RiderTua.com – Seperti tahun kemarin, musim ini Pecco Bagnaia juga tampil jauh di bawah performa terbaiknya. Menjelang balapan di Aragon (seri ke-13) akhir pekan ini, rider Ducati Lenovo itu hanya menempati peringkat 8 dalam klasemen dengan perolehan 143 poin. Dia tertinggal 57 poin dari rekan setimnya Marc Marquez yang berada di peringkat 4 sekaligus menjadi pembalap Ducati dengan peringkat terbaik di klasemen.
Pecco mengaku sempat merasa khawatir ketika tiba di Aragon. “Saat tiba di sini pada hari Selasa, saya sempat agak khawatir. Saya memeriksa prakiraan cuaca dan angkanya menunjukkan suhu minimal 38 derajat bahkan bisa mencapai 42 derajat Celsius. Namun ternyata, suhunya sedikit lebih rendah dan tidak separah yang diperkirakan. Balapan motor di sini dalam suhu 42 derajat bisa menjadi masalah besar,” ungkap juara dunia 3 kali itu.
Pecco Bagnaia Sempat Panik: Balapan Motor di Aragon Dalam Suhu 42 Derajat Bisa Jadi Masalah Besar

Francesco Bagnaia menambahkan, “Situasinya benar-benar berbeda dibandingkan Silverstone. Saya yakin, Ducati memiliki potensi jauh lebih besar di sini. Semuanya bergantung pada tingkat cengkeraman ban dan layout sirkuit, karakter lintasannya lebih mirip dengan Brno. Selain itu, ini adalah satu-satunya sirkuit yang berlawanan arah dengan jarum jam di mana saya merasa nyaman. Biasanya saya kesulitan menghadapi tikungan sempit, tetapi di sini terdapat banyak tikungan panjang dan cepat ke arah kiri, yang lebih cocok dengan gaya balap saya.”
Tahun lalu Ducati memborong podium dengan Marc Marquez, Alex Marquez, dan Pecco Bagnaia yang finis 1, 2, dan 3. Hasil tersebut membuat rider asal Turin Italia itu pede menghadapi balapan musim ini.

“Di saat yang sama, saya harus realistis. Balapan akhir pekan sebelumnya benar-benar sebuah bencana. Tahun lalu, saya sangat kesulitan saat melakukan pengereman. Namun tahun ini cengkeraman bannya tidak buruk, kondisinya justru sebaliknya. Menurut saya, finis di posisi 5 besar adalah target yang realistis,” pungkas rider berusia 29 tahun itu yang gagal mencetak poin di Silverstone.
Menurut Pecco, ada dua alasan utama mengapa Ducati diperkirakan bisa tampil lebih kompetitif di Aragon dibanding rival utamanya, Aprilia. Pertama, tingkat grip lintasan yang lebih menguntungkan karakter Ducati. Kedua, keausan ban yang lebih rendah sehingga motor Ducati diperkirakan mampu mempertahankan performanya sepanjang balapan.
Selain itu ada kabar baik untuk Pecco. Kepala krunya Cristian Gabarrini akan kembali mendampinginya setelah sebelumnya absen karena kecelakaan.












