RiderTua.com – Sebagai MPV pertamanya di Indonesia, VF MPV 7 tampil sebagai penantang baru bagi BYD M6 EV dan Aletra L8 EV. Menariknya harganya tergantung dari baterainya, dan mungkin ada yang penasaran semahal apa harga baterai VF MPV 7.
Baterai VF MPV 7 Bisa Didapat Melalui Sistem Sewa
VinFast menjadi salah satu merek mobil terbaru yang hadir di Indonesia dan meramaikan pasar BEV disini. Tapi tidak seperti merek lainnya, mereka menawarkan sistem sewa baterai bagi konsumen yang nggak mau membeli mobil dengan harga terlalu mahal. Tentunya tiap bulannya konsumen harus membayar sewa baterai ini, namun sisi baiknya konsumen tidak perlu dibuat repot soal perawatan baterainya karena kalau baterai rusak, tinggal diganti dengan yang baru.

Mungkin untuk mobil seperti ini, harga Rp 330 jutaan sudah dianggap cukup terjangkau untuk MPV listrik, tapi sebenarnya ini merupakan harga spesial untuk 2 ribu konsumen pertamanya. Terlebih banderol yang dipatok ini belum termasuk baterai, dan kalau ditambah baterai harganya naik drastis menjadi Rp 420 jutaan. Kalau dibandingkan dengan rival sekelasnya, harganya ini mungkin masih cukup sepadan untuk modelnya, tapi kenapa bisa sampai semahal itu?
Jelas biang kerok mahalnya harga mobil ramah lingkungan selalu terletak pada baterainya, dimana rata-rata banderolnya bisa tembus Rp 100 jutaan. Inilah yang membuat banyak produsen lebih memilih merakit baterainya sendiri ketimbang harus mengimpornya dari luar negeri. Untuk baterai pada model MPV VinFast yang satu ini, harganya mencapai Rp 150 juta sampai Rp 180 juta, lumayan mahal untuk VF MPV 7.

Sewa Baterai
Karena harganya terlalu mahal, VinFast menyediakan pilihan sewa baterai bagi konsumen yang membeli mobil tanpa baterai, tapi mereka masih menyediakan pilihan mobil dengan baterai. Untuk pemasangan baterainya tidak dipungut biaya apapun alias gratis kalau garansinya masih ada, sebaliknya kalau sudah habis, maka pemilik harus membayar Rp 1 juta untuk memasangnya. Lalu baterai harus diganti kalau battery health-nya mencapai 70 persen, karena ini bisa memberikan pengaruh besar pada jarak tempuh mobil.
Untungnya ini hanya berlaku untuk mobil yang memakai baterai, kalau yang memakai sewa baterai tentu tidak perlu dibuat pusing soal pemasangan apalagi usia baterai. Semuanya ditanggung oleh VinFast sendiri, dan biayanya tidak begitu mahal, tinggal membayar ratusan ribu rupiah per bulannya, pemilik bisa memakai baterai untuk mobilnya. Dengan begitu, tidak perlu repot-repot memikirkan soal kondisi baterai karena sudah dijamin oleh produsennya.

MPV Listrik 7-Seater
Sebagai MPV listrik, jelas yang diunggulkan yaitu daya angkutnya, dan VF MPV 7 ini punya keunggulan tersebut untuk melawan kompetitornya. Apalagi dengan harga yang cukup beragam, seharusnya ini bisa menjadi modal bagi VinFast untuk melawan kompetitor di segmen MPV listrik yang semakin ketat persaingannya. Hanya saja mereka masih harus berhadapan dengan rival yang sangat tangguh, seperti BYD M6 EV yang menjadi lawan terberatnya.
Bagaimana tidak, M6 pernah menjadi model BEV terlaris di Indonesia tahun 2024, dan sampai sekarang performa penjualannya masih cukup bagus. Bahkan modelnya masih bisa mengungguli model seperti Aletra L8 EV, walau dengan harga yang tidak jauh berbeda tapi M6 sudah memegang pangsa segmen cukup besar. Ini artinya, VF MPV 7 harus menghadapi lawan sepadan yang bisa dikatakan tak terkalahkan untuk sekarang.

Tapi mengejar penjualan jelas bukan tujuannya hadir di Indonesia, karena mereka hanya ingin menawarkan pilihan bagi konsumennya. Mereka ingin agar konsumen bisa mendapat lebih banyak pilihan dan tidak hanya selalu terbatas pada model city car atau SUV saja. Apalagi mobil MPV kini semakin banyak dicari, terlebih model ramah lingkungan dengan harga terjangkau seperti VF MPV 7.
Model dengan nama lain Limo Green ini cukup menarik perhatian di segmennya karena menjadi model MPV listrik entry level. Sementara merek asal Vietnam tersebut biasanya menjual mobil jenis lainnya seperti SUV hingga city car, contohnya VF3.














