan mobil di pameran 2026 dengan hasil lebih dari 6 ribu unit yang dipesan oleh pengunjung. Tapi ini bukan berarti merek China tidak bisa menyusulnya, buktinya BYD mampu mengantongi 4 ribu pesanan.












