RiderTua.com – Toprak Razgatlioglu mampu mencetak 2 poin di MotoGP Ceko setelah finis di posisi ke-14 dalam race utama hari Minggu. Rookie dari tim Pramac itu menjadi pembalap Yamaha terbaik, setelah rekan setimnya Jack Miller hanya finis ke-16 sementara Fabio Quartararo dan Alex Rins DNF (crash).
“Pada akhirnya, saya finis di posisi ke-14. Saya gas pol terutama di beberapa lap terakhir, dan saya berhasil menyalip Maverick Vinales. Dia sangat kuat saat keluar tikungan, jadi saya selalu berusaha untuk mengejarnya saat pengereman dan saat masuk tikungan. Saya berhasil menyalipnya dengan melakukan late braking antara tikungan 11 dan 12. Itu adalah kesempatan terakhir saya. Karena kalau saya tidak menyalipnya di sana, dia akan menjauh dan saya tidak akan bisa menyalipnya di titik lain,” jelas Toprak.
Toprak Razgatlioglu: Masalahnya Setelah Pakai Ban Pirelli Besok Pakai Michelin Lagi, Capedeh!

Toprak Razgatlioglu kesal karena kehilangan banyak waktu saat duel melawan Alex Rins. Namun dia paham bahwa itu bagian dari balapan. “Dia melakukan start yang bagus dan kemudian saya mencoba menyalipnya. Dia membalas serangan saya di tikungan terakhir sebelum chicane. Saya sempat bertanya-tanya mengapa dia melakukannya, mengingat balapan baru dimulai dan saya mencoba mengejar kelompok didepan. Pace saya lebih baik darinya, sementara dia hanya kuat di beberapa tikungan saja. Saya kehilangan 2 atau 3 detik saat mencoba menyalipnya. Jika saya tidak kehilangan waktu di sana, mungkin saya bisa bertarung melawan Franco Morbidelli dan finis di posisi ke-12 atau ke-13,” jelas juara dunia WSBK 3 kali itu.
Rider berjuluk El Turco itu melanjutkan, “Saya gas pol hingga batas maksimal. Ban depan dan belakang kehilangan grip. Saya mengendarai motor seagresif di Superbike, tetapi di MotoGP hanya untuk memperebutkan posisi ke-14, sedangkan di Superbike saya bisa memenangkan balapan. Itulah perbedaan besarnya.”
“Saya senang, pada akhirnya bisa menyalipnya. Tetapi yang membuat saya benar-benar senang karena saya tidak pernah menyerah. Bagi saya, posisi ke-14 bukanlah sesuatu yang spesial. Mendapat poin tentu lebih baik daripada tidak sama sekali, tetapi saya akan senang jika finis di 10 besar, bukan ke-14,” imbuh rider asal Turki itu.

Usai GP Ceko, Toprak ikut ambil bagian dalam tes dengan motor 850cc dan ban Pirelli pada hari Senin di Brno. “Ini akan menjadi pengalaman yang bagus dan saya senang mengikutinya. Saya melahap banyak lap dan bahkan melakukan simulasi Sprint race. Saya tidak tahu, mengapa kami langsung melakukan simulasi Sprint. Saya lelah karena saya benar-benar mengerahkan semua kemampuan saya di 10 lap terakhir,” ungkap rider berusia 29 tahun itu sambil tersenyum.
Namun, Toprak memperkirakan akan ada tantangan besar terkait adaptasi ban. “Masalahnya, setelah seharian pakai ban Pirelli kemudian di Assen kami kembali pakai ban Michelin. Itu akan sulit,” tegasnya.
Toprak berharap Assen akan menjadi titik balik baginya. “Saya berharap bisa memulai akhir pekan dengan lebih kuat. Jika dalam kualifikasi saya bisa masuk 8 atau 10 besar, itu akan jauh lebih baik bagi saya. Dengan start yang bagus, saya bisa finis di 6 atau 7 besar. Tetapi kalau saya start dari belakang, sangat sulit untuk mengejar,” pungkas anak didik Kenan Sofuoglu (mantan pembalap Superbike) itu.

Menjelang TT Assen akhir pekan ini (26-28 Juni), Toprak berada di peringkat 21 dengan perolehan 11 poin dalam klasemen. Sementara Quartararo ke-16 dengan 37 poin, Rins ke-19 dengan 12 poin, dan Miller ke-20 dengan perolehan poin yang sama dengan Toprak 11 poin.






