RiderTua.com – Bro-Sis pembaca RiderTua sekalian, masa transisi yang tidak mudah untuk Toprak Razgatlioglu. Pada tes Sepang hari pertama, rookie tim Pramac Yamaha itu hanya menempati posisi ke-20 tertinggal 1,869 detik dari Marc Marquez yang membukukan waktu tersepat. Dia tampak kesulitan dengan ergonomi atau posisi berkendara karena tubuhnya yang lumayan tinggi…
Dengan tinggi mencapai 185cm Toprak merupakan pembalap tertinggi di grid MotoGP saat ini (Luca Marini 184cm, Alex Marquez 180cm). Itulah alasan, M1 miliknya tampak jauh lebih panjang dan lebih tinggi daripada M1 milik 3 pembalap Yamaha lainnya. Bahkan rekan setimnya Jack Miller berseloroh bahwa cara Toprak mengendari motor MotoGP seperti mengendarai motor chooper..
Toprak Razgatlioglu Terlalu Tinggi untuk MotoGP, Bermasalah dengan Ergonomi

Untuk memposisikannya serendah mungkin di atas motor, Yamaha mengembangkan jok rendah tanpa elemen aerodinamis. Namun jok rendah tidak bisa dipadukan dengan winglet karena jika dipasang akan melanggar peraturan. Masalahnya, tanpa winglet di buritan Toprak Razgatlioglu tidak akan bisa cepat.

Toprak Razgatlioglu: Di Valencia, Saya Lupa Menggunakan Launch Control Saat Latihan Start
Di hari kedua, El Turco turun ke posisi ke-7 tertinggal 0,897 detik…
“Pada akhirnya, saya menggunakan jok yang lebih tinggi yakni versi lama yang sudah dilengkapi aerodinamika. Saya merasa lebih nyaman dengan jok ini. Lebih mudah untuk mengerem motor. Saya bisa mengontrol bagian belakang dengan lebih baik. Di beberapa tikungan saat motor mendapat beban, rasanya juga lebih stabil. Besok, mungkin sejak awal saya akan memulai tes dengan bagian belakang versi lama. Winglet sangat penting,” jelas El Turco.

Stang yang relatif lebih tinggi juga tidak memberikan solusi. “Untuk stang jepit, saya masih belum yakin. Sejauh ini saya puas dengan setang baru ini, tetapi di beberapa tikungan, sulit untuk menikung karena terlalu tinggi,” ungkap Toprak.
Sejak di Superbike, Toprak lebih menyukai jok yang sangat rendah. Namun selama balapan di Donington Park pada 2023 yang lalu, hal ini sempat menimbulkan kontroversi. Saat itu Ducati memprotes jok BMW yang digunakan Toprak. “Bagi saya, jok serendah mungkin sangat penting. Feel pada motor sangat penting. Kita tidak bisa menurunkan jok lebih jauh lagi karena tangki,” jelas rider berusia 29 tahun itu. Namun Toprak juga sadar bahwa tidak ada waktu lagi untuk melakukan penyesuaian.

Danilo Petrucci: Akan Sulit Bagi Toprak Razgatlioglu untuk Mengalahkan Fabio Quartararo
Namun dia juga butuh waktu dan tidak mengendarai motor yang paling mudah…

Selain ergonomi, Toprak juga kesulitan mengubah gaya balapnya. “Saya belajar beberapa hal kecil hari ini. Saya masih merasa sulit untuk mempertahankan cornering speed yang tinggi. Saya mencoba mengubah gaya balap saya. Itu tidak mudah, tetapi saya harus melakukannya. Di beberapa tikungan, kita harus berkendara seperti di Moto2. Itu tidak mudah bagi saya, ini sangat sulit,” ungkapnya.
Selain itu batas grip roda depan di MotoGP tidak begitu terlihat jelas, tidak seperti di Superbike. Sasis yang lebih kaku dan konstruksi ban yang lebih keras, membuat umpan balik dari motor menjadi lebih sulit.
“Saya bisa merasakan bagian belakang motor dengan sangat baik. Tapi pagi ini, roda depan saya tiba-tiba kehilangan grip di Tikungan 5. Saat itu saya menggunakan ban medium. Saya meninggalkan jejak hitam yang sangat panjang di aspal. Saya sampai menekan lutut saya dengan sangat keras untuk menegakkan motor. Jika saya jatuh, motornya pasti akan hancur total. Jadi saya beruntung. Tikungan 5 agak berbahaya,” pungkas Toprak.

Jack Miller: Toprak Mengendarai Motornya Seperti Chopper
Yamaha sebagai satu-satunya pabrikan yang masih menduduki peringkat konsesi D, para pembalap…






