Home MotoGP Emilio Alzamora: Tanpa Bakat Selevel Marc Marquez atau Rossi, Pembalap Harus Punya...

    Emilio Alzamora: Tanpa Bakat Selevel Marc Marquez atau Rossi, Pembalap Harus Punya Modal Ini!

    Emilio Alzamora - Marc Marquez - Valentino Rossi
    Emilio Alzamora - Marc Marquez - Valentino Rossi

    RiderTua.com – Emilio Alzamora merupakan mantan manajer Marc Marquez yang sudah bekerja dengannya selama 17 tahun. Alzamora-lah sosok yang menemukan bakat Marquez sejak dini. Hubungan yang dimulai sejak The Baby Alien berusia 12 tahun itu akhirnya berakhir pada 2022.

    Alzamora mengungkapkan kesannya terhadap Marquez. “Marquez tidak selalu mencari konsistensi, tetapi dia adalah juara dunia yang luar biasa dan mentalitasnya adalah untuk menang. Hal itulah yang membuatnya sering melakukan kesalahan, yang tidak akan terjadi jika dia lebih tenang. Namun kalau melihat semua gelar dunia yang dia raih dengan mentalitas seperti itu, saya rasa semuanya sepadan. Strateginya berhasil. Hasil akhir adalah yang terpenting,” ungkap manajer asal Spanyol itu.

    Emilio Alzamora: Ketika Seorang Pembalap Tidak Punya Bakat Sebesar Marc Marquez atau Valentino Rossi, Maka Dia Harus Lebih Konsisten

    Marc Marquez
    Marc Marquez

    “Ketika seorang pembalap tidak punya bakat sebesar Marc Marquez atau Valentino Rossi, maka dia harus lebih konsisten. Pada 1999 saya tahu saya kuat, tetapi saya punya kekurangan pada motor terutama dalam hal kecepatan murni. Saya tahu bahwa konsistensi adalah kunci untuk menang,” ungkap Emilio Alzamora yang merupakan juara dunia 125cc FIM pada 1999.

    Bagaimana Alzamora menemukan Marc Marquez? “Saya mulai bekerja di sebuah sekolah balap di Barcelona ​​​​sebagai manajer tim. Seorang teman saya yang mengikuti motocross, memberi tahu saya tentang anak ini, Marquez sangat cepat dan punya gaya menikung yang spesial. Kemudian saya melihatnya untuk pertama kalinya saat pesta pensiun saya di Catalunya bersama federasi balap. Semua pembalap muda yang akan saya latih semuanya datang, dan di situlah saya bertemu Marc dan ayahnya,” jawab manajer yang saat ini berusia 53 tahun itu.

    Alzamora tak menyangka Marquez terbilang sangat dewasa untuk anak seusia dia. “Dia masih berusia 12 tahun tetapi ketika berbicara dengannya, kita dapat melihat bahwa dia sangat dewasa, selalu memperhatikan, dan selalu fokus. Dia tidak seperti anak yang lain, yang sibuk bermain sepak bola dan kurang berpengalaman. Selain itu, dia sangat berani dan sangat cepat,” tegasnya.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Jeremy Burgess - Valentino Rossi - Honda
    Jeremy Burgess – Valentino Rossi – Honda

    Alzamora melanjutkan, “Waktu itu tubuhnya terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan teman-temannya. Satu-satunya yang bikin saya bertanya-tanya adalah, apakah dia akan tumbuh besar atau apakah dia akan tetap kecil seperti Dani Pedrosa. Tetapi hal pertama yang membuat saya terkesan adalah kedewasaannya.”

    Alzamora juga mengungkapkan beberapa momen yang menunjukkan betapa spesialnya Marc Marquez. “Ada tiga. Yang pertama balapan di Portimao. Saat itu dia jatuh di grid start, masuk pit, start dari posisi terakhir, dan menang. Seluruh paddock menyorotinya. Yang kedua saat di Moto2. Pada tes pertamanya di Valencia, dia berhasil memecahkan rekor trek. Yang ketiga dalam sesi latihan di Austin pada 2013, dia lebih cepat 1 detik dari semua pembalap. Setiap kali melihatnya saya selalu bilang, ‘anak ini istimewa’,” imbuhnya.

    Alzamora juga ikut sedih, Marquez absen balapan karena cedera setelah mengamankan gelar dunia MotoGP ke-7nya tahun lalu. “Jika tidak ada di sana, kita tidak melihat semuanya. Sayang sekali tahun lalu nasibnya buruk, crash setelah memenangkan gelar dunia. Semoga dia bisa kembali ke performa terbaiknya saat comeback,” ujarnya.

    Emilio Alzamora - Marc Marquez
    Emilio Alzamora – Marc Marquez

    Selain cedera pada kaki kanannya, Marquez juga mengalami masalah bahu. Namun kini kedua cedera tersebut sudah dioperasi. Bukankah situasinya mirip dengan cedera sebelumnya? “Ya, memang cukup mirip. Dia mencoba melihat, apakah dia masih kompetitif. Pasca operasi, wajar jika membutuhkan waktu pemulihan untuk mendapatkan kembali kekuatan. Sayangnya, tampaknya cedera itu masih mengganggunya,” kata Alzamora.

    Alzamora juga menegaskan bahwa Marquez balapan bukan hanya demi uang. “Marc berada di lintasan karena dia ingin menang, bukan sekedar untuk balapan atau demi uang. Dia seorang pemenang. Jika dia kembali, saya yakin itu untuk bertarung dan menang,” tegasnya.

    “Marc Marquez merupakan pembalap yang sangat komplet. Bukan berarti pembalap lain tidak mampu. Tetapi kemampuan untuk memberikan segalanya selama 365 hari dalam setahun, menjalani 22 balapan, dan dituntut selalu tampil 100 persen, adalah hal yang mustahil. Namun setidaknya pembalap harus berada pada level 80 – 100 persen jika ingin memperebutkan gelar dunia. Itulah yang perlu dipelajari oleh pembalap generasi baru ini,” pungkas Alzamora yang saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Motorsport di SeventyTwo Agency, di mana fokus pada pencarian dan pengembangan talenta-talenta muda untuk dipersiapkan menuju ajang Grand Prix.

    Emilio Alzamora - Marc Marquez-1
    Emilio-Alzamora – Marc-Marquez

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini