RiderTua.com – Bro pembaca RiderTua sekalian. Usai merampungkan 2 seri MotoGP pertama musim 2026, Pecco Bagnaia hanya menempati peringkat 13 dengan perolehan 10 poin dalam klasemen. Jelas, hasil ini lebih parah dari tahun lalu dalam periode yang sama.
BTW, dalam race utama GP Brasil akhir pekan lalu, Pecco crash di lap 11 dari 23 lap di tikungan pertama. Apa kesan rider Ducati Lenovo itu soal debut sirkuit Ayrton Senna di MotoGP? “Dari sudut pandang pembalap, treknya bagus dan sangat menyenangkan untuk dikendarai. Mereka benar-benar melakukan banyak hal untuk menyelenggarakan balapan akhir pekan yang luar biasa, tetapi sebenarnya treknya belum siap untuk balapan MotoGP,” jawab juara dunia MotoGP 2 kali itu.
Pecco Bagnaia: Untuk Trek Baru Seharusnya Diuji Dulu oleh Tes Rider dengan Motor MotoGP Seperti Dulu di Mandalika

Rencananya akan ada lebih banyak trek baru yang masuk ke kalender MotoGP pada 2027. Menurut Pecco Bagnaia, apakah standar dan prosedur uji kelayakan untuk menyetujui trek baru perlu diperbaiki? “Saya rasa tidak mudah untuk menjawab secara umum. Tetapi yang harus kita pertimbangkan adalah menguji trek sebelum balapan MotoGP pertama. Jujur saja, kita tidak dapat memahami batasan motor MotoGP dengan motor produksi,” tegas rider Ducati Lenovo itu.
Francesco Bagnaia melanjutkan, “Ini bukan pertama kalinya. Akan lebih baik jika setidaknya tes rider resmi MotoGP menjajal trek baru dengan motor MotoGP. Saya yakin itu ide yang bagus. Ketika trek Mandalika masih baru, ada pengujian dengan motor MotoGP sebelumnya dan kemudian semuanya berjalan dengan baik.”
Soal COTA, Pecco mengatakan, “Saya selalu punya kenangan yang sangat baik tentang Austin. Treknya sangat istimewa. Kemenangan tahun lalu terasa sangat menyenangkan, meskipun itu diberikan kepada saya sebagai ‘hibah’. Tugas kami di sini adalah untuk tampil lebih baik dalam balapan. Bukan berarti tahun ini kami kekurangan kecepatan. Sejauh ini kami punya kecepatan yang kompetitif di setiap trek, tetapi masalahnya kami tidak mampu mempertahankannya dalam balapan.”

BTW, tahun lalu Pecco menang setelah Marc Marquez yang memimpin balapan crash. Dia juga merujuk pada penampilannya di GP Thailand, dimana dia hanya finis ke-9 pada hari Minggu.
Saat ini rekan setimnya Marquez sedang berada di bawah tekanan dari Marco Bezzecchi (Aprilia), bagaimana pendapat Pecco terkait hal ini? “Tentu saja tidak. Tahukah Anda berapa umur Marc sekarang? Dia tidak akan merasa tertekan, dia akan tetap menjalani balapannya sendiri!” pungkas Pecco Bagnaia.








