Home Formula 1 Kimi Antonelli Masuk Gravel di Zandvoort, Lantai Mercedes Rusak

Kimi Antonelli Masuk Gravel di Zandvoort, Lantai Mercedes Rusak

Kimi Antonelli
Kimi Antonelli

RiderTua.com – Kimi Antonelli sebenarnya datang ke Zandvoort dengan modal yang sangat bagus. Pemimpin klasemen Formula 1 2026 itu baru saja menjadi pembalap tercepat dalam satu-satunya sesi latihan sebelum Sprint Qualifying, mengalahkan Lando Norris dan rekan setimnya, George Russell. Tapi ketika perebutan posisi start dimulai, situasinya berubah drastis.

Kimi Antonelli Masuk Gravel di Zandvoort, Lantai Mercedes Rusak

Antonelli mengalami masalah pada lap pertamanya di SQ1. Pembalap Mercedes itu terlalu cepat memasuki bagian terakhir trek dan kehilangan kendali bagian belakang mobilnya hingga masuk ke gravel di Turn 13. Kesalahan tersebut bukan sekadar membuat satu lap terbuang. Dampaknya ternyata cukup serius karena lantai mobilnya mengalami kerusakan.

Antonelli sendiri kemudian menjelaskan bahwa tim awalnya memperkirakan kerusakan tersebut membuat mobil kehilangan sekitar 25 poin downforce. Angka itu cukup besar untuk sebuah sesi yang hanya memberikan waktu sangat terbatas kepada pembalap untuk mendapatkan lap terbaik.

“Saya terlalu cepat masuk di tikungan terakhir lap pertama, kehilangan bagian belakang,” kata Antonelli saat menjelaskan insiden tersebut. Setelah itu, ia mengaku tidak mudah untuk kembali membangun kepercayaan diri terhadap mobil.

Masalahnya, insiden tersebut terjadi pada bagian awal SQ1 ketika Antonelli belum memiliki waktu representatif. Saat pembalap lain mulai mencatat lap cepat, pembalap Italia itu justru harus kembali ke lintasan dengan mobil yang sudah tidak berada dalam kondisi ideal.

Mercedes kemudian memastikan mobil Antonelli masih bisa digunakan. Namun, lantai yang rusak jelas bukan kondisi yang diinginkan ketika setiap sepersekian detik sangat menentukan posisi di Zandvoort.

Hasil Kualifikasi Sprint F1 GP Belanda 2026
Hasil Kualifikasi Sprint F1 GP Belanda 2026

Situasinya sempat membuat Antonelli masuk zona berbahaya. Dengan waktu terus berjalan, ia belum memiliki catatan waktu yang cukup untuk memastikan dirinya lolos ke SQ2. Bahkan ketika beberapa pembalap sudah mulai mengamankan posisi, Antonelli masih harus mengejar waktu untuk menyelamatkan tempatnya.

Akhirnya sebuah lap banker membawa Antonelli ke posisi ketujuh. Posisi tersebut cukup untuk mengamankannya dari eliminasi SQ1. Ia lolos, tetapi insiden sebelumnya sudah meninggalkan konsekuensi yang tidak bisa begitu saja dihapus.

Di sinilah masalah Antonelli menjadi menarik. Ia bukan hanya kehilangan kesempatan mencatat waktu terbaik pada percobaan awal, tetapi juga harus menjalani sisa kualifikasi dengan mobil yang telah mengalami kerusakan. Sementara pembalap lain bisa fokus mencari batas performa, Antonelli harus lebih dulu beradaptasi kembali dengan mobilnya.

SQ2 kemudian memperlihatkan bahwa Antonelli masih mampu menjaga Mercedes tetap berada di barisan depan. Ia menempati posisi kelima ketika Oscar Piastri menjadi pembalap tercepat di segmen tersebut. Antonelli akhirnya lolos ke SQ3, tetapi peluang untuk mengejar posisi terdepan sudah jauh lebih sulit.

Pada SQ3, Mercedes sebenarnya masih memiliki kecepatan. George Russell membuktikannya dengan mencatat waktu 1:11.567 untuk merebut Sprint pole. Lando Norris hanya terpaut 0,041 detik, sementara Charles Leclerc dan Oscar Piastri juga berada sangat dekat di belakangnya.

Antonelli justru harus berhenti di posisi kelima dengan waktu 1:11.794, terpaut 0,227 detik dari Russell.

Gap tersebut memang tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan jarak di bagian tengah grid. Namun dalam perebutan pole, 0,227 detik cukup untuk membuat Antonelli kehilangan beberapa posisi penting. Ia harus memulai balapan singkat dari baris ketiga, sementara Russell berada di pole dan tiga mobil lain..Norris, Leclerc serta Piastri..memisahkan keduanya.

Bagi Antonelli, perbedaan itu menjadi semakin penting karena ia memimpin klasemen dengan keunggulan 50 poin. Posisi start yang lebih rendah berarti Mercedes kini memiliki Russell di depan, sementara Antonelli harus menghadapi tiga mobil cepat sebelum bisa mengejar posisi terdepan.

Yang menarik, Antonelli tidak menyalahkan mobil secara keseluruhan. Ia justru menjelaskan bahwa dirinya terlalu agresif pada bagian terakhir trek ketika insiden terjadi. Setelah kerusakan ditemukan, tantangannya berubah menjadi bagaimana kembali mendapatkan kepercayaan diri.

“Itu yang terjadi. Kami akan mencoba lagi besok. Kami akan merapikan mobil dan kembali lagi,” ujar Antonelli setelah sesi.

Komentar tersebut menggambarkan situasi yang dihadapinya. Antonelli tetap berhasil membawa mobil yang mengalami kerusakan menuju posisi kelima. Namun hasil tersebut juga memperlihatkan betapa mahalnya satu kesalahan kecil di Zandvoort.

George Russell pada akhirnya menjadi pembalap Mercedes yang mendapatkan keuntungan terbesar. Ia tidak mengalami masalah seperti rekan setimnya dan mampu menggunakan kesempatan di SQ3 untuk mencatat waktu tercepat. Hanya 0,041 detik memisahkannya dari Norris, menunjukkan bahwa Mercedes memang memiliki kecepatan untuk bertarung memperebutkan posisi terdepan.

Bagi Antonelli, cerita di Sprint Qualifying ini dimulai jauh sebelum catatan waktu 1:11.794 muncul di layar. Semuanya berawal dari satu momen di Turn 13, ketika mobil keluar menuju gravel dan lantai Mercedes mengalami kerusakan. Dari sana, ia harus mengejar waktu, melewati SQ1, bertahan di SQ2, lalu akhirnya mengamankan posisi kelima.

Dengan demikian, posisi kelima Antonelli bukan sekadar hasil akhir dari tabel waktu. Ada satu insiden di SQ1 yang membuat mobilnya kehilangan sekitar 25 poin downforce dan memaksanya membangun kembali kepercayaan diri sepanjang sesi. Sementara itu, George Russell memanfaatkan mobil Mercedes yang berada dalam kondisi lebih baik untuk merebut pole Sprint di Zandvoort dengan waktu 1:11.567.

© ridertua.com

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini