RiderTua.com – Gunther Steiner mengakuisisi tim Tech3 dari Herve Poncharal pada akhir 2024. Dia mengungkapkan bahwa ide untuk terjun ke MotoGP, pertama kali muncul saat dia menghadiri GP Amerika Serikat di Austin pada 2024. “Saya sangat suka nonton balapan MotoGP, tetapi saya tidak pernah punya waktu untuk menyaksikan balapan secara langsung,” ungkap Steiner.
Ide membeli tim MotoGP lahir di pesawat. “Saat duduk di pesawat dalam perjalanan pulang dari Austin, saya berpikir alangkah kerennya jika memiliki tim seperti itu. Ini adalah olahraga yang sedang berkembang dan punya potensi besar. Jadi, saya berbicara dengan beberapa pihak mengenai cara mendapatkan lisensi. Namun, saya diberi tahu bahwa tidak ada lisensi yang tersedia. Jadi saya harus membeli tim yang sudah ada,” ungkap bos berusia 61 tahun itu.
Gunther Steiner (Pemilik Tim Tech3): Saat Saya Bilang Ingin Membeli Tim di MotoGP Ini kata Istri Saya..

Nama Gunther Steiner sangat populer di ajang balap Formula 1 karena dia pernah menjabat sebagai manajer tim Haas. Sebelumnya dia juga pernah bekerja untuk Red Bull dan Jaguar Racing.
Namun Steiner sadar bahwa membeli tim MotoGP jelas membutuhkan uang yang tidak sedikit. Dia harus mencari dukungan finansial dan kemudian menggandeng sejumlah investor termasuk pembalap Formula 1 Pierre Gasly. “Saya berpikir, ‘oke, jika harus membeli tim, saya butuh investor. Jadi, saya menemui beberapa orang. Semuanya bermula dari sebuah ide, lalu saya menggambarkan seperti apa wujudnya nanti. Dan setelah gambaran itu rampung, targetnya adalah mewujudkannya menjadi kenyataan,” tegasnya.
Namun tidak semua orang terdekat Steiner langsung mendukung dengan proyek barunya tersebut. Reaksi paling keras justru datang dari istrinya sendiri. “Istri saya bilang kepada saya, ‘Kamu itu b*doh!’ Itu benar-benar reaksi jujurnya,” ungkapnya sambil tertawa.
Tapi menurut Steiner, ada alasan sederhana di balik sikap skeptis istrinya tersebut. “Dia berkata, ‘mengapa kamu melakukan ini? Kamu sudah bekerja sangat keras selama beberapa tahun terakhir’. Dan hingga saat ini dia masih saja bertanya, ‘mengapa kamu melakukan semua ini’?” imbuhnya sembari tersenyum, yang menjelaskan bahwa istrinya ingin dia menikmati masa pensiun.
Namun Steiner mengaku bahwa dia memang tidak bisa hidup tanpa tantangan baru. “Saya harus melakukan sesuatu. Saya tidak bisa hanya duduk diam, itu sangat sulit bagi saya! Saya hanya ingin melakukannya, meskipun saya tidak harus melakukannya,” tegasnya.

Kini ide tersebut sudah menjadi kenyataan dan Steiner langsung menghadapi banyak pekerjaan di Tech3. Hal pertama yang harus dia pastikan adalah, apakah pembalapnya Maverick Vinales bisa kembali beraksi di GP Aragon atau apakah tes rider Pol Espargaro harus kembali turun menggantikan rider asal Spanyol itu.
Selain itu, Steiner juga harus segera memutuskan line-up pembalap untuk 2027. Pembalap Moto2 asal Australia Senna Agius dan adik legenda MotoGP Valentino Rossi, Luca Marini dianggap sebagai kandidat yang paling menjanjikan. Saat ini Agius berada di peringkat 3 dalam klasemen pembalap Moto2, sementara Marini menempati peringkat 10 sekaligus menjadi pembalap Honda terbaik di klasemen pembalap MotoGP.












