Home MotoGP Aturan Baru MotoGP Batasi Pembalap Italia, Bagaimana Nasib Akademi Valentino Rossi?

    Aturan Baru MotoGP Batasi Pembalap Italia, Bagaimana Nasib Akademi Valentino Rossi?

    Kimi Antonelli - Valentino Rossi - VR46
    Kimi Antonelli - Valentino Rossi - VR46

    RiderTua.com – Wah kalau benar dengan aturan baru MotoGP ini akan ada rencana pengurangan ‘jatah’ pembalap Italia dan Spanyol. Kira-kira akan seperti apa ya bro tingkat persaingan MotoGP di masa depan? Semakin beragam dan seru, atau justru kurang menarik, karena banyak pembalap hebat datang dari dua negara tadi akan dipaksa pensiun.

    Sebuah langkah berani yang bisa dikatakan sebagai bentuk apresiasi kepada pembalap diluar dua dominator tadi (Spanyol-Italia) atau malah akan korbankan talenta-talenta hebat demi mengejar inklusivitas ini?

    Daftar Isi

    Dilema Aturan Baru MotoGP: Mau Cari Pembalap Tercepat atau Cuma Cari Pemerataan Negara?

    Nah, awalnya beberapa waktu lalu, pihak manajemen MotoGP gencar menyuarakan tentang pentingnya peningkatan inklusivitas (keterlibatan berbagai kelompok secara adil tanpa membeda-bedakan latar belakang) di dalam ajang balap dunia ini. Singkatnya, mereka ingin melirik lebih banyak pembalap dari berbagai negara untuk menemukan berbagai talenta baru yang bisa dimasukkan ke dalam kejuaraan. Langkah ini juga didukung oleh Liberty Media, kurang berkenan dengan dominasi serta banyaknya pembalap Italia dan Spanyol saat ini.

    Bahkan di kelas MotoJunior, sebuah aturan baru ini telah diperkenalkan untuk memberikan keuntungan bagi tim-tim yang mau merekrut pembalap diluar negara Italia dan Spanyol. Namun, apakah inklusivitas ini benar-benar berjalan baik dan meritokratis (sistem yang memberikan penghargaan atau posisi berdasarkan kemampuan dan prestasi nyata, bukan karena faktor keturunan, kekayaan, atau asal negara)?

    Mengincar Lebih Banyak Pembalap dari Berbagai Negara

    Carmelo Ezpeleta - MotoGP - Aturan Baru MotoGP
    Carmelo Ezpeleta -Aturan Baru MotoGP

    Menurut pengamat, ada hal positif dari aturan baru MotoGP ini: Talenta hebat tak berkumpul di negara-negara tertentu saja, jadi sangat bagus untuk memantau bibit-bibit muda dari belahan dunia lain. Memang tak bisa dipungkiri bahwa talenta-talenta terbaik saat ini mayoritas berasal dari Spanyol berkat kebijakan nasional mereka yang sangat mendukung pembinaan pembalap cilik sejak dini, lalu menyaring yang paling berbakat untuk melangkah ke jenjang berikutnya.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Namun, hal ini tak boleh menutup pintu bagi pembalap dari negara lain. Kejuaraan Talent Cup yang lahir dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari kawasan Amerika Selatan, Eropa Utara (Northern), hingga Asia, dibuat justru untuk tujuan memberikan kesempatan lebih bagi anak-anak dari negara yang selama ini kurang dilirik. Sekaligus menciptakan pathway (jalur penjenjangan karier) khusus yang bisa membawa mereka ke kejuaraan junior sebagai batu loncatan sebelum akhirnya, suatu hari nanti, menembus panggung MotoGP.

    David Alonso - Fabio Quartararo
    David Alonso – Fabio Quartararo

    Tantangannya: Naik Kelas karena Prestasi atau karena Paspor?

    Nah ini yang agak ruwet, muncul pertanyaan besar: apakah kebijakan seperti ini benar-benar efektif? Apalagi saat ini mulai banyak terjadi fenomena yang terkesan ‘dipaksakan’. Di kancah MotoGP, kita melihat David Alonso, seorang pembalap muda yang bakatnya tak perlu diragukan lagi, sebenarnya lahir dan besar di Spanyol, namun memilih balapan di bawah bendera Kolombia karena faktor garis keturunan ibunya. Valentin Perrone, yang juga lahir dan besar di Spanyol, balapan membawa bendera Argentina karena alasan yang sama. Fenomena serupa juga banyak terjadi di kejuaraan-kejuaraan junior…

    “Hak istimewa berdasarkan paspor” seperti ini juga terjadi di kelas utama MotoGP, dan kita masih bisa melihat dampaknya baru-baru ini. Memberikan ruang bagi berbagai kewarganegaraan memang masuk akal, tetapi langkah ini bukan berarti selalu menjadi penghargaan bagi talenta terbaik.

    Malah sebaliknya, terkadang pembalap muda berbakat justru dikorbankan dan dipinggirkan hanya demi formalitas pemerataan asal negara tersebut. Oleh karena itu, tampaknya perlu dirumuskan aturan yang lebih seimbang untuk menjamin agar para pembalap yang benar-benar berkualitas tetap mendapatkan akses, sehingga level kompetisi di kejuaraan yang berlabel kasta tertinggi dunia ini tetap terjaga mutunya. Disaring secara ketat khusus Spanyol & Italia aja, karena udah kebanyakan!

    VR46 Riders Academy - Marco Bezzecchi
    VR46 Riders Academy – Marco Bezzecchi

    Grup Akademi Valentino Rossi Gimana?

    Menurut saya sih sisi positifnya adalah pemerataan pembalap mencakup banyak negara, tak membosankan, negara lain jadi merasa diperhatikan. Namun sisi negatifnya bakat-bakat kuat dari dua negara tadi akan dikemanakan? bikin liga baru tandingan? Akademi seperti milik Valentino Rossi harus mencari pembalap dari berbagai negara juga?

    Dan satu lagi ini hanya opini saya saja, ojo nesu: Karena tujuan paling akhir dan mendasar dari VR46 Riders Academy milik Valentino Rossi adalah membawa pembalap muda Italia mendominasi panggung dunia dan menjadi Juara Dunia MotoGP. Maka, pada akhirnya, regulasi pembatasan kuota negara dari Liberty Media ini memang bagai pisau bermata dua.

    Di satu sisi, MotoGP akan menjadi panggung yang lebih universal dan global. Namun di sisi lain, bagi ekosistem balap Italia dan Spanyol, aturan ini bisa menjadi ‘kiamat kecil’ yang memaksa akademi besar sekelas VR46 Riders Academy untuk memutar otak demi menyalurkan bakat-bakat terbaik mereka ke kelas premier.

    Memang, VR46 Riders Academy tak akan otomatis turun kasta menjadi sekadar mengantar pembalapnya ke ‘tingkat nasional’ saja. Namun berisiko menghadapi efek penyumbatan (bottleneck) alias tak bisa menyalurkan bakat pembalapnya ke jenjang paling bergengsi. Om Vale memang akan tetap melatih pembalap level dunia, tetapi menyalurkan muridnya ke MotoGP akan menjadi jauh lebih kompetitif, hanya yang terpilih saja bisa lolos, karena jatah kursi untuk pembalap Italia dipangkas habis-habisan. (rt)

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini