RiderTua.com – Fabio Di Giannantonio berhasil meraih podium setelah finis di posisi ke-3 dalam sprint hari Sabtu di Sachsenring. Hasil tersebut membuat defisitnya dari pemimpin klasemen Jorge Martin menjadi 13 poin. Namun keinginannya untuk memangkas lebih banyak lagi selisih poinnya pada race utama, rungkad di lap ke-4. Rider VR46 Ducati itu crash di tikungan 10 saat berada di posisi ke-5 yang menjanjikan.
Diggia crash saat mengejar Ai Ogura, yang pada akhirnya finis di posisi ke-2. Rider berusia 27 tahun itu mengaku tak tahu apa yang menjadi penyebabnya. “Kami masih harus mencari tahu, apa yang sebenarnya terjadi. Karena data yang kami analisis sejauh ini menunjukkan bahwa semuanya merupakan ‘copy paste’ dari lap sebelumnya. Sudut kemiringan motor, posisi gas, kecepatan, suspensi, semuanya persis sama seperti sebelumnya. Ini memang aneh. Tetapi dalam olahraga kita, banyak hal kecil yang terjadi secara bersamaan dan tidak selalu mudah untuk dipahami,” jelas Diggia.
Fabio Di Giannantonio Crash di Lap ke-4: Kesalahan Besar Pertama Musim Ini, Menyebalkan!

Meski kecewa namun Fabio Di Giannantonio tak mau berlarut-larut memikirkan crash tersebut. “Itu adalah kesalahan besar pertama saya musim ini. Tentu saja menyebalkan karena itu terjadi, tetapi pada akhirnya semuanya memang bisa terjadi,” ujarnya.
Diggia mengungkapkan bahwa untuk race hari Minggu dia menggunakan aerodinamika yang berbeda dari sprint. “Motor kami bekerja sangat baik pada hari Sabtu. Karena itulah kami menyimpulkan, tidak akan ada risiko besar jika kami menjajal konfigurasi aerodinamis yang berbeda di sesi warm-up. Jika hasilnya tidak seperti yang diharapkan, tinggal melepasnya lagi. Toh, kami tetap memiliki motor yang mampu meraih podium. Saya melihat Marc dan Alex Marquez juga menggunakan set-up aerodinamis ini, dan ternyata bekerja lebih baik di trek ini!” jelas rider asal Roma Italia itu.
Usai DNF pada race hari Minggu, Diggia turun ke peringkat 5 dengan perolehan 184 poin tertinggal hanya 24 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin. Memasuki libur musim panas, peringkat 1 sampai 5 hanya punya selisih 24 poin atau kurang dari satu kemenangan balapan. Ini artinya, persaingan dalam perebutan gelar musim 2026 sangat ketat. Hal ini jarang terjadi sebelumnya.

“Saya melihat banyak hal positif. Sejauh ini, kami berhasil meraih banyak hasil apik dengan beberapa podium dan satu kemenangan. Kami hanya tertinggal 24 poin dari pemimpin klasemen. Kami menjalani musim yang luar biasa. Kami selalu cepat di berbagai macam trek. Saya menikmati setiap momennya. Itulah yang terpenting, dan itulah yang akan kami bawa menuju libur musim panas,” pungkas rider yang tahun depan akan pindah ke tim pabrikan Red Bull KTM bersama Alex Marquez itu.












