Home MotoGP Ramon Forcada: Lihat Apa yang Dilakukan KTM Kepada Maverick Vinales, Saya Tidak...

    Ramon Forcada: Lihat Apa yang Dilakukan KTM Kepada Maverick Vinales, Saya Tidak Tahu Apa yang Sebenarnya Mereka Inginkan

    Maverick Vinales
    Maverick Vinales

    RiderTua.com – Ramon Forcada menyoroti penampilan Marc Marquez yang berhasil mencetak poin sempurna (32 poin) di GP Jerman. “Dari luar memang terlihat begitu mudah dan begitu dominan, tapi menurutku, terutama dalam race utama dia lebih banyak mengendalikan situasi. Jika dia ingin gas pol lebih keras, saya yakin dia masih bisa. Namun karena dia masih dalam proses pemulihan maka dia harus mengontrol dirinya sendiri. Tapi secara keseluruhan, pengendaliannya dalam balapan benar-benar sempurna. Di sprint memang tak semudah race utama dan selisihnya juga tak sebesar balapan panjang, tapi tak pernah ada kesan dia tidak bisa menang,” ujarnya.

    Terkait persaingan dalam perebutan gelar dunia musim ini, Forcada mengatakan, “Marco Bezzecchi tampil luar biasa dalam 5 balapan pertama, begitu juga pada akhir tahun lalu. Tapi setelah itu, entah kenapa performanya menghilang. Pada akhirnya, jumlah poin yang berhasil dikejar Marc bukan hanya karena usahanya sendiri. Memang Marc bisa mencetak 37 poin di setiap seri, tapi dia tidak bisa memangkas selisih poin sebanyak itu jika para rivalnya tidak kehilangan poin. Faktanya, para rivalnya memang sering membuat banyak kesalahan.”

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini πŸ‘‡ Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    Ramon Forcada: Lihat Apa yang Dilakukan KTM Kepada Maverick Vinales, Saya Tidak Tahu Apa yang Sebenarnya Mereka Inginkan

    Ramon Forcada
    Ramon Forcada

    Untuk paruh kedua musim dengan jadwal yang sangat ketat dan pasti akan sangat menuntut fisik dan mental para pembalap, Ramon Forcada mengatakan, “Kita harus melihat bagaimana kondisi fisik mereka setelah libur musim panas. Liburnya memang tidak lama, tetapi ketika musim dimulai kembali, kita harus melihat apakah semua pembalap sudah pulih.”

    “Apakah Alex Marquez sudah pulih sepenuhnya? Begitu juga Marc, apakah lengan kanannya sudah membaik? Apakah kalau Bezzecchi kembali balapan dia akan kembali ke performa terbaiknya seperti biasanya? Dan apakah Acosta bisa tampil lebih agresif seperti sebelumnya, karena belakangan ini ada kesan dia sedikit berubah,” imbuh kepala kru yang sukses membawa Jorge Lorenzo meraih 3 kali juara dunia MotoGP itu.

    Soal balapan di Sachsenring, mekanik legendaris itu mengatakan, “Race utama di Jerman memang berjalan cukup bagus, tetapi para pembalap terlihat tampil sangat berhati-hati. Pedro Acosta sendiri bilang bahwa dia akan tampil semampunya tanpa mengambil risiko. Hampir semua pembalap punya pikiran yang sama. Di balapan terakhir sebelum libur, tidak ada yang ingin cedera.”

    Maverick Vinales
    Maverick Vinales

    “Tidak ada pembalap yang ingin cedera, tetapi pada momen seperti ini, dengan jumlah poin yang sudah dikumpulkan, mereka lebih mengelola balapan dengan sempurna ketimbang harus mengambil risiko yang tidak perlu. Oh ya, Alex Marquez juga mampu tampil dengan bagus, mengingat dia baru saja pulih dari cedera,” imbuh Forcada.

    Dibandingkan dengan Moto2 dan Moto3, persaingan di MotoGP jauh lebih ketat musim ini. “MotoGP adalah kelas dengan jumlah perolehan poin yang paling sedikit. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, seorang pemimpin klasemen mencetak poin serendah itu sejak diperkenalkannya sprint race. Penyebabnya karena terlalu banyak nol poin, baik dari para pemimpin klasemen maupun pembalap lainnya,” ungkap Forcada.

    Saat ini Jorge Marti (Aprilia) memimpin klasemen dengan perolehan 208 poin atau hanya unggul 14 poin dari pengejar pertamanya Ai Ogura dan terpaut 18 poin dari sang juara bertahan Marc Marquez yang berada di peringkat 3.

    Forcada menjelaskan, “Menurutku Martin tidak mampu mengelolanya dengan baik. Bayangkan 2 motor tim satelit dari pabrikan yang sama, berada di depan motor kita. Kalau sesekali motor satelit bisa menang itu tidak masalah, karena tidak ada balapan yang sempurna. Tetapi kalau dua motor tim satelit terus menerusΒ mengalahkan kita, itu merepotkan, lebih buruk daripada apa pun yang bisa terjadi.”

    Marco Bezzecchi
    Marco Bezzecchi

    “Dalam perebutan gelar, kita tidak bisa mencoret Bezzecchi atau pun Fabio Di Giannantonio. Kita tidak bisa mengesampingkan siapa pun. Karena para pembalap yang sebelumnya dianggap sebagai kandidat kuat, justru menyingkirkan diri sendiri karena hasil yang buruk. Kalau di Silverstone nanti Martin bisa tampil percaya diri, kita lihat apakah dia mampu mempertahankan keunggulannya di klasemen,” imbuh mantan kepala kru Franco Morbidelli itu.

    Forcada juga menyoroti penampilan Ai Ogura. “Ai Ogura tidak menjalani latihan fisik, baik sekarang maupun sebelumnya. Dia hampir tidak pernah melakukan latihan seperti pembalap lainnya. Dia hanya mengendarai motor jika ada kesempatan. Itu ‘Jepang’ sekali. Meskipun tidak berlatih seperti kebanyakan pembalap, tapi dia mampu menyelesaikan balapan dengan baik,” jelasnya.

    Forcada menambahkan, “Ketika bergabung dengan tim TrackHouse, dia bilang, ‘saya adalah juara dunia Moto2, selama sistem saya bekerja dengan baik maka saya akan tetap menggunakan cara saya. Kalau tim tidak menyukainya, tidak masalah. Saya tidak harus berada disini. Kalau suatu hari nanti sistem saya gagal, barulah saya akan mengubahnya’. Dia berhasil menemukan teknik agar tenaganya tidak terkuras sebanyak pembalap lain.”

    Raul Fernandez Podium Race Belanda 2026
    Raul Fernandez

    Melihat performa kuat Raul Fernandez di tim Trackhouse, Forcada mengaku heran mengapa hingga kini dia belum mengantongi kontrak untuk 2027. “Raul akan kehilangan sosok yang selama ini mendukung dan melindunginya, karena Davide Brivio akan pergi. Dengan hasil yang dia dapatkan, dan saya tidak tahu peran apa yang akan dimainkan Francesco Guidotti (manajer tim yang baru) pada 2027,” jelasnya.

    Forcada mengungkapkan, “Situasinya mirip dengan Manu Gonzalez. Dia tampil gemilang di Moto2, tapi kemungkinan besar dia tidak akan dipromosikan di MotoGP karena kursi yang tersedia semakin menipis. Saya gagal paham, mengapa tim-tim tidak segera merekrutnya. Hal yang sama juga dialami Raul. Dengan penampilan apiknya di tim satelit, melihat performa dan bagaimana caranya menyelesaikan musim lalu, seharusnya dia langsung mendapatkan kontrak tanpa harus berpikir panjang.”

    Forcada mengkritik pasar pembalap untuk 2027. “Tahun ini pengelolaan pasar pembalap kacau. Lihatlah apa yang dilakukan KTM dengan Maverick, saya tidak tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan. Maverick benar-benar tidak bersalah, karena menurut pengakuannya, ‘dia tidak pernah diberi kontrak yang benar-benar ditandatangani’. Jelas ini bukan kesalahannya. Tapi cara dia menangani situasi ini secara pribadi, sangat berbeda dengan cara Raul menghadapinya,” ungkapnya.Duet Maut Marquez-Acosta, Ducati Bakal Berubah Warna Jadi Full Red Bull, Siapa Tanduk Lawan

    Tahun depan Pedro Acosta akan pindah dari KTM ke tim pabrikan Ducati, sementara Fabio Quartararo pindah dari Yamaha ke tim pabrikan Honda. “Lihat saja Pedro, dia bisa tampil kompetitif dengan motor seperti itu. Tahun depan kita akan melihat seperti apa kemampuannya yang sesungguhnya dengan Ducati. Selain itu dia masih sangat muda (22 tahun) dan belum banyak mengalami kekecewaan seperti Fabio Quartararo,” ujar Forcada.

    Insinyur asal Spanyol itu melanjutkan, “Soal Fabio, pada akhirnya dia sampai pada satu titik dimana sudah terlalu capek harus bertahan dan terus kesulitan menghadapi semuanya, melawan keterbatasan pabrikan, motor, bahkan ban. Menurutku sudah waktunya dia berganti tim dan mengendarai motor lain, entah itu akan lebih baik atau lebih buruk. Situasinya akan berbeda. Dan kalau dengan motor barunya dia mampu mengalahkan Yamaha, itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa.”

    Forcada juga membedah performa pabrikan-pabrikan di MotoGP. “Ducati dan Aprilia memang seharusnya jauh lebih baik ketimbang motor-motor Jepang. Memang seperti itulah kenyataannya. Yamaha mendapat banyak konsesi tahun ini untuk mempercepat peningkatan motornya. Saya tidak tahu, mungkin dalam dua balapan terakhir mereka berhasil mencapai ‘sesuatu’ yang signifikan. Tetapi menurut saya masih ada yang kurang. Jack Miller sempat tampil kompetitif, tetapi lihat Toprak yang tampil sangat buruk. Sementara itu Cal Crutchlow justru melakukan pekerjaan yang fantastis bersama Honda, padahal dia sudah lama pensiun,” pungkas mantan kepala kru berusia 69 tahun itu.

    © ridertua.com

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini πŸ‘‡ Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini