Home MotoGP Jack Miller: Mesin Moto3 Jadi 700cc 2-Silinder? Saya Tidak Setuju!

    Jack Miller: Mesin Moto3 Jadi 700cc 2-Silinder? Saya Tidak Setuju!

    Yamaha YZF-R7 - Moto3
    Yamaha YZF-R7 - Moto3

    RiderTua.com – Bro-Sis RiderTua lovers. Jack Miller melakoni debutnya di kejuaraan dunia balap motor di kelas 125cc pada 2011. Pada 2014, dia duel melawan Alex Marquez untuk memperebutkan gelar dunia Moto3. Namun sayangnya dia harus puas sebagai runner-up. Dan di tahun berikutnya, rider asal Australia itu langsung naik ke MotoGP tanpa ke Moto2 terlebih dulu seperti kebanyakan pembalap.

    Pada 2027, MotoGP akan mengalami perubahan teknis dan saat ini semua pabrikan sedang fokus untuk menyiapkannya (motor 850cc, aerodinamis dibatasi, tanpa ride height device, dan ban Pirelli). Di sisi lain, kelas Moto3 diperkirakan akan mengalami transformasi pada 2028. Kabarnya mesin 250cc 1-silinder yang saat ini digunakan yang dipasok oleh KTM dan Honda, diperkirakan akan digantikan oleh mesin 700cc 2-silinder berbasis produksi dari 1 pemasok saja dengan tujuan agar biayanya lebih murah.

    Jack Miller: Mesin Moto3 Jadi 700cc? Saya Tidak Setuju, Tapak Ban Saja yang Dikurangi

    Jack Miller
    Jack Miller

    Jack Miller tak menampik bahwa perubahan memang diperlukan. Tapi menurutnya, jika tujuan utamanya hanyalah menonjolkan para pembalap top ketimbang rider lain, hal ini bisa dicapai dengan cara yang sederhana yakni mengurangi lebar ban.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Rider berusia 31 tahun itu menegaskan, “Saya rasa memang perlu ada perubahan. Tapi soal mesin yang lebih besar, saya tidak sepenuhnya setuju. Menurutku tapak bannya saja yang diperkecil.”

    Miller menjelaskan bahwa dalam 20 tahun terakhir tren di semua kelas baik di Moto3, Moto2, dan MotoGP menggunakan ban yang semakin besar. “Sekarang tapak ban (contact patch) lebih besar. Di Moto3 saat ini, banyak pembalap yang selamat dari situasi yang berbahaya karena bannya sangat bagus dan cengkeramannya besar. Tenaganya juga tidak cukup besar untuk membuat ban spin liar atau hal ekstrem lainnya. Jadi, kecuali benar-benar melakukan kesalahan besar jarang terjadi highside yang parah. Jadi menurutku, hanya dengan mengurangi lebar ban maka persaingan akan lebih tersebar dan gap antar pembalap tidak terlalu rapat,” ungkap Miller.

    Jack Miller
    Jack Miller

    Meski begitu, Miller paham bahwa biaya menjadi alasan utamanya. Tapi dia meragukan apakah penggunaan mesin berbasis produksi massal benar-benar sesuai dengan filosofi balap? Dan apakah benar-benar murah setelah dimodifikasi untuk balapan?

    Miller mengatakan, “Saya paham mereka ingin menggunakan mesin berbasis produksi karena pasar saat ini belum menyediakan mesin balap 250cc yang dibuat khusus untuk balap. Tetapi pada akhirnya, ini adalah balap grand prix. Saya rasa mesin berbasis produksi tidak akan membuat biaya lebih murah bagi tim.”

    “Menurutku mesin yang dibuat khusus untuk balapan dengan gearbox yang tepat dan sebagainya, jauh lebih baik bagi tim. Jadi tim tidak perlu membeli mesin standart lalu harus memodifikasinya lagi. Mesin tersebut sudah dirancang khusus untuk kebutuhan balap. Jadi saya kurang setuju dengan konsep itu dalam Grand Prix. Di Moto2 sudah memakai mesin produksi, tetapi sasisnya masih bebas dikembangkan,” imbuh rider Pramac Yamaha itu.

    Moto3-surga-Slipstream-2
    Moto3

    Terlepas dari keraguannya, Miller mendukung upaya untuk meningkatkan keselamatan di kelas junior dan berharap mesin yang lebih besar akan membuat persaingan lebih merata. “Setidaknya mereka melakukan sesuatu. Saya percaya Moto3 perlu diubah agar sedikit lebih aman dan mereka mengambil langkah untuk mencoba memperbaikinya,” ujarnya.

    Miller membandingkannya dengan balapan Supersport 300 yang menurutnya kurang aman karena motornya tidak bertenaga tapi menggunakan ban yang sangat besar. “Akhirnya gap antar pembalap menjadi sangat rapat dan berpotensi terjadi crash yang cukup serius. Saya rasa jika kemampuan dan skill pembalap bisa membedakan posisi mereka, itu akan membantu,” pungkas rider berjuluk Thriller Miller itu.

    BTW, untuk 2026 Kejuaraan dunia Supersport 300 digantikan oleh kelas Sportbike yang lebih besar.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini