RiderTua.com – Bro pembaca RiderTua sekalian, update ini cukup menarik. Scott Redding pernah membalap di MotoGP selama 5 tahun (2014-2018) dan meraih 2 podium. Rider asal Inggris itu pernah membalap untuk Honda, Ducati, dan terakhir Aprilia. Dia menyoroti kurangnya pembalap Inggris di kejuaraan dunia balap motor saat ini.
“Spanyol dan Italia adalah pusatnya balap motor, di sanalah uangnya berada. Saya tidak ingin berbicara buruk tentang kejuaraan ini, ini yang terbaik di dunia. Tetapi kalau kita melihat pembalap di tim pabrikan, terutama dalam 3 tahun terakhir, nyaris semuanya orang Spanyol dan Italia,” ujar Redding..
Scott Redding: Hanya Karena Marc Marquez, Aturan di MotoGP Dihapus!
Sebagai informasi, sejak 2020 Inggris tidak punya perwakilan di MotoGP setelah Cal Crutchlow dan Bradley Smith berkompetisi di musim terakhir mereka. Bahkan tahun ini, tidak ada pembalap Inggris di MotoGP atau di Moto2. Pembalap Inggris terakhir di Moto2 adalah Jake Dixon yang tahun ini pindah ke Superbike.

Pembalap Inggris yang meraih gelar dunia terakhir adalah Danny Kent yang menjadi juara dunia Moto3 pada 2015. Sementara podium terakhir pembalap Inggris di MotoGP terjadi pada 2019, yakni ketika Crutchlow yang saat itu membalap untuk tim LCR Honda finis ke-3 di GP Jerman.
Redding juga menyinggung aturan yang dihapus sesaat sebelum Marc masuk ke MotoGP. “Dulu ada aturan bahwa pembalap pemula (rookie) harus balapan selama 1 atau 2 tahun di tim satelit sebelum naik ke tim pabrikan. Namun aturan tersebut dihapus saat Marquez tiba di MotoGP dan dia langsung bergabung dengan tim pabrikan Repsol Honda,” ungkap rider berusia 33 tahun itu.
Redding melanjutkan, “Ketika berada di level itu, kita tidak hanya dirugikan karena kita hanya mengendarai motor satelit tetapi juga karena masalah uang. Selain bayaran yang jauh lebih kecil dibanding pembalap Spanyol atau Italia, kita juga harus membayar sendiri untuk latihan. Kita harus pergi ke Spanyol dan Italia untuk berlatih 3 kali seminggu. Sedangkan mereka enak, latihan dekat dari rumah, punya uang, dan tinggal di negara tempat kejuaraan ini berkembang. Jelas situasinya lebih menguntungkan mereka.”

“Ada banyak pembalap hebat. Saya tidak ingin meremehkan mereka, tetapi ada beberapa pembalap seperti Alex Rins yang sudah bertahun-tahun di tim pabrikan Yamaha. Dan saya bertanya-tanya, ‘kenapa’? Dia pembalap yang bagus, tetapi dia sering cedera dan tidak konsisten. Menurut pendapat saya, dia seharusnya tidak berada di sana. Tetapi dia orang Spanyol, mungkin dia punya koneksi yang dapat membantunya.”
“Kita harus menerima kondisi yang ada, dan menjadi orang Inggris tidak membuat segalanya lebih mudah. Sungguh ‘gila’ tidak ada pembalap Inggris di MotoGP atau Moto2,” pungkas Redding.

Pada 2019 Redding pindah ke British Superbike dan sukses memenangkan gelar dunia bersama Ducati. Setahun kemudian dia pindah ke World Superbike di tim pabrikan Aruba.it Ducati. Lalu dia kembali ke British Superbike mulai 2025.






