RiderTua.com – Setelah Hyundai mengumumkan recall di Amerika Serikat, giliran merek asal Jepang ini yang melakukan penarikan mobilnya disana. Tapi kali ini beda jauh dari sebelumnya, karena lebih dari 500 ribu unit yang harus ditangani gara-gara salah cetak stiker!
Forester dan Crosstrek Kena Recall di AS
Entah mengapa tiba-tiba Subaru langsung menarik lebih dari ratusan ribu unit mobilnya di Amerika Serikat, itupun model yang terdampak semuanya berupa mobil SUV. Yaitu Ascent tahun produksi 2019 sampai 2026, Crosstrek Hybrid tahun 2026, serta Forester dan Forester Hybrid 2025-2026. Artinya jelas kalau model paling baru sekalipun juga ikut kena getahnya, padahal masalahnya terdengar sangat sepele.

Subaru harus menangani masalah pada ketiga SUV-nya setelah ditemukan stiker kendaraan yang dipasangkan pada mobilnya ternyata tidak sesuai dengan angka aslinya. Stiker tersebut berupa Gross Axle Weight Rating atau batas maksimal beban gandar belakang dianggap salah cetak, dan ini cukup beresiko membuat pemilik membebani mobil terlalu berat dengan muatannya. Akibatnya ini bisa membuat mobil mengalami kerusakan, bahkan meningkatkan resiko kecelakaan.
Sebenarnya belum ada laporan terkait pemilik yang salah memuat beban pada mobil melebihi dari standar, tapi mereka harus menanganinya sebelum terlambat. Apalagi pihak NHTSA memberi peringatan soal masalah tersebut pada Subaru, dan mereka tidak tinggal diam begitu saja. Mereka akan menarik 541 ribu unit mobil SUV-nya di Amerika Serikat dan menanganinya dengan cara yang sangat simpel, yaitu mengganti stikernya saja.

Masalah Sepele
Biasanya recall mobil dilakukan setelah ditemukan masalah serius pada mobilnya, dan kebanyakan bisa beresiko pada kecelakaan. Tapi tidak semuanya harus ditangani dengan penggantian komponen, karena ada juga yang hanya memerlukan pembaruan pada software saja tanpa harus ke dealer. Apalagi masalah pada stiker mobil SUV-nya Subaru, yang mungkin terdengar jauh lebih sepele dari masalah lainnya.
Tetap saja, kalau dibiarkan begitu saja tidak hanya meningkatkan resiko kecelakaan pada mobil, tetapi juga berpotensi merusak kaki-kaki mobil. Memang ini tidak bisa dibiarkan, dan mereka menyarankan pemilik mobil yang terdampak untuk membawa mobilnya ke dealer untuk diganti stikernya secara gratis. Atau hanya tinggal menunggu sampai stiker yang baru dikirim ke pemilik agar dipasang sendiri, lengkap dengan panduannya, jadi nggak perlu bolak-balik ke dealer hanya untuk memasang stikernya saja.

SUV Unggulan
Dari ketiga mobil tersebut, Forester dan Crosstrek sudah dijual di Indonesia oleh Subaru, dan keduanya menjadi andalan di pasarnya masing-masing. Terlebih Forester sudah mendapat model generasi terbarunya disini sejak tahun lalu dan disambut baik oleh konsumen di pasarnya. Sementara Crosstrek yang masih mempertahankan model generasi saat ini tetap diminati banyak orang karena desainnya yang begitu sporty, apalagi harganya juga lumayan terjangkau.
Entah mengapa mereka belum mau menambah lebih banyak model SUV-nya disini meski potensinya masih sangat besar. Mereka bisa saja membawa model lainnya seperti Ascent yang dijual di Amerika Serikat, tapi mungkin mereka menganggap modelnya kurang cocok dijual disini. Terlebih Forester sudah mengisi pasar yang seharusnya dituju Ascent, jadi nggak ada alasan untuk membawanya ke Indonesia kalau sudah ada modelnya.

Sejauh ini produk yang dihadirkannya masih mencetak hasil penjualan cukup bagus, terlebih tidak hanya model SUV yang dijualnya disini, tetapi juga sportcar BRZ. Bahkan mobil seperti ini banyak dicari peminat mobil sport meski masih didatangkan langsung dari luar negeri. Performa penjualannya secara keseluruhan juga masih bagus, dengan lini mobil SUV yang tetap menjadi tulang punggung penjualannya selama ini.
Dengan persaingan yang semakin ketat di pasar SUV, mungkin mereka belum mau menambah model anyar lainnya untuk sekarang. Setidaknya Forester dan Crosstrek tetap laris terjual di pasarnya dengan hasil yang begitu memuaskan. Mereka mungkin belum mau menghadirkan model BEV seperti Toyota yang menjual bZ4X, padahal mereka punya kembarannya bernama Solterra.












