RiderTua.com – RiderTua readers sekalian, dengan catatan waktu 1:29,748 menit Enea Bastianini hanya menempati posisi ke-18 dalam time sheet gabungan tes Buriram. Rider Tech3 KTM itu tertinggal 1,060 detik dari catatan waktu tercepat yang dicetak oleh Marco Bezzecchi (Aprilia). Ini juga menjadikannya pembalap KTM terlemah dalam tes. Dua pembalap tim pabrikan Pedro Acosta berada di posisi ke-6 dan Brad Binder ke-12, sementara rekan setimnya di tim Tech3 Maverick Vinales ke-15..
Rider berusia 28 tahun itu senang dengan performanya di tes Sepang. Dia merasa nyaman, cepat, dan kompetitif baik dalam time attack maupun dalam hal kecepatan balapan. Bestia berada di posisi ke-11 dalam time sheet gabungan. “Hasil tes di Malaysia lebih baik ketimbang di sini. Sama seperti tahun lalu, kali ini juga agak sulit. Pada hari Minggu kami melakukan banyak perubahan pada motor dan mencoba mencari solusi. Tapi tidak membuahkan hasil. Jadi saya kembali ke set-up dasar saya,” jelasnya.
Enea Bastianini Pembalap KTM Terlemah di Tes Buriram: Saya Bukan Tipe Orang yang Pesimis!

Enea Bastianini menambahkan, “Di penghujung tes saya mencoba sasis baru lagi dan hasilnya tidak terlalu buruk. Saya sedikit lebih cepat, tetapi saya hanya melahap 6 lap dengan konfigurasi itu. Saya tetap merasa positif menghadapi balapan akhir pekan, tetapi saya rasa kami belum bisa bersaing di 5 besar. Saya melihat kecepatan pembalap lain, dan kami terlalu jauh tertinggal.”
Pada 2025, empat pembalap KTM berjalan sendiri-sendiri dengan set-up dan arah pengembangan masing-masing. Musim ini, konfigurasi motor mereka jauh lebih mirip satu sama lain. “Memang benar, konfigurasi motor sekarang jauh lebih mirip. Saat ini, mungkin Maverick yang mengambil pendekatan yang sedikit berbeda tetapi itu masih bisa berubah,” ungkap Bestia.
Dari sirkuit Chang Buriram, area mana yang membuat Bastianini kehilangan banyak waktu? “Bagian paling kritis bagi saya adalah Tikungan 4 dan juga sektor terakhir dengan Tikungan 10 dan 11. Tetapi masalahnya berbeda-beda. Tikungan 4 membutuhkan banyak pertimbangan saat saya akan memasukinya, terkadang saya melebar atau roda belakang selip. Tapi saya tidak kehilangan banyak waktu disana. Masalah utama saya adalah stabilitas,motornya sangat sulit dikendalikan. Dalam balapan, sulit untuk gas pol 100 persen ketika motor berperilaku seperti ini. Sangat melelahkan,” jelas rider asal Rimini Italia itu.

Jika dibandingkan tahun lalu saat Bastianini baru bergabung dengan KTM, seberapa siapkah dia sekarang? “Di Malaysia, saya sangat positif. Saya berkendara dengan sangat baik dan kecepatan saya bagus di sana. Di sini (Buriram), saya tidak merasakan hal itu. Kami hanya kekurangan ‘sesuatu’ di trek ini, seperti tahun lalu. Tetapi run terakhir dalam tes, lebih baik. Itulah sebabnya saya cukup yakin bahwa saya dapat membuat beberapa kemajuan di balapan akhir pekan ini. Saya selalu berpikir positif dan saya bukan tipe orang yang pesimis,” pungkas Bestia sambil tersenyum.
Musim akan dibuka di GP Thailand akhir pekan ini (27 Februari – 1 Maret), dengan sprint race (Sabtu) dan race utama (Minggu) sama-sama digelar pukul 15.00 atau 3 sore WIB.









