RiderTua.com – Marc Marquez Tak Bisa Tekan Ogura, Pembalap Misterius Ini Sulit Dibaca.. Misterius, aneh, sekaligus bikin penasaran. Itulah sosok Ai Ogura dari kacamata ‘orang luar’. Banyak orang yang bingung dengan sosoknya, karena baik di dalam lintasan maupun di luar lintasan, dia sering mendobrak pola-pola yang selama ini dianggap normal.
Tapi menurut Manuel Pecino (wartawan dari SpeedWeek), rider asal Jepang itu ternyata seorang yang sangat manusiawi. Hal ini dia ketahui setelah ngobrol-ngobrol dengan race engineernya, asistennya, manajer timnya, dan orang-orang lain yang paling sering berinteraksi dengannya. Di balik kata-kata mereka, tersirat bahwa Ogura seperti dua sosok yang berbeda yakni Ogura sebagai profesional dan Ogura sebagai pribadi.
Ai Ogura Pernah Bikin Jurnalis Tersinggung dan Marah! Pembalap Misterius yang Enggak Ngefek Saat Ditekan Marc Marquez Secara Psikologis

Ai Oguraย sebagai profesional adalah orang yang penuh teka-teki, pembalap yang kalau ditanya hanya menjawab satu atau dua patah kata, atau bahkan jawaban yang justru membuat jurnalis semakin bingung. Hal ini sangat bertolak belakang kalau berbicara soal kepribadiannya.
Menurut manajer tim Trackhouse Racing Davide Brivio, dia suka bercanda dengan kru tim, tertawa bersama mereka saat makan malam, dan sangat akrab dengan pembalap Jepang yang lain. Seperti yang dikatakan Taiyo Furusato, Ogura adalah sosok ‘kakak’ yang selalu mengayomi dan menjadi panutan bagi para pembalap Jepang lainnya. Dan Ayumu Sasaki merupakan salah satu pembalap yang paling sering berinteraksi dengan Ogura selama balapan akhir pekan.
Manuel Pecino sendiri mengaku pernah sebel banget sama Ogura. Kala itu terjadi di Madrid, untuk pertama kalinya dia mewawancarai Ogura ketika rider berusia 25 tahun itu sedang menjalani pemulihan usai crash di GP Austria. Seperti biasa, orang-orang humas dari tim Trackhouse memfasilitasinya dan mengundang Pecino ke hospitality tim. Di meja tersebut ada Ai, petugas humas, dan Pecino. Awalnya, Pecino berpikir ini akan menjadi sebuah wawancara biasa. Tapi yang terjadi justru di luar dugaannya.
Saat diajukan pertanyaan-pertanyaan, Ogura justru bersikap acuh tak acuh dan ogah-ogahan saat menjawab. Jawabannya hanya satu dua kata atau paling banter beberapa patah kata. Jelas, sebagai jurnalis yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia MotoGP, sikap Ogura ini bikin Pecino tersinggung karena dianggap merendahkan. Saking jengkelnya, bahkan Pecino bertanya, ‘kamu itu niat enggak sih diwawancarai? Kalau enggak mau ya sudah, jangan mau kalau diwawancarai!’
Tapi Ogura justru balik bertanya, ‘apakah anda pernah mewawancarai pembalap Jepang sebelumnya?’ Pecino langsung menjawab, ‘selama 30 tahun berkecimpung sebagai jurnalis Kejuaraan Dunia, tentu saja saya sudah mewawancarai cukup banyak pembalap Jepang’. Dan endingnya, wawancara itu berakhir dengan tidak menyenangkan.
Pecino mengungkapkan, “Saya sangat marah kepada Ogura, benar-benar marah karena sikapnya menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap pekerjaan saya. Namun, setelah emosi mereda, pandangan saya mengenai insiden itu pun berubah.”

Setelah beberapa hari, Pecino bertanya kepada salah satu staf yang bertanggung jawab di tim Trackhouse mengenai apa yang dikatakan Ogura setelah pertengkaran itu. Dan jawabannya justru mengejutkan Pecino. Staf tersebut mengatakan bahwa Ogura justru menyukai kejadian tersebut. Alasannya, karena Pecino berani mengatakan pendapatnya secara langsung kepadanya. Kalau ini terjadi pada pembalap lain, jelas yang terjadi pasti ‘perang’ antara pembalap dan jurnalis.
Pandangan Pecino terhadap Ogura juga berubah ketika asisten Ogura, seorang mantan mekanik terkenal yang sudah sangat dikenalnya bilang bahwa pola pikir Ogura itu memang beda dibandingkan pembalap lain. Jurnalis sering sekali bertanya, ‘bagaimana jalannya balapan?’ Bagi Ogura, itu adalah pertanyaan retoris yang sama sekali tidak perlu ditanyakan oleh seorang jurnalis yang tugasnya memang menyaksikan dan menganalisa jalannya balapan. ‘Sudah tahu jawabannya, lha ngapain ditanya lagi?’ ujar staf tim mengungkap komentar juara dunia Moto2 2024 itu.
Sosok Ogura yang misterius juga bikin penasaran pembalap sekaliber Marc Marquez. “Saya tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan. Ogura merupakan sebuah teka-teki,” ujar juara dunia 9 kali itu soal Ogura.

Marc yang dikenal sebagai salah satu pembalap paling piawai dalam permainan psikologis, ternyata tidak bisa membaca atau memprediksi sosok yang tanpa diragukan lagi merupakan salah satu kandidat juara dunia musim ini. The Baby Alien mengaku belum benar-benar bisa memahami Ogura, baik dari sisi mental maupun sebagai pembalap. Karena sejauh ini, dia juga belum banyak duel langsung dengan Ogura di lintasan. Hal itu jelas membuatnya was-was.
Marquez sudah memahami betul karakter rival-rival lainnya seperti Marco Bezzecchi, Jorge Martin, Fabio Di Giannantonio, Pecco Bagnaia, dan sebagainya. Namun Ogura adalah sosok yang belum bisa ditebaknya. Menurutnya Ogura seperti hidup di dunianya sendiri, jauh dari hiruk-pikuk dan sorotan kamera. Tapi menurut Pecino, hal tersebut justru menjadi sebuah keuntungan baginya.
Sejak Ogura berhasil menempati peringkat 2 dalam klasemen di paruh pertama musim 2026, kini dia menjadi pusat perhatian. Kita akan lihat, apakah sorotan yang belakangan ini mengarah kepadanya serta semakin banyaknya kamera yang mengelilinginya, tidak akan mengubahnya atau mengganggunya?
Melejitnya performa Ogura di MotoGP, tak hanya membuat bingung para rivalnya tetapi juga para penggemar dan pengamat. Contohnya, hampir tidak ada yang tahu di mana batas kemampuan maksimalnya. Dia bekerja dengan caranya sendiri, dalam senyap, tanpa gembar-gembor kesana-sini, atau caper alias cari perhatian.

Saat perhatian dunia balap tertuju pada Bezzecchi, Marc Marquez, atau Martin, Ogura justru diam-diam merangkak naik selangkah demi selangkah. Dari 12 Grand Prix (race utama hari Minggu) yang sudah berlangsung, pembalap yang hobi mancing itu berhasil 9 kali finis di 5 besar. Konsistensi inilah yang menjadi penentu, dimana saat ini dia hanya tertinggal 37 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin.
Sosok Ogura juga mencuri perhatian Alex Barros. Mantan pembalap yang sudah melakoni 276 balapan Grand Prix tersebut mengatakan, “Apakah Ogura merupakan kandidat juara dunia? Mengapa tidak? Bagi saya, Marc Marquez jelas merupakan favorit utama namun Ai adalah sosok yang penuh kejutan dan sulit diprediksi. Kita tahu betul apa yang mampu dicapai Marc, sedangkan kemampuan Ogura masih menjadi tanda tanya besar.”

“Kita telah melihat bahwa dia sangat piawai dalam menjaga kondisi ban. Pada lap-lap awal, Ogura memang butuh waktu untuk menemukan ritmenya. Tetapi begitu ban memberikan kepercayaan diri kepadanya, dia berubah menjadi seperti sebuah robot. Ogura memiliki keseimbangan antara kehalusan teknik dan agresivitas yang sempurna. Gaya balapnya sangat halus dan sensitif. Karena itulah, kondisi bannya masih sangat bagus ketika balapan memasuki fase akhir.”
“Namun ketika tiba waktunya untuk melakukan overtaking, dia bertindak tanpa ampun layaknya seorang ‘pembunuh’. Perhatikan bagaimana dia biasanya hanya kehilangan sedikit sekali waktu, ketika berada di belakang pembalap lain. Begitu ada kesempatan, dia langsung menyalip tanpa banyak basa-basi,” tegas mantan pembalap asal Brasil itu.
Barros juga menilai bahwa Ogura layak masuk menjadi kandidat juara dunia musim ini. “Melihat sikapnya di lintasan, tentu saya menganggap Ogura sebagai kandidat juara dunia meskipun saya tegaskan kembali bahwa Marc tetap menjadi favorit di mata saya. Ai memang kesulitan dalam sprint race, karena dia tidak memiliki cukup waktu untuk memanfaatkan keunggulannya dalam hal menghemat ban,” ujar mantan pembalap berusia 55 tahun itu.

Barros melanjutkan, “Sebaliknya, salah satu kekuatan terbesarnya adalah konsistensi, yang berhasil membawanya ke peringkat saat ini dalam klasemen. Sejauh musim ini berjalan, dia hanya melakukan sekali kesalahan yakni di Barcelona. Namun selebihnya, dia adalah pembalap yang sangat jarang terjatuh. Kita lihat saja bagaimana dia menghadapi tekanan di paruh kedua musim ini.”
Sekarang Pecino mengaku sudah mulai memahami Ai Ogura sebagai seorang pembalap dan mengetahui kekurangan dan kelebihannya. Bagi penggemar dan pengamat, kepribadian Ogura sangat unik dan menarik. Tapi bagi para rivalnya, karakter tersebut justru cukup membingungkan.
Dan dalam olahraga seperti MotoGP, di mana faktor psikologis bisa memainkan peran yang sangat penting, ketidakpastian tersebut justru merupakan sebuah ‘kartu truf’ bagi Ogura. Dengan kata lain, lawan-lawannya belum benar-benar tahu seberapa jauh dia bisa berkembang dan seberapa kuat dia ketika berada di bawah tekanan.
Dan kini Marc Marquez semakin memahami hal itu. Sebab, bahkan kalau Marc Marquez yang notabene merupakan pembalap yang sangat berpengalaman dalam membaca lawan dan permainan psikologis, mengakui bahwa dia tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Ogura, maka ‘misteri’ Ogura memang semakin menarik. Ogura mungkin terlihat tenang, pendiam, dan tidak banyak bicara. Tetapi justru karena itulah, tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu seberapa besar batas kemampuannya atau dengan kata lain ‘dia bahaya tapi tidak terlihat berbahaya’.

Setelah 12 seri musim 2026, Martin memimpin klasemen unggul 31 atas Marco Bezzecchi, 37 poin atas Ogura, dan 40 poin atas Marc Marquez yang berada di peringkat 4 sekaligus menjadi pembalap Ducati terbaik dalam klasemen.












