Home MotoGP Kenapa Toprak Razgatlioglu Tak Lewat Moto3 dan Moto2 ? Kini Harus Beradaptasi...

    Kenapa Toprak Razgatlioglu Tak Lewat Moto3 dan Moto2 ? Kini Harus Beradaptasi dengan Dunia MotoGP

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    RiderTua.com – Ada satu perubahan kecil di layar yang ternyata berasa banget buat Toprak Razgatlioglu. Pas ngeliat hasil balapan MotoGP, pembalap asal Turki ini sekarang harus nyari namanya dari urutan bawah. Padahal berproses bertahun-tahun di Superbike, dia udah terbiasa langsung ngeliat ke posisi atas karena tahu dirinya hampir selalu ada di sana.

    Perubahan itu jadi gambaran paling jelas tentang betapa sulitnya musim pertama Toprak di MotoGP… Pembalap berusia 29 tahun tersebut datang ke MotoGP dengan status tiga kali juara dunia Superbike. Ia sebelumnya membangun karier bersama Yamaha dan BMW, bahkan berhasil membawa BMW meraih gelar dunia yang sebelumnya belum pernah mereka dapatkan.

    Daftar Isi

    Toprak Razgatlioglu: Karier Saya Dibilang Tamat, Kini Nama Saya Ada di Posisi Terbawah

    Namun ketika pindah ke MotoGP bersama Yamaha, situasinya berubah total. Toprak tak lagi berada dalam posisi sebagai pembalap yang rutin ngejar kemenangan. Ia justru sedang berusaha memahami motor, nyesuaiin gaya balap, sekaligus menunggu perkembangan proyek Yamaha.

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    Dari Superbike Langsung ke MotoGP

    Jalur Toprak menuju MotoGP memang berbeda dari kebanyakan pembalap lainnya… Ia pernah ngikuti Red Bull Rookies Cup pada 2013 dan 2014, tetapi setelah itu tak melanjutkan perjalanan melalui Moto3 dan Moto2. Toprak memilih masuk ke paddock Superbike dan justru membangun karier yang sangat istimewa di sana.

    “Menurutnya, ada alasan mengapa ia tak mencoba Moto3. Ketika itu ia merasa belum cukup kuat di motor 250cc. Selain itu, postur tubuhnya sudah cukup tinggi dan ia juga mengaku tak terlalu menyukai motor Moto3.”

    Kesempatan untuk masuk Moto2 pun tak pernah datang. Karena itu, jalurnya akhirnya berbeda… Toprak bertahan di Superbike, ngejar satu tujuan utama: jadi juara dunia. Hasilnya, ia berhasil meraih tiga gelar sebelum akhirnya merasa membutuhkan tantangan baru.

    Setelah memenangkan tiga gelar dunia Superbike, pertanyaan berikutnya muncul dari dirinya sendiri: mengapa tak mencoba MotoGP?  Saat itulah kesempatan bersama Yamaha datang.

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    Tantangan Baru yang Ternyata Sangat Berbeda

    Toprak ngakuin bahwa MotoGP memang seperti yang ia bayangkan ketika masih kecil. Namun setelah memahami betapa sulitnya perjalanan menuju kelas utama, ia sempat merasa MotoGP berada di luar jangkauannya.

    Kini ia sudah berada di sana, tetapi realitasnya jauh berbeda dari masa ketika ia masih bermimpi jadi pembalap MotoGP… Musim pertama ini, menurut Toprak, benar-benar sulit.

    Ia masih harus memahami banyak hal karena karakter MotoGP berbeda dari Superbike. Posisi tubuh di atas motor juga belum terasa senyaman ketika mengendarai Superbike. Ia harus nyesuaikan diri dengan kebutuhan motor MotoGP, termasuk karakter menikung yang menuntut kecepatan di tikungan… Masalahnya, proses adaptasi itu berlangsung bersamaan dengan proyek baru Yamaha.

    “Toprak melihat Yamaha sedang berusaha mengembangkan motor dan meningkatkan performanya. Ia sendiri juga masih mencari cara untuk menyesuaikan gaya balapnya dengan motor tersebut… Karena itu, ia tak menutup kemungkinan bahwa musim depan situasinya bisa jauh lebih baik.”

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    Dari Pembalap Pemenang ke Nama di Bagian Bawah

    Perubahan status inilah yang paling berat bagi Toprak… Ia datang ke MotoGP sebagai pembalap yang terbiasa menang. Di Superbike, ia bahkan pernah membawa BMW jadi juara dunia ketika banyak orang justru meragukan proyek tersebut.

    Ketika pindah ke BMW, Toprak mengingat bagaimana banyak orang mengatakan bahwa kariernya sudah selesai. Namun ia percaya pada proyek tersebut. Menurutnya, motor itu sebenarnya memiliki potensi dan yang dibutuhkan adalah pengaturan yang tepat, keyakinan, serta kemampuan untuk mengendarainya.

    Ia kemudian membuktikan keyakinannya dengan meraih gelar dunia… Pengalaman tersebut membuat situasi sekarang terasa semakin kontras.

    Di MotoGP, Toprak melihat namanya berada di posisi bawah pada layar. Ketika kembali ke garasi, ia bahkan harus cari namanya dari bawah ke atas. Di Superbike, ia terbiasa melihat langsung ke bagian atas karena tahu dirinya berada di sana.

    Perubahan sederhana itu ternyata jadi tekanan tersendiri… Toprak ngakuin ada akhir pekan yang sangat sulit dan terkadang motivasinya ikut menurun. Baginya, hal tersebut merupakan sesuatu yang normal bagi seorang pembalap.

    Toprak Razgatlioglu - Jack Miller
    Toprak-Razgatlioglu – Jack-Miller

    Mengapa Motor MotoGP Begitu Menentukan?

    Toprak juga memberikan pandangannya mengenai perbedaan antara Superbike dan MotoGP… Menurutnya, pembalap Superbike masih bisa memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap hasil. Ia menilai peran motor memang penting, tetapi pembalap juga bisa membuat perbedaan besar.

    Situasinya berbeda di MotoGP… Jika seluruh pembalap gunakan motor dengan level yang relatif sama, kemampuan pembalap masih bisa terlihat melalui pengereman dan keluar tikungan. Kondisi lintasan yang berubah, seperti hujan atau ketika permukaan berada di antara kering dan basah sementara pembalap masih gunakan ban slick, juga bisa membuka ruang bagi pembalap untuk membuat perbedaan.

    Namun jika kemampuan motor tak berada di level yang sama, menurut Toprak, akan jauh lebih sulit bagi pembalap untuk ngerubah situasi secara signifikan.

    Ia menggambarkannya seperti Formula 1. Tim yang memiliki paket terbaik memiliki peluang besar untuk terus berada di depan. Bagi Toprak, itulah tantangan yang sedang ia hadapi bersama Yamaha.

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak-Razgatlioglu

    Toprak Tetap Memilih Jalan yang Sulit

    Menariknya, Toprak tak menyesali keputusan yang membawanya ke MotoGP..  Ia bahkan mengatakan bahwa dirinya memang tak pernah belajar melalui jalan yang mudah. Salah satu contohnya adalah ia tak pernah mengendarai Ducati selama berkarier di Superbike. Ia justru harus belajar dan berjuang gunakan motor yang menurutnya sedikit lebih lambat, sebelum akhirnya memenangkan kejuaraan.

    Pola yang sama kini kembali ia jalani… Bedanya, kali ini tantangannya jauh lebih besar… Toprak juga pernah mencoba motor MotoGP Yamaha pada 2022. Namun saat itu ia tak menyukai motor tersebut karena menurutnya motor itu belum disiapkan agar sesuai dengan gaya balapnya.

    Setelah pengalaman tersebut, ia memilih kembali fokus pada Superbike karena merasa lebih bahagia di sana… Ketika gelar terakhir bersama BMW sudah diraih, barulah ia merasa membutuhkan tantangan lain dan memilih fokus penuh menuju MotoGP… Sekarang ia harus belajar lagi dari awal.

    Toprak Razgatlioglu Keluhkan Yamaha M1 V4 Susah Belok
    Toprak-Razgatlioglu

    Toprak tahu dirinya belum dapatkan posisi yang diinginkan. Ia juga belum merasa senyaman ketika mengendarai Superbike… Namun ia melihat ada alasan untuk tetap berharap.

    Yamaha sedang ngembangin proyek baru, sementara perubahan regulasi dan kehadiran Pirelli pada musim berikutnya juga menjadi bagian dari harapan Toprak terhadap masa depan… Ia berharap pengalaman yang sedang dikumpulkannya sekarang pada akhirnya bisa jadi modal penting.

    Sebab, Toprak tak ingin musim sulit ini hanya dikenang sebagai masa ketika ia kesulitan beradaptasi. Ia justru berharap suatu hari nanti dirinya dan Yamaha bisa melihat kembali periode tersebut sebagai bagian dari proses menuju sesuatu yang lebih baik.

    Untuk saat ini, perjalanan itu memang belum selesai… Toprak datang ke MotoGP sebagai juara dunia yang terbiasa berada di depan, lalu harus hadapin kenyataan baru dengan mencari namanya dari bagian bawah layar. Bagi pembalap seperti dirinya, perubahan itu jelas tak mudah.

    Tapi justru dari situlah cerita baru Toprak Razgatlioglu dimulai: bukan lagi soal ngerawat status sebagai pemenang, melainkan tentang gimana seorang juara dunia belajar lagi, beradaptasi, dan berjuang ngebawa dirinya bareng Yamaha balik ke tempat yang selama ini jadi miliknya. (rt)

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini