RiderTua.com – Apes benar nasib Jorge Martin di GP Catalunya kali ini. Rider tim pabrikan Aprilia itu mengalami 4 kali crash dalam 2 hari di sirkuit Montmelo yakni di FP1 Jumat pagi, pra kualifikasi Jumat sore, di sesi Q1 Sabtu pagi, dan dalam sprint race Sabtu sore.
“Saya minta maaf. Saya sadar telah membuat pekerjaan tim menjadi lebih banyak. Ini tidak terlalu buruk bagi saya, karena saya hanya mengalami cedera ringan dalam crash tersebut. Tetapi para teknisi-lah yang bekerja tanpa henti,” ujar Martin.
Jorge Martin: Jujur, Saya Tidak Terlalu Suka Balapan di Spanyol! Terlalu Berisik!

Soal crash yang dialaminya, Jorge Martin menjelaskan, “Crash pertama terjadi karena ban masih terlalu dingin, begitu juga saat crash kedua. Pada crash ketiga, saya memacu motor dengan gila-gilaan. Saat itu saya melibas lintasan yang kotor, dan selesailah semuanya. Tapi saya tidak bisa menjelaskan crash yang keempat. Yang terpenting, semuanya sudah terjadi dan kita harus terus melangkah maju. Saya sangat cepat di Tikungan 10, mungkin terlalu cepat. Jadi, saya harus lebih berhati-hati disana.”
Apakah crash ini karena Martin terlalu antusias usai menyapu bersih 2 kemenangan di Le Mans sebelumnya? “Jujur, saya tidak terlalu suka balapan di Spanyol. Terlalu berisik dan terlalu banyak orang. Maksudku saya menyukai para penggemar dan segalanya, tetapi terlalu berisik dan terlalu ramai. Tentu saja tim membantu saya agar tetap fokus dan berada di kondisi mental yang saya inginkan. Tetapi ya, saya lebih suka balapan di tempat lain dan saya lebih santai di sana daripada di sini,” tegas juara dunia MotoGP 2024 itu.

Sebenarnya Martin punya potensi dalam sprint race. Start dari posisi ke-9, rider berusia 27 tahun itu sudah berada di belakang Fabio Di Giannantonio dan Raul Fernandez sebelumnya akhirnya crash dimana kedua rider tersebut bertarung memperebutkan podium hingga garis finis.
“Saya rasa, sebenarnya saya bisa meraih podium atau bahkan mampu bersaing untuk memperebutkan kemenangan hari ini. Tetapi hari ini adalah hari ini, dan itu sudah berakhir. Besok saya akan mencoba menikmati race utama hingga garis finis, itulah target saya untuk besok,” pungkas sang Martinator.
BTW, rekan setimnya Marco Bezzecchi juga kesulitan di GP Catalunya. Setelah gagal langsung lolos ke Q2, dia hanya mampu mencetak 1 poin dalam sprint setelah finis ke-9. Rider Italia itu berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemuncak klasemen, kini keunggulannya bertambah menjadi 2 poin atas Martin.







