RiderTua.com – Dalam kondisi hujan, Marc Marquez berhasil memenangkan sprint di Jerez meski sempat terjatuh. Namun pada race hari Minggu, rider Ducati Lenovo itu mengalami crash horor di tikungan 11 yang membuat motornya hancur. Beruntung dia tidak mengalami cedera. Namun banyak yang beranggapan bahwa crash tersebut merupakan ‘balasan’ yang diterima Marquez akibat melakukan taktik ‘tidak biasa’ saat masuk ke pit melalui jalur yang tidak semestinya saat sprint (potong kompas)…
“Crash tersebut bukan sesuatu yang istimewa, tidak ada penjelasan soal itu. Saya melakukan sesuatu yang salah karena saya terjatuh. Lupakan dan lanjutkan,” ujar juara dunia 9 kali itu.
Marc Marquez: Balapan dalam Kondisi Hujan, Penuh dengan Ketidakpastian!

Menjelang GP Prancis akhir pekan ini Marc Marquez menempati peringkat 5 dengan perolehan 57 poin dalam klasemen, selisih 44 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia).
Rider berusia 33 tahun itu mengungkapkan kelemahan terbesarnya. “Kami menunjukkan kecepatan. Kami memang cepat, tetapi kami tidak menunjukkan konsistensi yang dibutuhkan untuk memimpin klasemen,” tegas Marquez.
Itulah sebabnya Marquez menekankan pentingnya tes Jerez. Karena dalam tes, pembalap bisa menjajal komponen yang tidak sempat dicoba saat balapan akhir pekan. Menurutnya, kalau benar-benar ingin bertarung memperebutkan gelar dunia maka harus melakukan beberapa perbaikan. Rencananya beberapa pembaharuan atau up-date motor akan digunakan di Le Mans akhir pekan ini, tergantung kondisi cuaca.

Siapa pembalap yang bagus saat wet race? “Mungkin peningkatan performa Johann Zarco dari kondisi dry race ke wet race bahkan lebih besar,” jawab Marquez.
Lalu rider berjuluk Baby Alien itu menjelaskan gaya balap saat hujan. “Dalam kondisi hujan kita harus menyatu dengan motor, menjaga kecepatan saat menikung, dan membawa momentum keluar dari tikungan, itu lebih ringan untuk ban. Dalam kondisi dry race, di MotoGP yang terjadi justru sebaliknya, stop and go. Tetapi itu tergantung pada feel kita terhadap motor,” jelasnya.
Menurut prakiraan cuaca, akhir pekan ini Le Mans berpotensi hujan. Jelas, kondisi ini bukan yang diinginkan Marquez. “Jika kita ‘njagakake’ hujan itu artinya kita tidak cepat di lintasan kering. Balapan dalam kondisi hujan selalu sulit diprediksi, tergantung pada trek, ban, dan seberapa banyak air di lintasan,” tegas pemenang balapan 99 kali itu.

Adiknya Alex Marquez berhasil memenangkan race utama di Jerez. Bahkan rider Gresini itu sempat menyalip Marc sebelum kakaknya itu crash. “Saya masih bisa memaksimalkan potensi pada motor. Seperti yang kita lihat di Jerez, Alex bekerja cukup baik dengan Ducati. Itu selalu soal kompromi antara pembalap dan motor. Kalau feel kita pada motor baik, performa pembalap juga akan meningkat,” pungkas Marc Marquez.
Silakan Diskusi Lebih Seru disini: Marc Marquez: Balapan dalam Kondisi Hujan, Penuh dengan Ketidakpastian!






