RiderTua.com – Bro sekalian, pembalap juga manusia.. meskipun terlihat garang di lintasan, saling sikut saat balapan, dan berani memacu motor lebih dari 300 km/jam, pada akhirnya mereka juga bisa runtuh secara emosional… ketika tubuh mereka mulai tidak sanggup lagi menahan rasa sakit.
Marc Marquez mungkin selama ini terlihat seperti ‘monster’ di atas motor..!! Jatuh, bangkit…. jatuh lagi… lalu tetap gaspol. Tapi di balik helm dan senyum khasnya itu, ternyata ada rasa takut, tekanan, dan rasa frustrasi yang selama ini ia pendam sendiri.
Momen saat Marc menangis tersedu-sedu di depan staf Ducati justru memperlihatkan sisi manusianya. Bahwa sekuat apa pun seorang rider MotoGP, ada titik di mana mental dan tubuh benar-benar kelelahan.
▶Daftar Isi
Pemandangan Marc Marquez yang Menangis Tersedu-sedu Saat Memberi Tahu Staf: “Selama Ini Aku Menjalani Balapan Hanya dengan Satu Tangan…”
Apa sebenarnya yang terjadi di balik garasi Ducati saat MotoGP Le Mans??.. Dokumenter internal Ducati (INSIDE Ducati Lenovo Team – S02 Episode 05 FrenchGP) memperlihatkan momen yang cukup mengejutkan. Setelah mengalami highside crash… Marc Marquez akhirnya membuka kondisi tubuhnya yang selama ini ia sembunyikan dari publik. Di depan staf tim, ia sampai menangis .. dan tak mampu menahan emosinya.
Video tersebut juga memperlihatkan berbagai situasi menarik lain, termasuk kisah yang melibatkan Pecco Bagnaia, hingga hubungan keseharian Marc dan Pecco di dalam tim Ducati. Buat fans MotoGP, episode ini benar-benar wajib ditonton…!!
Marc Marquez berujar… “Maaf karena selama ini aku memilih diam. Lengan kananku sudah tak bisa bergerak seperti yang kuinginkan. Selama ini aku menjalani balapan seperti hanya memakai satu tangan…” katanya..
Setelah crash hebatt di Le Mans, Marc Marquez akhirnya mengungkap masalah serius pada bahu kanannya di depan para staf Ducati. Ia bahkan sempat menangis tersedu dan menunduk saat menceritakan semuanya…
Betewe…Marc sebelumnya mengatakan bahwa ia baru menyadari masalah tersebut saat seri Jerez. Namun kenyataannya, ia diduga sudah mengetahui kondisi itu sejak awal musim bro.. dan memilih menyimpannya sendiri…walahhh…

Yang ngerii di pundak kanan Marc terdapat baut khusus hasil operasi lama untuk mengatasi cedera dislokasi bahu yang berulang. Namun pada akhir musim lalu di Mandalika, saat ia ditabrak Marco Bezzecchi hingga terjatuh, posisi baut tersebut ternyata bergeser..wuihhh!!.
Nahhh… Masalah mulai muncul nihh ketika baut itu menyentuh saraf radial yang menghubungkan bahu hingga lengan nya broo… dan sejak saat itu, performa balap Marc mulai terganggu… melorot meskipun diakui motor Ducati juga kalah dari Aprilia yang performanya juga meningkat pesatt!
Dannn, yang paling merepotkan adalah: gangguan itu muncul tanpa peringatan atau tanda-tanda awal broo… Karena, dalam satu lap Marc masih bisa melaju sangat cepat bahkan memecahkan rekor lintasan, tetapi di lap berikutnya tiba-tiba lengannya mati rasa dan kehilangan tenaga hingga menyebabkan highside crash. Situasi itulah yang terjadi sepanjang akhir pekan Le Mans… nahhh gitu to ternyata… jadi fisiknya juga pengaruh nih masbroo..ada gangguann lahh…

Marc kini sudah menjalani operasi untuk melepas baut tersebut. Namun muncul pertanyaan baru nihhh–> bagaimana dampaknya setelah komponen yang selama ini menopang bahunya justru diangkat? ini yang menarik dan bikin penasaran.. karena dia juara bertahan…
Dokternya sih bilang bahwa melkukan operasi sekarang aman dan perlu dilakukan. Tetapi apakah hasilnya benar-benar akan mengembalikan kondisi Marc sepenuhnya?? Itu masih menjadi tanda tanya besar…
Dalam crash di Le Mans, Marc juga mengalami patah tulang di kaki kanan. Bersamaan dengan operasi kakinya, ia sekaligus menjalani operasi pada bahunya… Ini mirip isitlah sudah jatuh ketimpa tangga bro…
Karena itu, Marc dipastikan absen pada MotoGP Catalunya akhir pekan ini. Ia menargetkan akan kembali balapan alias comeback di Mugello pada akhir bulan, tetapi semuanya tetap bergantung pada perkembangan pemulihannya, jangan maksaa. Jika kondisinya belum cukup baik, comeback tersebut bisa saja kembali tertunda.

Sejatinya sejak awal musim, Marc berkali-kali mengatakan bahwa dirinya belum berada dalam kondisi fit 100% untuk bertarung memperebutkan gelar juara dunia. Namun setiap kali ditanya alasannya, ia selalu menghindar..entah kenapa dia menutupi? Marc bahkan pernah berkata bahwa ia tidak ingin membahasnya di depan kamera karena bisa membuat dirinya menangis… loh yaa..
Dari situ sebenarnya sudah terlihat bahwa Marc memahami betapa serius masalah di bahu kanannya. Ia tahu kondisi itu bisa menjadi ancaman besar bagi karier balapnya… Namunn dunia MotoGP sangat kejam bin tak kenal ampunn… Begitu seorang rider memperlihatkan kelemahan, lawan-lawannya akan langsung memanfaatkannya. Karena itulah Marc terus memaksa balapan dengan kondisi bahu yang sebenarnya sudah tidak normal…Bushehhhh!!!
Dan hasilnyaa–> Ia terus jatuh dan jatuh, terus memaksa diri bangkit, sampai akhirnya tubuhnya sendiri seperti berkata bahwa semuanya sudah mencapai batasnya…!

Apakah Marc Bisa Pulih 100%..?
Dengan banyaknya seri yang terlewat tanpa poin, peluang Marc Marquez untuk merebut gelar musim ini kini nyaris habis. Bahkan jika nanti ia berhasil kembali balapan, pertanyaan terbesar tetap ada: apakah saraf di bahu kanannya bisa benar-benar pulih seperti semula?
Jika gangguan itu masih terus muncul, Marc mungkin harus mengambil keputusan besar dalam hidupnya (pensiun). Hal itu diungkapkan oleh Dani Pedrosa, mantan rekan setimnya di Repsol Honda. Dan masalah Marc bukan cuma cedera kali ini saja. Tubuhnya sudah dipenuhi bekas luka dan kerusakan akibat begitu banyak crash sepanjang kariernya… dia manusia biasa bro bukan robot…
Kini pertanyaannya hanya tinggal satu: sampai kapan Marc bisa terus ‘memaksa’ tubuhnya bertahan dan seolah ‘baik-baik saja’ untuk balapan?
Di usia 33 tahun, Marc Marquez tampaknya sedang memasuki fase paling sensitif dan menentukan dalam kariernya. Sepanjang musim ini, kamera berkali-kali menangkap Marc di garasi sebelum balapan sambil memegangi bahu kanannya dan menundukkan kepala dengan wajah kesakitan….
Itu jelas bukan kondisi yang baru muncul di Jerez seperti yang sempat ia katakan. Tanda-tandanya sebenarnya sudah terlihat sejak seri pembuka musim.
Selama ini publik juga tidak benar-benar tahu seperti apa gangguan saraf yang dialami Marc. Namun dalam dokumenter Ducati tersebut, Marc akhirnya menjelaskan bahwa masalah itu muncul saat ia mengambil posisi tertentu di atas motor.

“Tiba-tiba lengannya mati rasa, kesemutan, lalu kehilangan tenaga begitu saja….”
Sebagai informasi saja: Saraf radial yang bermasalah itu sebenarnya adalah saraf yang sama seperti saat seseorang membenturkan siku lalu muncul rasa ngilu dan kesemutan. Bayangkan jika bagian saraf utamanya terus bergesekan langsung dengan baut di dalam bahu…. dampaknya tentu bisa sangat serius…!!!
Kalau operasi ini berhasil menyelesaikan masalahnya, maka Marc mungkin masih punya kesempatan untuk kembali kompetitif. .. Namunnn, jika gangguan tersebut tetap ada, maka situasinya bisa berubah menjadi jauh lebih serius bagi masa depan Marc Marquez…
Menurut saya nih…(opini aja ya) : Intinya kasus Marc Marquez ini jadi pengingat keras buat semua rider, baik profesional maupun kita yang hobi track day. Pembalap memang punya nyali baja, tapi fisik tetap ada batasnya. Belajar dari pengalaman pahit sebelumnya (Jerez 2020), kondisi fit 100% adalah harga mati sebelum kembali memuntir gas di lintasan balap…
Memaksakan diri saat kondisi belum pulih benar hanya akan berujung pada risiko cedera lanjutan yang jauh lebih parah. Jika sudah terjadi komplikasi, proses penyembuhannya bukan lagi hitungan minggu, tapi bisa memakan waktu semusim penuh. Seperti yang dialami Marc, balapan dengan menahan sakit luar biasa sampai harus “mengandalkan satu tangan” bukanlah cara yang ideal untuk meraih kemenangan… masih banyak waktu, segala sesuatu ada masa-nya..
Pesan moralnya nih: Jangan pernah meremehkan proses recovery. Lebih baik absen beberapa seri untuk kembali lebih kuat, daripada memaksakan tampil “setengah sehat” tapi malah mengakhiri karier lebih cepat karena cedera yang tak kunjung usai… ciaooo…
Kalau mau diskusi lebih hangat di FP MotoGPCrash: Marc Marquez Sempat Menangis di depan stafnya: “Selama ini aku menjalani balapan hanya dengan satu tangan…”







