RiderTua.com – Apa kabar Bro-Sis? Ada info seru nih dari meja redaksi RiderTua. Paul Trevathan yang saat ini menjadi kepala kru Pedro Acosta, merupakan mantan kepala mekanik Pol Espargaro saat dirinya masih menjadi pembalap reguler MotoGP. Hubungan keduanya sangat dekat sejak awal proyek MotoGP KTM. Hasil terbaik yang ditorehkan Pol adalah menyelesaikan musim 2020 di peringkat 5 dalam klasemen…
Setelah 4 tahun di tim Red Bull KTM (2017-2020), Pol pindah ke tim pabrikan Honda selama 2 tahun. Kemudian dia kembali ke KTM di tim satelit Tech3 dan kembali bekerja sama dengan Paul Trevathan hingga 2025.
Paul Trevathan: Pol Espargaro Berhasil Mengatasi Traumanya

Namun ‘bencana’ dalam karir balapnya terjadi pada 2023, ketika Espargaro mengalami crash horor setelah menabrak pembatas yang tidak terlindungi saat latihan di Portimao. Rider Spanyol itu menderita cedera yang sangat parah. 10 tulangnya patah yakni di leher, tulang belakang, tulang rusuk, rahang, serta cedera paru-paru. Bahkan cedera tulang belakang membuat tinggi badannya berkurang 1,5 cm. Sementara cedera rahang, membuat mulutnya tidak bisa dibuka selama sebulan.
“Saya melihat ke cermin, itu bukan wajah saya dan bukan tubuh saya. Saya tidak mengenali diri sendiri, dan itu sangat berat,” ujar Pol.
Cedera tersebut membuat Pol absen hingga jeda musim panas. Bahkan saat comeback, dia masih belum pulih sepenuhnya. Dia hanya mampu 1 kali mencetak poin, sebelum menyerahkan tempatnya kepada rider muda berbakat Acosta untuk 2024. Kemudian dia memutuskan gantung helm alias pensiun dan selanjutnya berperan sebagai tes rider KTM. Sejauh ini rider berusia 34 tahun itu 8 kali tampil baik sebagai entry wild-card dan pembalap pengganti.
Penampilan terakhirnya adalah ketika menggantikan Maverick Vinales yang cedera di Portimao pada November tahun lalu. Meski mengalami trauma berat, Espargaro bertekad untuk tampil apik di sirkuit tersebut. “Saya sangat bangga pada Pol karena mampu menghadapi traumanya,” ungkap Paul Trevathan.

Tidak akan ada yang menyalahkannya jika Pol menolak tawaran balapan di Portimao. Pit Beirer (Direktur motorsport KTM) sendiri juga menegaskan bahwa tidak ada tekanan untuknya. Dan Pol sendiriΒ bersikeras ingin menyelesaikan ‘dendam’nya dengan sirkuit itu.
Trevathan mengungkapkan, “Pit sampai bertanya kepadanya, apakah kamu benar-benar yakin mau melakukannya? Kalau kamu tidak mau, tidak apa-apa. Tapi Pol bilang, ‘saya punya dendam di sana yang harus saya selesaikan’. Dan dia tampil fantastis akhir pekan itu.”
Kembalinya Espargaro ke Portimao, sempat diawali dengan buruk ketika dia crash di menit-menit awal latihan bebas. Untungnya, dia tidak cedera dan crash kecil itu justru membantunya menghilangkan beban mentalnya.

Pol menjelaskan, “Secara psikologis, sangat penting untuk kembali ke pit dengan motor saya setelah crash kecil tadi pagi. Itu menambah kepercayaan diri yang saya butuhkan untuk menjalani sisa hari ini, karena tentu saja crash terakhir di sini sangat buruk.”
Kemudian Pol berhasil menempati posisi ke-5 di FP1 sehingga langsung lolos ke Q2, sekaligus menjadi pembalap KTM terbaik ke-2 setelah Acosta. Di sesi kualifikasi Sabtu pagi, dia berada di posisi ke-10. Dan dua kali finis ke-10 baik dalam Sprint dan race utama hari Minggu.
Sambil tersenyum Trevathan mengatakan, “Untuk pembalap pengganti, jujur βini benar-benar mengesankan. Menurutku kami punya tes rider tercepat di dunia, itu sudah jelas. Dan yang sangat saya sukai adalah ketenangannya saat balapan dan senyumnya. Karena dulu dia adalah orang yang sering memberi tekanan pada dirinya sendiri dan sering merasa cemas. Sekarang tekanannya sudah hilang. Dia benar-benar menikmatinya.”

Selain tetap menjadi tes rider KTM, kini Pol juga ‘nyambi’ kerja sebagai komentator TV sekaligus menjadi mentor dari kandidat peraih juara dunia Moto2 Dani Holgado.










