RiderTua.com – Mobil ramah lingkungan terbukti makin banyak diminati oleh konsumen Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan kenaikan penjualannya nggak main-main, karena hasilnya meningkat 55 kali lipat selama empat tahun!
▶Daftar Isi
Mobil Hybrid, PHEV, dan BEV Makin Laris Manis!
Penjualan mobil di Indonesia selama ini diisi oleh mobil konvensional saja, baik mobil bensin maupun diesel. Inilah yang membuat produsen mencoba menjual mobil ramah lingkungan, tapi karena awalnya harganya terlalu mahal, membuat penjualannya nggak sebanyak mobil konvensional. Namun ini menjadi awal dari elektrifikasi di pasar roda empat, dengan beberapa merek mulai mencoba berjualan mobil jenis ini.

Hyundai dan Wuling menjadi merek pertama yang menjual mobil listrik, dan beberapa tahun setelahnya merek lainnya mulai menyusul, dari Kia, Chery, Geely, BYD, dan masih banyak lagi. Tidak hanya model BEV, PHEV juga mulai bertambah jumlah dan pilihan di pasarnya, dan modelnya diminati banyak orang karena menjadi pilihan alternatif dari mobil hybrid maupun bensin. Ada juga yang menambah lebih banyak mobil hibridanya di Indonesia.
Hasilnya, tahun 2025 tercatat 175.144 unit mobil ramah lingkungan yang terjual, dan ini menjadi hasil yang begitu bagus. Sebab kalau melihat dari penjualan di tahun 2021, hanya ada 3.158 unit yang terjual, artinya hasilnya ini meningkat 55 kali lipat selama empat tahun. Tentu itu menjadi hasil yang begitu memuaskan, sekaligus menunjukkan bagaimana pesatnya perkembangan pasar mobil ramah lingkungan selama periode tersebut.

Pangsa Makin Meningkat
Dengan hasil penjualan yang didapatnya ini, mobil ramah lingkungan menyumbang 21,79 persen total penjualan mobil di Indonesia tahun 2025. Tentu angka tersebut bisa terus meningkat dengan banyaknya model anyar yang dijual disini, baik itu model HEV, BEV, sampai PHEV. Bahkan model EREV atau REEV juga dihadirkan untuk pertama kalinya melalui Changan Automobile, dan ini bisa menambah lebih banyak pilihan di pasar PHEV karena model ini punya jarak tempuh lebih dari 1.000 km.
Tahun lalu saja, mobil listrik memegang 59 persen pangsa penjualan mobil ramah lingkungan, disusul mobil hybrid 38 persen. Untuk model PHEV sepertinya masih belum bisa mengungguli model BEV dan HEV, tapi performa penjualannya dalam empat tahun terakhir sudah cukup bagus. Kalau tahun 2022 hanya ada 10 unit yang terjual, tahun lalu malah tembus 5.270 unit.

Habis HEV Terbitlah BEV
Sepanjang tahun 2021 hingga 2024, mobil hybrid menjadi mobil ramah lingkungan yang paling laris terjual di Indonesia. Tentu tidak mengherankan kenapa mobil jenis ini yang terjual lebih banyak ketimbang BEV dan PHEV, karena pilihannya yang jauh lebih banyak dari keduanya. Belum lagi merek asal Jepang seperti Toyota yang memegang dominasi paling kuat kalau dibandingkan dengan merek lainnya.
Lihat saja penjualan Kijang Innova Zenix HEV yang selalu memuncaki penjualan di pasar mobil hybrid dalam beberapa tahun terakhir. Meski dibanderol lebih dari Rp 500 jutaan, ini malah tidak membuat konsumen untuk tidak mendapatkan mobil impiannya tersebut, apalagi nama Kijang Innova sudah cukup populer di segmen medium MPV. Namun sejak tahun 2025, mobil listrik mulai meramaikan pasar mobil ramah lingkungan dan mendapat banyak peminat, sehingga membuatnya menyalip penjualan mobil hybrid.

Untuk mobil PHEV mungkin masih belum bisa mengungguli model HEV maupun BEV, tapi setidaknya hasil yang didapatnya ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Penjualan hingga 5 ribu unit sepanjang tahun lalu sudah menjadi hasil terbaiknya, dan hasil ini diperkirakan akan terus meningkat hingga beberapa tahun ke depan dengan banyaknya model baru yang dirilis. Termasuk BYD M6 DM yang mulai meramaikan pasarnya dan menjadi andalan barunya untuk menjegal SUV PHEV yang dihadirkan dalam beberapa bulan terakhir.
Kelihatannya BYD mulai menargetkan untuk menguasai pasar BEV dan PHEV dengan lini produk yang diluncurkannya sejauh ini. Sementara kompetitornya bakal terus mengejarnya, itupun kalau rivalnya berupa merek senegara dengan BYD.












