Home MotoGP Jack Miller: Enggak Perlu Pusing Mikirin Set-up Motor, Suzuka 8 Hours Lebih...

    Jack Miller: Enggak Perlu Pusing Mikirin Set-up Motor, Suzuka 8 Hours Lebih Seru!

    Suzuka 8H 2026 - Jack Miller
    Suzuka 8H 2026 - Jack Miller

    RiderTua.com – Tahun depan, Jack Miller menjadi salah satu dari 5 pembalap yang terpaksa meninggalkan MotoGP karena tidak mendapat tim untuk 2027. Kemungkinan besar rider asal Australia itu akan pindah ke Superbike bersama tim pabrikan PATA Yamaha. Tahun ini, Miller kembali ambil bagian di ajang balapan ketahanan bergengsi Suzuka 8 Hours membela tim pabrikan Yamaha. Dia bersama Andrea Locatelli dan Katsuyuki Nakasuga sukses meraih posisi ke-2.

    Miller memang terbiasa beradaptasi dengan berbagai jenis sepeda motor. Selain berkompetisi di MotoGP, dia juga pernah berkompetisi di Kejuaraan Superbike Australia dan bahkan balapan motocross dalam satu waktu. Namun menurutnya, balapan Suzuka 8 Hours sangat unik karena 3 pembalap harus berbagi satu motor yang sama.

    Jack Miller: Enggak Perlu Pusing Mikirin Set-up Motor, Suzuka 8 Hours Lebih Seru!

    Jack Miller
    Jack Miller

    Sejauh ini, Jack Miller sudah 3 kali berkompetisi dalam balapan Suzuka 8 Hours. Pertama, yakni pada 2017 bersama tim HARC-PRO Honda. Dan pada 2024 dan 2025, dia kembali beraksi di ajang tersebut bersama tim pabrikan Yamaha dan dua kali finis di posisi ke-2.

    Menurut Miller, keharusan mencari kompromi dalam setelan motor justru menjadi salah satu hal paling menarik dari balap ketahanan. Berbeda dengan MotoGP, di ajang ini motor tidak bisa disesuaikan sepenuhnya dengan preferensi pribadi satu pembalap saja. “Menurut saya, saya cukup pintar beradaptasi dengan motor yang disetel untuk pembalap lain. Pada akhirnya, di Suzuka kita seperti mengendarai motor milik orang lain,” ujarnya.

    Artinya, setiap pembalap harus menerima bahwa ada bagian dari karakter motor yang dia sukai tetapi ada juga bagian yang tidak sesuai dengan gaya balapnya. Yang terpenting adalah memahami kelebihan set-up bersama itu dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.

    Jack Miller
    Jack Miller

    Bagi Miller, justru di situlah letak daya tariknya. “Kita tinggal naik ke atas motor dan membalap. Hal ini sebenarnya menyenangkan karena menghilangkan kebiasaan terlalu banyak berpikir, seperti, ‘haruskah kita mengubah ini atau itu’,” ungkap rider berusia 31 tahun itu.

    Jadi, pembalap bisa fokus hanya pada balapan bukan sibuk mengutak-atik set-up. Bagi Miller, tampil di Kejuaraan Dunia Endurance (EWC) menjadi penyegaran dari rutinitas MotoGP yang sangat rumit secara teknis.

    “Kita hanya berkonsentrasi pada cara membalap dan apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang pembalap. Senang rasanya bisa sedikit mundur sejenak, melihat balapan dari perspektif berbeda, dan fokus pada hal yang bisa kita kendalikan yaitu bagaimana kita mengendarai motor itu sendiri,” ujar pembalap tim Pramac Yamaha tersebut.

    Suzuka 8 Hours edisi tahun ini terbilang cukup sulit, karena balapan berlangsung dalam kondisi hujan dan Miller juga harus menjalani dua giliran (stint) berturut-turut. “Rasanya menyenangkan, tapi juga berat. 8 jam dalam kondisi seperti itu, terasa sangat lama terutama mengingat durasi waktu yang dihabiskan di atas Yamaha R1 selama sesi balap yang berlangsung berturut-turut tersebut,” ungkapnya.

    Jack Miller - Yamaha Suzuka 8H
    Jack Miller – Yamaha Suzuka 8H

    Meski ajang tersebut sangat menguras tenaga, Miller sangat menikmatinya. “Suzuka adalah ajang yang luar biasa. Saya juga sangat terkesan dengan para penggemar di Jepang dan pihak penyelenggara khususnya, sekali lagi balapan ini meninggalkan kesan mendalam bagi saya,” imbuhnya.

    Miller juga mengaku sangat menyukai karakter sirkuit Suzuka itu sendiri, setidaknya saat mengendarai motor balap ketahanan (endurance bike). “Saya senang balapan di Suzuka. Sirkuitnya fenomenal, terutama saat menggunakan endurance bike,” ujarnya.

    Meski begiru, rider berjuluk Thriller Miller itu menilai bahwa sirkuit legendaris tersebut kurang cocok untuk motor prototipe MotoGP masa kini. “Jangan salah sangka. Menurut saya, sirkuit ini terlalu kecil untuk motor MotoGP. Tapi sirkuit ini sangat pas untuk motor balap ketahanan dan rasanya sangat menyenangkan,” pungkasnya sambil menegaskan bahwa di balapan ini bukan motor yang disesuai dengan pembalap, melainkan pembalaplah yang harus menyesuaikan diri dengan motor.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini