RiderTua.com – F1 GP Belanda 2026: Balapan Terakhir Zandvoort, Norris Hadapi Ancaman Mercedes.. Ada satu alasan yang membuat F1 GP Belanda kali ini terasa berbeda bahkan sebelum lampu start padam. Balapan di Zandvoort akan jadi penampilan terakhir Formula 1 di sirkuit tersebut untuk sementara waktu setelah Zandvoort tak lagi masuk kalender musim depan.
▶Daftar Isi
- 1. Jelang F1 GP Belanda: Norris di Pole, Russell Mengintai, Verstappen Terancam
- Norris di Pole, Tapi Mercedes Sangat Dekat
- Russell Datang dengan Modal Kemenangan Sprint
- Antonelli Punya Race Pace, Tapi Terjebak di Udara Kotor
- Hujan Sempat Mengubah Segalanya
- Ferrari Bisa Mengubah Permainan Lewat Strategi
- Verstappen P7 di Balapan Terakhir Zandvoort
- Lawson dan Tsunoda Jadi Cerita Menarik
- Bortoleto dan Gasly Bisa Menyelinap ke Poin
- Satu Stop Jadi Strategi Utama?
- 2. Klasemen Jelang F1 GP Belanda 2026
Jelang F1 GP Belanda: Norris di Pole, Russell Mengintai, Verstappen Terancam
Tribun sudah dipenuhi penggemar dan suasana pesta telah dimulai. Namun di balik atmosfer perpisahan itu, ada pertanyaan yang jauh lebih menarik: balapan seperti apa yang akan tersaji ketika Norris, Russell, Antonelli, Piastri, Ferrari hingga Verstappen bertarung dalam kondisi yang sempat berubah karena hujan?
Grid terdepan memberikan alasan untuk menunggu jawabannya.

Norris di Pole, Tapi Mercedes Sangat Dekat
Lando Norris akan memulai balapan dari posisi terdepan setelah mengalahkan George Russell hanya sekitar satu persepuluh detik dalam kualifikasi. Posisi ini sangat penting di Zandvoort karena peluang menyalip tergolong sulit.
Artinya, Norris memiliki modal besar untuk kendalikan jalannya balapan sejak awal. Apalagi McLaren datang dengan paket upgrade terbaru yang membuat mereka kembali naik dalam persaingan terdepan… Norris juga membawa kepercayaan diri setelah memenangkan balapan sebelumnya di Hungaria.
Namun ada satu catatan yang membuat posisi pole belum otomatis jadi jaminan. Dalam Sprint, Norris dan rekan setimnya, Oscar Piastri, masih kesulitan dalam hal race pace dibandingkan ekspektasi mereka… Di sinilah pertarungan strategi bisa menjadi menarik.
Russell Datang dengan Modal Kemenangan Sprint
Jika Norris memegang posisi terbaik di grid, Russell justru datang dengan momentum yang sangat kuat.
Pembalap Mercedes itu sebelumnya merebut pole Sprint dan kemudian memenangkan balapan pendek tersebut. Hasil itu memangkas jaraknya dengan rekan setimnya, Kimi Antonelli, jadi 56 poin di klasemen.
Russell kembali menunjukkan kecepatannya di kualifikasi utama dengan menempati posisi kedua, hanya terpaut tipis dari Norris.
Namun ada satu persoalan. Russell akan memulai dari sisi grid yang lebih kotor. Itu membuat momen start jadi sangat penting, terutama karena Antonelli berada tepat di belakangnya.
Russell harus mampu mempertahankan posisi sejak tikungan pertama jika ingin mengubah momentum akhir pekan ini jadi kemenangan kedua.
Menariknya, hujan yang sempat turun membuat semua perhitungan tersebut kembali terbuka.
Antonelli Punya Race Pace, Tapi Terjebak di Udara Kotor
Kimi Antonelli akan memulai balapan dari posisi ketiga, di depan Oscar Piastri…Posisi tersebut sebenarnya cukup menjanjikan karena performanya dalam Sprint menunjukkan race pace yang kuat. Masalahnya, Antonelli sempat terjebak di udara kotor dan meski memiliki kecepatan lebih baik, ia kesulitan melakukan manuver untuk menyalip.
Situasi seperti itu bisa kembali muncul dalam balapan utama.
Karena itulah strategi pit stop jadi salah satu bagian penting. Tim biasanya memberikan keuntungan strategi kepada pembalap yang berada di depan dalam posisi di lintasan.
Antonelli tentu ingin melewati Russell secepat mungkin agar memiliki peluang mendapatkan posisi strategis yang lebih baik ketika pit stop berlangsung.
Tetapi jika hujan kembali turun, Russell memiliki satu keuntungan lain: ia dikenal kuat dalam kondisi basah.
Hujan Sempat Mengubah Segalanya
Drama sebenarnya sudah muncul sebelum balapan dimulai…Hujan sempat turun di grid. Para penggemar mulai mengenakan ponco, sementara awning dinaikkan dan kondisi lintasan berubah dalam waktu singkat.
Antonelli bahkan menggambarkan situasinya sebagai bagian pertama yang cukup kering, sementara bagian kedua jauh lebih basah.
Artinya, pilihan ban jadi teka-teki tersendiri. Ada kemungkinan beberapa tikungan membutuhkan intermediate, sementara bagian lainnya masih memungkinkan penggunaan slick.. Namun menjelang lagu kebangsaan, hujan berhenti. Lintasan pun kembali mengering dengan cepat.
Ferrari bahkan sudah memperkirakan kondisi yang sangat tipis antara basah dan kering. Fred Vasseur menyebut tim harus memilih antara ban slick dan intermediate, sementara race pace Ferrari dari Sprint sebenarnya cukup baik.
Dengan suhu lintasan sekitar 28 derajat Celsius, kondisi hari ini juga lebih dingin dibandingkan kemarin.
Ferrari Bisa Mengubah Permainan Lewat Strategi
Lewis Hamilton akan memulai dari posisi kelima, tepat di depan Charles Leclerc.
Hasil tersebut sedikit mengecewakan jika melihat performa Ferrari sebelumnya. Pada hari Jumat, Ferrari mampu berada dalam persaingan bersama Mercedes dan McLaren dalam satu lap. Leclerc bahkan menunjukkan race pace yang sebanding dengan Mercedes di Sprint.
Namun kondisi yang lebih dingin saat kualifikasi tampaknya kurang cocok untuk Ferrari.
Dengan posisi menyalip yang tak mudah di Zandvoort, Hamilton dan Leclerc kemungkinan membutuhkan strategi untuk memperbaiki posisi. Dan ketika kondisi lintasan masih menyimpan ketidakpastian akibat hujan, Ferrari punya ruang untuk ngambil keputusan berbeda dari para rivalnya.
Verstappen P7 di Balapan Terakhir Zandvoort
Lalu ada Max Verstappen…Dukungan penonton tuan rumah kembali akan memenuhi tribun dengan warna oranye, tetapi kali ini Verstappen tak berada di posisi ideal.
Juara tiga kali di Zandvoort itu hanya akan memulai dari posisi ketujuh. Performa RB22 dalam kondisi kering sejauh akhir pekan ini belum samai mobil-mobil terdepan.
Namun kondisi balapan bisa berbeda… Verstappen dikenal mampu tampil kuat ketika lintasan basah. Jika awan kembali menurunkan hujan, posisi start ketujuh bukan berarti peluangnya selesai… Justru kondisi seperti itulah yang bisa membuat balapan terakhir Zandvoort jadi semakin menarik untuk disaksikan.
Lawson dan Tsunoda Jadi Cerita Menarik
Liam Lawson juga jadi salah satu nama yang patut diperhatikan.. Ia tampil dengan warna Red Bull setelah menggantikan Isack Hadjar yang mengalami cedera dan diperkirakan sudah bisa kembali di Monza. Meski belum lama mengenal mobil tersebut, Lawson mampu masuk 10 besar kualifikasi dan hanya terpaut sedikit dari Verstappen.
Sementara Yuki Tsunoda kembali memperkuat Racing Bulls dan akan memulai dari posisi ke-12.
Keduanya menjalani akhir pekan yang tak biasa karena format Sprint hanya memberikan satu jam latihan. Namun sejauh ini performa Lawson dan Tsunoda cukup menarik perhatian.
Bortoleto dan Gasly Bisa Menyelinap ke Poin
Di barisan tengah, Gabriel Bortoleto jadi salah satu pembalap yang layak diperhatikan.
Audi melanjutkan performa positif mereka jelang jeda musim panas. Bortoleto finis kesembilan di Sprint dan kembali memulai Grand Prix dari posisi yang sama.
Jika mampu menjaga posisi hingga akhir, ia berpeluang mencatat poin dalam tiga dari empat Grand Prix terakhir… Pierre Gasly juga tak boleh dilupakan. Pembalap Alpine itu memulai dari posisi ke-11 setelah sebelumnya tampil kuat bersama mobil yang mendapatkan upgrade.
Gasly finis kedelapan di Sprint dan mendapatkan poin terakhir yang tersedia. Dengan race pace yang cukup baik, Alpine punya peluang untuk kembali masuk persaingan zona poin.
Namun Audi masih dihantui persoalan keandalan setelah Nico Hulkenberg mengalami masalah power unit di Sprint.

Satu Stop Jadi Strategi Utama?
Di atas kertas, strategi satu kali pit stop jadi pilihan utama… Pirelli memperkirakan balapan akan berjalan dengan satu pit stop karena posisi di lintasan sangat penting di Zandvoort. Namun performa Leclerc gunakan ban soft dalam Sprint membuka kemungkinan strategi berbeda.
Beberapa pembalap bisa saja memilih soft-hard untuk dapatkan keuntungan saat start, dibandingkan pilihan medium-hard yang lebih aman.
Semua itu tentu bergantung pada satu pertanyaan terakhir: seberapa kering lintasan ketika balapan dimulai?
Grid memang terlihat cukup kering, tetapi area pit lane masih lebih basah… Dan di situlah daya tarik GP Belanda kali ini.
Zandvoort sedang jalani balapan terakhirnya di kalender F1 untuk sementara. Norris punya pole, Russell membawa momentum kemenangan Sprint, Antonelli mengincar celah di belakang Mercedes, Ferrari menunggu peluang strategi, sementara Verstappen akan mencoba memberikan penampilan terbaik di depan pendukungnya sendiri.
Dengan kondisi cuaca yang sempat berubah cepat dan peluang nyalip yang terbatas, balapan kali ini kemungkinan besar tak hanya ditentukan oleh siapa yang paling cepat.
Start, pemilihan ban, waktu pit stop, dan kemampuan membaca perubahan lintasan bisa jadi pembeda sebelum Zandvoort benar-benar mengucapkan selamat tinggal kepada Formula 1.
Klasemen Jelang F1 GP Belanda 2026
| No. | Rider | Tim | Poin | Gap |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kimi Antonelli | Mercedes | 224 | – |
| 2 | Lewis Hamilton | Ferrari | 171 | -53 |
| 3 | George Russell | Mercedes | 168 | -56 |
| 4 | Charles Leclerc | Ferrari | 145 | -79 |
| 5 | Lando Norris | McLaren-Mercedes | 134 | -90 |
| 6 | Max Verstappen | Red Bull-Ford | 112 | -112 |
| 7 | Oscar Piastri | McLaren-Mercedes | 96 | -128 |
| 8 | Isack Hadjar | Red Bull-Ford | 68 | -156 |
| 9 | Liam Lawson | Red Bull-Ford | 43 | -181 |
| 10 | Pierre Gasly | Alpine-Mercedes | 43 | -181 |
| 11 | Arvid Lindblad | Racing Bulls-Ford | 23 | -201 |
| 12 | Franco Colapinto | Alpine-Mercedes | 19 | -205 |
| 13 | Oliver Bearman | Haas-Ferrari | 18 | -206 |
| 14 | Gabriel Bortoleto | Audi | 10 | -214 |
| 15 | Carlos Sainz Jr. | Williams-Mercedes | 6 | -218 |
| 16 | Alexander Albon | Williams-Mercedes | 5 | -219 |
| 17 | Esteban Ocon | Haas-Ferrari | 3 | -221 |
| 18 | Nico Hulkenberg | Audi | 2 | -222 |
| 19 | Fernando Alonso | Aston Martin-Honda | 1 | -223 |
| 20 | Lance Stroll | Aston Martin-Honda | 0 | -224 |
| 21 | Valtteri Bottas | Cadillac-Ferrari | 0 | -224 |
| 22 | Sergio Perez | Cadillac-Ferrari | 0 | -224 |












