RiderTua.com – Fabio Di Giannantonio gagal mempertahankan peringkat 3 besar dalam klasemen usai crash di GP Jerman sebelum libur musim panas. Meski begitu, rider VR46 itu menjadi pembalap Ducati paling konsisten di paruh pertama musim. Dia kerap finis di 3 besar dan selalu menjadi penyelamat ‘muka’ Ducati tatkala mereka kewalahan menghadapi rival terkuatnya saat ini Aprilia.Β Memasuki paruh kedua musim yang dibuka di MotoGP Inggris akhir pekan ini, Diggia berada di peringkat 5 tertinggal 24 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin (Aprilia).
Diggia menunjukkan performanya yang kuat pada hari Jumat di Silverstone. Dia menempati posisi ke-5 di FP1 dan kemudian berhasil meningkatkan catatan waktunya di sesi pra kualifikasi. Dengan catatan waktu 1:56,678 menit rider asal Roma Italia itu menempati posisi ke-3 tertinggal 0,398 detik dari pembalap tercepat sekaligus pencetak rekor lap Silverstone yang baru Marco Bezzecchi (Aprilia).
Fabio Di Giannantonio: Dibandingkan Ducati, Aprilia Sedikit Lebih Baik di Silverstone

Fabio Di Giannantonio mengatakan, “Saya merasa sangat nyaman dan cengkeraman ban juga cukup baik. Saya hanya berusaha membalap dengan bersih. Saya tidak mengalami masalah besar dengan degradasi ban. Tetapi jika dibandingkan dengan Aprilia, kami masih punya masalah. Mereka bisa memanfaatkan ban depan untuk menghemat ban belakang. Dalam hal ini, mereka lebih unggul dibanding kami.”
Diggia beberapa kali memuji performa Aprilia musim ini. Pertanyaannya, bukankah paket keseluruhan Ducati masih lebih unggul dibandingkan RS-GP? “Sejak awal tahun saya sering duel melawan mereka, dalam berbagai kondisi yang sangat berbeda. Saya melihat mereka sedikit lebih unggul dibandingkan kami. Kami harus bekerja keras agar bisa lebih dekat dengan mereka. Hal itu terlihat jelas hari ini. Selain saya, posisi 5 besar sepenuhnya dikuasai oleh pembalap Aprilia,” ungkap pembalap berusia 27 tahun itu.

Dominasi Aprilia memang sangat terasa di Silverstone. Marco Bezzecchi memimpin sesi dengan catatan waktu impresif, sementara Raul Fernandez berada di posisi ke-2. Di Giannantonio menjadi satu-satunya pembalap non-Aprilia yang mampu menyusup ke 3 besar.
Bagaimana rasanya kembali balapan setelah libur selama 3 pekan? “Rasanya sangat berat. Saya berlatih sangat keras sepanjang bulan ini, dan fisik saya benar-benar terkuras. Tetapi ini menyenangkan dan memang bagian dari pekerjaan. Di gym, kami tidak menggunakan otot dengan cara yang sama seperti ketika berada di atas motor. Saat mengendarai motor MotoGP, semuanya benar-benar berbeda,” pungkas Diggia sambil tersenyum.












