RiderTua.com – Halo Bro-Sis pecinta MotoGP. Manajer Eddy Rovelli mengaku terkejut, anak asuhnya Manuel Gonzalez tidak dilirik satu pun tim di MotoGP padahal performanya bisa dibilang sangat bagus tahun lalu. Yah, Manu memang melakukan beberapa kesalahan dan sempat diskualifikasi yang membuat gelar dunia Moto2 yang nyaris digenggamnya lepas ke tangan Diogo Moreira.
Selain itu Manu juga terpaksa gigit jari karena hanya Moreira, pembalap Moto2 yang mendapat promosi naik ke MotoGP pada 2026. Namun, faktanya kontrak MotoGP diberikan kepada Moreira jauh sebelum perebutan gelar dunia. Alasannya, Dorna (sekarang MotoGP SEG) ingin ada pembalap asal Amerika Selatan berada di grid, karena ada GP Brasil dalam kalender 2026 dan GP Argentina pada 2027.
Manajer Eddy Rovelli Terkejut: Tidak Ada yang Menawari Manuel Gonzalez untuk Naik ke MotoGP

Manuel Gonzalez memang berasal dari Spanyol, tapi penolakan MotoGP atas dirinya cukup mengejutkan. Rider berusia 23 tahun itu sempat menggantikan Ai Ogura (tim Trackhouse Aprilia) pada tes MotoGP di Aragon tahun lalu. Dalam tes tersebut, Manu memberikan kesan yang sangat baik. Namun saat pasar pembalap mulai memanas untuk 2027, tidak ada satu pun tim yang mengajukan penawaran kepadanya, bahkan juga tim Trackhouse.
Dalam sebuah wawancara manajernya Eddy Rovelli mengungkapkan, “Percaya atau tidak, faktanya saya tidak berbicara dengan siapa pun di MotoGP. Sepertinya, Moto2 semakin tidak diperhatikan MotoGP. Tampaknya orang-orang di sana, tidak mau tahu lagi apa yang terjadi di kelas ini. Terus terang, sangat mengejutkan betapa sedikitnya pengetahuan mereka tentang para pembalap di kelas menengah.”
“Jika melihat data statistik dengan teliti, cukup sulit dipahami mengapa ada beberapa pembalap yang masih tetap berada di kelas utama. Ada lebih dari 1 pembalap yang secara statistik seharusnya sudah lama tidak berada di MotoGP. Namun, para bos tim lebih memilih untuk tetap bertahan bersama mereka dan mengambil risiko dengan pembalap yang sudah mapan,” imbuh manajer yang juga mengelola Zonta Van den Goorbergh itu.

Rovelli menambahkan bahwa ada momen terbaik untuk melakukan re-generasi di MotoGP. “Tahun depan dengan motor-motor yang sepenuhnya baru dan juga ban Pirelli, akan ada peluang besar untuk membawa perubahan generasi di MotoGP. Tetapi seperti yang saya katakan, sama sekali belum ada tanda-tanda ke arah itu,” keluh manajer asal Italia itu.
Soal masa depan Manuel Gonzalez, Eddy Rovelli menegaskan, “Jika bukan di MotoGP, saya melihat Kejuaraan Dunia Superbike sebagai opsi yang paling masuk akal. Di dalam paddock MotoGP, terlihat jelas bahwa fokus akan semakin bergeser pada kelas utama saja. Bagi pembalap top yang bekerja keras seperti Manuel, yang menurut saya dapat sukses di kelas mana pun, Moto2 bukanlah pilihan yang baik untuk jangka panjang.”

Meski tidak mengatakan secara langsung, pesan Eddy Rovelli jelas bahwa ini adalah kesempatan terakhir Gonzalez. Jika dia gagal naik ke MotoGP pada 2026, itu akan menjadi upaya terakhirnya. Kemungkinan besar dia akan meninggalkan paddock MotoGP untuk 2027.
Seperti contoh Nicolo Bulega yang berhasil membuktikan bahwa pindah ke lingkungan baru justru bisa membawa kesuksesan besar dan bukan berarti penurunan karier. Sebagai informasi, karena performanya kurang maksimal dan hasilnya jauh dari ekspektasi, Bulega memutuskan meninggalkan Moto2 pada akhir 2021 untuk pindah ke Superbike pada 2022. Ternyata, keputusannya sangat tepat dimana rider asal Italia itu menjadi runner-up WSBK pada 2024 dan 2025 dan kini menjadi kandidat kuat dalam meraih gelar dunia WSBK musim 2026.









