Home MotoGP Joan Mir Ungkap Alasan Rahasia Tertarik Gabung Gresini, Seret Nama Marquez Bersaudara!

    Joan Mir Ungkap Alasan Rahasia Tertarik Gabung Gresini, Seret Nama Marquez Bersaudara!

    Joan Mir
    Joan Mir

    RiderTua.com – Musim ini merupakan musim ke-4 Joan Mir di tim pabrikan Honda. Dalam 3 musim sebelumnya, juara dunia MotoGP 2020 (bersama Suzuki) itu hanya menempati peringkat 22, 21, dan 15 dalam klasemen akhir. Dan musim ini, setelah 12 seri dia hanya berada di peringkat 18 dengan perolehan 29 poin sekaligus menjadi pembalap Honda dengan peringkat terburuk dalam klasemen.

    Tak hanya itu, masa suramnya bersama pabrikan berlogo saya emas itu membuatnya beberapa kali dinobatkan menjadi ‘Raja Crash’ karena terlalu seringnya crash selama balapan akhir pekan. Tahun depan Mir akan meninggalkan Honda untuk bergabung bersama tim Gresini dengan menunggangi Ducati Desmosedici yang kompetitif.

    Mengapa Joan Mir Tertarik ke Gresini? Jawabannya Ada pada Marc dan Alex Marquez

    Joan Mir - Gresini
    Joan Mir – Gresini

    Joan Mir mengaku bahwa musim 2026 tidak berjalan sesuai dengan ekspektasinya. “Menurut saya, kami memulai musim dengan ekspektasi yang lebih tinggi. Tes di Sepang juga berjalan sangat baik dan saya ingat betul hal itu. Beberapa balapan awal sebenarnya tidaklah buruk, namun saya gagal menyelesaikannya karena mungkin saya terlalu kepedean,” jelasnya.

    Rider berusia 28 tahun itu melanjutkan, “Saya ingin mengawali tahun ini, sama seperti saat saya mengakhiri musim sebelumnya. Tapi ambisi saya terlalu besar. Hal itu membuat saya mengambil risiko yang berlebihan, sehingga sering mengalami crash. Sebagian di antaranya memang karena kurangnya manajemen risiko dari sisi saya. Saya merasa momentum kami sudah tepat dan saya bisa meraih hasil-hasil tersebut, namun justru keyakinan itu justru membuat saya banyak terjatuh.”

    “Semua orang hanya melihat peringkat saya di klasemen saat ini. Namun seandainya saya tidak sering terjatuh di balapan-balapan itu dan berhasil mengumpulkan poin, saya pasti sudah berada di peringkat 6 atau 5 besar klasemen. Tapi bukan begitu caranya. Kami harus bisa menyelesaikan balapan. Kami punyai potensi. Menurut saya, kami sudah sangat dekat untuk mewujudkannya tanpa harus menunggu pembalap lain mengalami masalah demi mendapatkan hasil bagus,” imbuhnya.

    Mir mengakui bahwa sebenarnya dia mampu bertarung di zona poin dan dia menerima bahwa sebagian kegagalan musim ini merupakan tanggung jawabnya. “Kami bisa meraih hasil bagus berkat kecepatan yang kami miliki. Saya memikul tanggung jawab besar atas hal ini, karena sejauh ini saya benar-benar kesulitan mewujudkannya. Saya ingat saat bersama Suzuki, saya tidak merasa seperti ini karena saya tahu saya memiliki paket motor yang kompetitif. Risiko masih bisa saya kendalikan sampai batas tertentu. Tapi sekarang, sangat sulit datang ke sini ketika saya tahu saya tidak punya peluang yang sama,”  ngkap rider asal Mallorca Spanyol itu.

    Joan Mir - Dani Holgado
    Joan Mir – Dani Holgado

    Terkait Honda, Mir mengatakan, “Suasana kerja di dalam tim sangat baik. Saya merasa didengarkan dan mereka juga menginginkan hasil yang bagus. Saat saya mengalami crash, mereka ikut merasakan dampaknya dan kesulitan bersama saya. Namun kenyataannya, separuh musim telah berlalu dan kami belum mendapatkan sesuatu yang benar-benar positif untuk terus memajukan perkembangan kami.”

    “Saya tidak akan bohong, saya memang agak kecewa karena saya mengharapkan lebih. Saya yakin jika ada pihak di MotoGP yang mampu menempuh dua jalur pengembangan secara paralel, itu adalah Honda. Mungkin ekspektasi saya terlalu tinggi. Kemungkinan besar mereka sedang bekerja sangat keras, dan siapa tahu semuanya akan membuahkan hasil di akhir musim! Siapa yang tahu?”

    “Tapi saya tidak terlalu yakin. Kalau mereka mulai membawa pengembangan baru, itu juga akan memotivasi saya untuk terus memperbaiki diri. Jika tidak, situasinya akan sulit. Saya rasa situasi pada 2023 seperti itu. Kami sangat kesulitan dan tidak ada perkembangan baru yang datang. Lalu keadaan sedikit berubah pada 2024, dan berubah lagi untuk 2025. Dan sekarang, tahun ini kami kembali berharap akan adanya kemajuan,” imbuhnya.

    Menjelang perpisahannya dengan Honda, Mir mengungkapkan, “Secara mental, mungkin saya sudah kelelahan dibandingkan para rival saya. Dalam beberapa momen dalam karier saya, sebenarnya saya bisa memilih jalan yang berbeda. Namun saya memilih Honda dan saya tidak menyesalinya. Selama ini saya benar-benar ingin tetap bertahan dan memberi Honda lebih banyak kesempatan. Pikiran itu terus ada dalam diri saya. Tapi sekarang saya membutuhkan perubahan.”

    “Saya mendoakan yang terbaik bagi Honda di masa depan. Dan jika mereka berhasil memiliki motor yang kompetitif tahun depan, saya akan ikut senang karena saya pernah menjadi bagian dari perjalanan itu. Semua ini adalah bagian dari proses dan perjalanan karier saya. Saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Mungkin saja suatu hari nanti ada yang bilang bahwa saya salah ambil keputusan, karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi tahun depan. Tapi keputusan ini saya ambil dengan hati, karena saya percaya bahwa semua keputusan yang diambil dengan hati maka itu adalah keputusan yang tepat,” imbuhnya.

    Mengapa memilih tim Gresini? “Saya memilih Gresini karena mereka memiliki motor yang kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Namun lebih dari sekadar motor kompetitif yang mereka miliki, yang memang menjadi faktor yang sangat penting dalam keputusan saya, saya suka suasana yang dipancarkan oleh tim tersebut. Bagi saya, tim itu terasa seperti keluarga. Mirip seperti Suzuki. Kita tentu ingat, bagaimana orang-orang selalu membicarakan suasana di garasi Suzuki,” jelas Mir.

    Marc Marquez - Alex Marquez - Gresini
    Marc Marquez – Alex Marquez – Gresini

    “Mir juga mengaku bahwa keputusan Marc Marquez dan adiknya Alex Marquez untuk bergabung dengan tim Gresini setelah terpuruk bersama tim sebelumnya, juga melandasi keputusannya. “Marc bergabung dengan Gresini di saat terburuk dalam kariernya, begitu pula dengan Alex. Pada satu titik, bahkan dia hampir tersingkir dari kejuaraan. Dan lihatlah mereka sekarang. Dia sangat menikmati balapan. Dia baru saja menyelesaikan balapan terpanjangnya,” ujarnya.

    Mir menambahkan, “Ditambah lagi dengan sejarah tim ini. Nadia Padovani mengambil alih kepemimpinan, ini juga merupakan kisah yang indah. Saya merasa termotivasi untuk masa depan, saya tidak akan berbohong. Saya juga termotivasi untuk menutup babak perjalanan bersama Honda ini dengan cara sebaik mungkin, tanpa drama. Saya hanya ingin menikmati masa terakhir saya bersama mereka.”

    Menurutnya, apa yang sudah dilupakan orang soal Joan Mir? “Sulit menjawabnya, karena orang-orang cepat sekali lupa dan hanya melihat apa yang ingin mereka lihat. Hal lainnya adalah apa yang mampu kami lakukan dengan motor yang tidak kompetitif selama beberapa tahun terakhir. Seperti di Barcelona ​​di mana kami bertarung memperebutkan kemenangan. Saya meraih dua podium bersama Honda dalam kondisi normal. Saya tidak yakin, siapa yang mampu melakukan hal itu dengan motor ini dalam beberapa tahun terakhir,” jawabnya.

    Mir terkenang memen saat dia meraih gelar dunia pada 2020. “Saya memenangkan gelar dunia bersama Suzuki. Orang-orang penasaran dan bertanya-tanya, ‘bagaimana saya bisa memenangkannya?’ Seandainya saya melakukan hal yang sama dengan Yamaha atau Honda atau dengan motor-motor yang mendominasi kemenangan saat itu, apakah pencapaian itu akan dianggap lebih berharga?” tegasnya.

    Alex Marquez - Marc Marquez - Nadia Padovani
    Alex Marquez – Marc Marquez – Nadia Padovani

    Mir menjelaskan, “Menurut saya justru sebaliknya. Kami meraih gelar dunia karena kami konsisten, dan kami meraihnya dengan motor Suzuki. Kami menang bersama tim yang sangat kecil. Kami menang bersama tim yang memberikan 100 persen kemampuannya, dan saya sangat bangga pada mereka. Kami mengalahkan pabrikan raksasa dengan tim kecil. Dan itulah bagian yang paling mengesankan bagi saya. Saya sangat bangga akan hal itu.”

    “Saya bergabung dengan Gresini tahun depan, tentu saja karena saya ingin membuktikan sesuatu. Namun di MotoGP, kita tidak akan pernah tahu. Saya tidak tahu bagaimana perasaan saya nanti tahun depan. Akan tetapi kalau saya merasa nyaman, itu demi diri sendiri bukan demi mereka. Itulah hal yang paling penting, membuktikan sesuatu kepada diri sendiri atau mungkin tidak perlu membuktikan apa pun melainkan sekadar menikmati balapan kembali. Sudah lama saya tidak menikmati balapan, dan saya ingin menikmatinya lagi,” pungkas rider yang tahun depan akan menjadi rekan setim baru Daniel Holgado (pembalap yang saat ini berada di peringkat 5 dalam klasemen Moto2) itu.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini