RiderTua.com – Bro-Sis pembaca RiderTua. Michelin selaku pemasok ban di MotoGP merasa bertanggung jawab atas masalah ban yang dialami beberapa pembalap yang membuat hasil di balapan terpengaruh. Pada sprint hari Sabtu, Jorge Martin berhasil finis di posisi ke-5. Tapi setelah mencapai garis finis, Race Director mengumumkan bahwa tekanan bannya sedang dalam investigasi. Kabar itu jelas bikin ketar-ketir karena bisa diganjar penalti waktu 8 detik. Namun beberapa saat kemudian diumumkan bahwa Martin lolos dari hukuman setelah ditemukan kerusakan pada rodanya..
Kemudian nasib sial menimpa Marc Marquez pada race utama hari Minggu. Saat juara bertahan itu sedang bertarung untuk memperebutkan podium, tiba-tiba bannya kempes dan pelegnya rusak. Juara dunia 9 kali itu terpaksa mengakhiri balapannya di lap ke-21 dari 26 lap. Satu lap kemudian gantian Joan Mir yang mengalami masalah dengan ban belakang.
Michelin: Ini Penyebab Masalah Ban yang Dialami Jorge Martin, Marc Marquez, dan Joan Mir di Thailand

Piero Taramasso (bos Michelin) menjelaskan bahwa kerusakan pelek memang beberapa kali terjadi sepanjang akhir pekan di Buriram. Menurutnya hal ini disebabkan oleh panas ekstrim dan karakter trotoar yang keras.
“Kami mengalami masalah ini sepanjang akhir pekan, banyak roda bengkok ketika mereka kembali ke tenda kami karena sangat panas. Materialnya sangat lunak dan trotoarnya sangat keras. Misalnya kehilangan tekanan ban depan yang dialami Jorge Martin kemarin, juga karena hal yang sama. Dia menabrak kerb, roda depan bengkok dan ban kempes. Bedanya, Jorge kehilangan tekanan ban secara perlahan sedangkan Marc kehilangan seluruh tekanan sekaligus,” jelas Taramasso.

Pihak Ducati yang diwakili manajer tim Davide Tardozzi juga mengkonfirmasi bahwa kerusakan ban Marc Marquez di GP Thailand disebabkan oleh pelek roda yang rusak akibat menabrak kerb di tikungan 4.
Tardozzi menjelaskan, “Sayangnya, dia menabrak kerb di Tikungan 4 dan peleknya rusak. Itulah sebabnya tekanan anginnya habis tak bersisa dan dia terpaksa berhenti. Dia menabrak bagian tepi apex dan rodanya pun rusak.
“Saya tidak ingat pernah melihat kejadian seperti itu. Kita bisa menyebutnya itu adalah kesalahan, tetapi dia benar-benar lagi sial karena banyak pembalap yang keluar dari Tikungan 4 dan tidak ada yang mengalami masalah ini. Tapi ya begitulah. Marc bilang dia menabrak kerb, dia tidak tahu mengapa, tetapi tiba-tiba peleknya rusak,” pungkas bos asal Italia itu.









