Home MotoGP Simon Crafar (Kepala Steward MotoGP): Dalam 9 dari 10 Kasus, Pembalap yang...

    Simon Crafar (Kepala Steward MotoGP): Dalam 9 dari 10 Kasus, Pembalap yang Kena Penalti akan Kapok dan Tidak Mengulanginya

    Marco Bezzecchi Long Lap Penalty
    Marco Bezzecchi Long Lap Penalty

    RiderTua.com – Simon Crafar menegaskan bahwa crash dan insiden antar pembalap merupakan hal yang tak terelakkan dari dunia balap motor. Hal ini sangatlah wajar, mengingat ada lebih dari 20 pembalap dengan motor berkapasitas besar saling beradu untuk menentukan siapa yang paling cepat di lintasan. Namun sanksi atas pelanggaran atau insiden tertentu antar pembalap yang diberikan Panel Steward MotoGP, sering kali memicu kontroversi.

    Dengan sistem yang berlaku saat ini, tidak mempertimbangkan apakah usai terjatuh pembalap tersebut mengalami cedera atau bisa bangkit lalu melanjutkan balapan. Crafar menegaskan bahwa yang terpenting hukuman tidak pernah menggunakan prinsip ‘mata dibalas mata’. Dia mendukung sistem yang mengakui bahwa kontak dan gesekan adalah hal yang tak terhindarkan dalam balapan tingkat tinggi.

    Simon Crafar (Kepala Steward MotoGP): Dalam 9 dari 10 Kasus, Pembalap yang Kena Penalti akan Kapok dan Tidak Mengulanginya

    Simon Crafar
    Simon Crafar

    Simon Crafar menjelaskan, “Hanya karena seseorang merusak balapan pembalap lain, bukan berarti kami akan merusak balapan mereka. Insiden di lap pertama dinilai lebih keras karena dapat membahayakan banyak pembalap. Namun jika itu adalah upaya menyalip yang sah namun gagal dan menyebabkan crash, hukuman untuk pelanggaran pertama adalah long lap, karena hal itu bisa terjadi pada siapa saja.”

    Belakangan ini, Long Lap Penalti menjadi hukuman andalan steward bagi pembalap yang melakukan kesalahan yang berdampak negatif terhadap rival yang lain. Crafar menekankan bahwa penalti ini berfungsi sebagai peringatan, bukan hukuman yang harus benar-benar sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan.

    “Long Lap penalti bukanlah sanksi yang sangat berat. Hukuman itu hanya menambah 2 atau 3 detik pada time lap seorang pembalap. Namun hukuman ini bertujuan untuk mengakui bahwa pembalap tersebut sudah melakukan kesalahan dan memastikan dia tidak mengulanginya. Kalau tidak, kami akan memberikan hukuman yang lebih berat,” jelas Crafar.

    Crafar juga menegaskan bahwa dampak yang muncul pasca insiden, tidak memengaruhi steward dalam mengambil keputusan. Jadi, jika seorang pembalap mengalami cedera akibat kesalahan pembalap lain, kondisi tersebut tidak akan digunakan sebagai dasar untuk memperberat hukuman terhadap pembalap yang melakukan kesalahan..

    Michele Pirro - Alex Marquez - Penalty
    Michele Pirro – Alex Marquez

    Mantan pembalap motor asal Selandia Baru itu mengungkapkan, “Ini bukan soal konsekuensi, di luar apa yang kami definisikan sebagai penyebab crash. Ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan. Namun yang terpenting, kami tidak bisa menunggu laporan medis, baru kemudian menyesuaikan hukumannya. Kami sepenuhnya fokus pada tindakan itu sendiri, besarnya kesalahan, tingkat kesengajaan, dan bahaya yang ditimbulkan. Kami tidak bisa melihat seberapa parah cedera pembalap yang kena dampak, karena itu juga bergantung pada keberuntungan sekaligus menunjukkan betapa kerasnya olahraga kami.”

    “Tugas kami bukan sekadar menjatuhkan hukuman tapi juga mencakup melindungi dan membela pembalap yang menyebabkan crash, karena kami sadar bahwa hal semacam itu bisa menimpa siapa saja. Biasanya kami melakukan hipotetis yang melibatkan pembalap dalam sebuah crash. Mungkin kami menganggapnya sebagai insiden balap biasa (racing incident) yang artinya tidak ada pihak yang bersalah. Keduanya mencoba melewati bagian trek yang sama.”

    “Pada dasarnya, ketika sebuah peristiwa terjadi dan kami menganggapnya sebagai kejadian yang tidak patut dihukum. Namun, pembalap lain justru mengalami cedera serius akibat kejadian tersebut. Itulah sebabnya orang-orang marah, dan saya memahami alasannya. Akan tetapi dalam kasus seperti itu, tugas kami adalah membela pembalap yang terlibat yang kemungkinan besar merasa sangat terpukul. Karena dari sudut pandang kami, mereka hanya sedang membalap. Itu adalah racing incident. Mereka tidak melakukan kesalahan fatal yang disengaja. Hanya saja, sungguh disayangkan pembalap lain mengalami cedera,” imbuh mantan pengamat MotoGP berusia 57 tahun itu.Jorge Martin mendapat hukuman Double Long Lap Penalty di GP Brno

    Crafar menegaskan bahwa target utamanya adalah menjadikan balapan seaman dan seadil mungkin. “Kondisi balapan tidak akan pernah sepenuhnya aman atau fair. Tetapi yang saya coba lakukan adalah menyelidiki semua yang kami lihat dan berkomunikasi dengan para pembalap serta tim. Jika saya melihat sesuatu yang tidak patut dihukum namun tidak sepenuhnya aman atau fair, saya akan mengambil rekaman videonya dan mengirimkannya kepada manajer tim, lalu bilang pada mereka, ‘tolong bicarakan hal ini dengan mereka’,” tegasnya.

    Crafar melanjutkan, “Jika masalahnya sangat serius, atau jika mereka melakukannya lebih dari sekali, saya akan menegurnya dan memperlihatkan bukti tersebut kepada mereka. Jika tidak melakukan hal itu, pembalap akan berpikir dia berhasil lolos begitu saja dan akan terus mengulanginya.”

    Crafar juga menegaskan bahwa pendekatan ini mengedepankan sisi kemanusiaan dan akal sehat di tengah lingkungan MotoGP yang rumit dan kompleks yang penuh tekanan, khas kompetisi tingkat tinggi. Menurutnya hal ini justru mencegah banyaknya penalti yang pada akhirnya juga mencegah banyaknya crash.

    “Saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk melakukan komunikasi semacam itu, dengan mengatakan, ‘tolong jangan lakukan itu, nanti Anda bisa kena penalti’. Karena sudah diperingatkan, biasanya mereka tahu bahwa mereka sedang diawasi. Dalam 9 dari 10 kasus, mereka akan berhenti melakukannya atau setidaknya mereka tidak akan terkejut saat dijatuhi penalti,” jelasnya.

    Augusto Fernandez - Penalty
    Augusto Fernandez – Penalty

    Apakah penalti bisa berubah? Crafar mengatakan bahwa hal itu tergantung pada, apakah seorang pembalap hanya mencelakai dirinya sendiri saat melakukan pelanggaran kedua, atau sebaliknya berdampak langsung pada balapan pembalap lain. “Jika pembalap terjatuh saat melakukan pelanggaran kedua, satu hukuman long lap mungkin sudah cukup untuk situasi tersebut. Namun, jika pembalap mengulangi pelanggaran dan kemudian menjatuhkan rival sementara dirinya sendiri tetap bisa melanjutkan balapan, hukumannya menjadi lebih berat yakni Double Long Lap Penalty,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, saat ini Jorge Martin memimpin klasemen unggul 31 poin atas rekan setimnya sendiri di tim pabrikan Aprilia Marco Bezzecchi. Dan sang juara dunia 9 kali Marc Marquez berada di peringkat 4 tertinggal hanya 3 poin dari Ai Ogura yang menempati peringkat 3.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini