RiderTua.com – Lagi dan lagi, tim pabrikan Aprilia kalah oleh tim satelitnya Trackhouse. Jorge Martin hanya mampu finis di posisi ke-5 tertinggal 11,3 detik di belakang pemenang Marc Marquez (Ducati). Sementara duo tim Trackhouse, Ai Ogura dan Raul Fernandez sukses meraih podium ke-2 dan 3.
“Saat ini kami tidak punya peluang melawan motor Ducati, bahkan melawan pembalap Trackhouse dengan teknologi yang katanya plek ketiplek sama. Hari ini saya mencetak poin maksimal yang bisa saya raih,” ujar rider tim pabrikan Aprilia itu.
Jorge Martin: Melihat Tingkat Persaingan yang Sangat Ketat, Saya Tidak akan Lama Memimpin Klasemen

Jorge Martin mengakui, “Keunggulan saya di klasemen semata-mata hasil dari fase pertama musim yang kuat. Saat itu GP-RS benar-benar bekerja dengan sangat baik. Kami mampu membangun kepercayaan diri yang luar biasa. Perubahannya sangat besar. Hari ini kami takjub saat menyaksikan stabilitas performa motor para rival kami. Sementara kami, belum bisa menemukan solusi yang baik untuk mengatasi masalah pada bagian depan dan belakang motor. Saya tidak akan lama menjadi pemimpin klasemen.”
“Masalah terbesarnya, kita tidak bisa meningkatkan batas kemampuan motor sedikit pun. Kalau kami mencoba melampaui batas, bagian depan motor akan langsung kehilangan kendali,” imbuh rider berusia 27 tahun itu.
Pernyataan Martin ini menegaskan sekaligus menjelaskan, mengapa rekan setimnya Marco Bezzecchi beberapa kali mengalami crash yang sangat keras. Menurutnya, mungkin Bezzecchi lebih kesulitan untuk mengenali atau memahami keterbatasan motor dibandingkan dirinya. “Liburan musim panas datang di waktu yang tepat bagi kami. Tidak akan ada banyak hari libur, karena kami harus bekerja keras untuk kembali ke performa terbaik kami,” ujar Martinator.

Dengan senjata yang sama (RS-GP 2026), dua pembalap tim Trackhouse jauh lebih sukses dari duo tim pabrikan Aprilia dalam beberapa balapan terakhir. “Hal itu menunjukkan bahwa motor ini sebenarnya punya potensi yang sangat besar. Sekarang benar-benar tergantung pada kami, apakah kami bisa memanfaatkan potensi tersebut,” imbuh Martin.
Martin sempat duel melawan Pecco Bagnaia di 5 lap terakhir untuk memperebutkan posisi ke-5 pada race utama di Sachsenring. Ini mengingatkan pada musim 2023 dan 2024 ketika keduanya bersaing ketat untuk memperebutkan gelar dunia.
“Hal itu memang sempat terlintas di pikiran saya. Tahun lalu, saya ‘membuang’ kemenangan di dua tikungan terakhir. Kemudian Bagnaia langsung menyerang dan memenangkan balapan. Walaupun kali ini kami hanya memperebutkan posisi ke-5, saya tidak ingin memberinya kemudahan lagi, terlepas dari Aprilia saya yang sulit dikendalikan,” tegas rider asal Madrid Spanyol itu.

Memasuki libur musim panas atau setelah 11 seri musim 2026, Martin masih kokoh memimpin klasemen dengan mengumpulkan 208 poin unggul 14 poin dari Ogura yang naik ke peringkat 2. Sementara Bezzecchi yang mundur dari GP Jerman karena cedera, harus turun ke peringkat 4. Dan Marquez yang memenangkan balapan, naik ke peringkat 5.












