RiderTua.com – Buat Bro-Sis yang nongkrong di RiderTua, ini wajib disimak, dua model yang menarik untuk dibandingkan, yakni Kawasaki KLX140R F dan Yamaha WR155R. Segmen trail kecil di Indonesia memang punya banyak pilihan.
Kedua motor trail ini memiliki filosofi yang berbeda: KLX140R F lebih mirip off-road puritan untuk kebutuhan trabasan dan fun di trek tanah yang tertutup. Sedangkan WR155R adalah dual-purpose yang tetap kuat di jalan tanah namun punya performa mesin lebih besar dan nyaman dipakai harian. Mari kita kupas satu per satu.
▶Daftar Isi
Kawasaki KLX140R F: Trail Murni yang Siap Diajak Melibas Medan Apapun

Kawasaki KLX140R F adalah trail entry-level yang dirancang untuk pengguna pemula sampai menengah yang ingin motor ringan, gampang dikendalikan, dan tahan banting di jalur off-road.
Mesin 4-stroke 1 silinder 144cc karburator Keihin PB20 SOHC 2-katup pendingin udara, transmisi manual 5-speed. Mampu menghasilkan power maksimal 11,1 hp pada 8.000 rpm dan torsi maksimum 12 Nm pada 6.000 rpm. Angka yang sederhana tetapi cukup untuk off-road fun dan handling yang responsif di lintasan tanah atau track sederhana.

Suspensi depan memakai teleskopik standar, sementara belakang menggunakan Uni-Trak dengan monoshock yang bisa diatur. Bobotnya juga tergolong ringan sekitar 99 kg, membuatnya mudah dikendalikan di medan berat maupun saat berpindah arah cepat.
- Kawasaki KLX140R F dijual di Indonesia dengan harga Rp 41.600.000 (OTR Jakarta).
Motor ini sejatinya menyasar pengguna yang lebih fokus pada kepraktisan dan kesederhanaan trail, bukan angka tenaga puncak yang tinggi.
Yamaha WR155R: Trail Dual-Purpose dengan Performa Lebih Besar

Yamaha WR155R hadir sebagai trail modern yang tidak sekadar buat off-road ringan, tapi juga nyaman dipakai harian dan punya performa mesin lebih kuat untuk kecepatan jalan tanah atau aspal.
Mesin lebih besar dari KLX140R F, yakni 4-stroke 1 silinder 155cc DOHC 4-klep VVA (Variable Valve Actuation) pendingin radiator, transmisi manual 6-percepatan. Mengeluarkan tenaga puncak 16,5 hp pada 10.000 rpm dan torsi maksimal 14,3 Nm pada 6.500 rpm.

Rangka yang sedikit lebih besar sehingga handling terasa stabil di berbagai situasi. Ground clearance dan ukuran ban (21 inci depan, 18 inci belakang) sama-sama siap menghadapi jalur tanah, namun bobotnya lebih berat sekitar 134 kg, yang memberi rasa solid namun perlu tenaga lebih saat melibas medan ekstrem.
- Yamaha WR155R dipasarkan di Tanah Air dengan banderol Rp 40.275.000 (OTR Jakarta).
WR155R juga punya konsumsi BBM efisien dan ergonomi yang relatif nyaman untuk ride harian, touring ringan, maupun trip off-road panjang.
Baca Juga: Fokus untuk Trabas! Kawasaki KLX140R F 2026 Trail Terbaru Bersahabat Buat Pemula
| Aspek | Kawasaki KLX140R F | Yamaha WR155R |
|---|---|---|
| Segmen | Trail murni / off-road fun bike | Dual-purpose trail |
| Legal Jalan Raya | Tidak (khusus lintasan tertutup) | Ya (street-legal) |
| Mesin | 1 silinder 144 cc SOHC 2-katup, karburator, pendingin udara | 1 silinder 155 cc DOHC 4-katup VVA injeksi, pendingin cairan |
| Tenaga Maksimal | 11,1 hp @ 8.000 rpm | 16,5 hp @ 10.000 rpm |
| Torsi Maksimal | 12 Nm @ 6.000 rpm | 14,3 Nm @ 6.500 rpm |
| Transmisi | Manual 5-percepatan | Manual 6-percepatan |
| Rangka | Perimeter box-section frame | Semi double cradle |
| Suspensi | Teleskopik 33 mm (depan), Uni-Trak adjustable (belakang) | Teleskopik USD (depan), monoshock linkage (belakang) |
| Velg & Ban | 21 inci (depan) & 18 inci (belakang), ban tahu | 21 inci (depan) & 18 inci (belakang), dual-purpose |
| Sistem Rem | Cakram depan & belakang (tanpa ABS) | Cakram depan & belakang (tanpa ABS) |
| Bobot | 93 kg (tanpa cairan) | 134 kg (isi) |
| Tinggi Jok | 860 mm | 880 mm |
| Ground Clearance | 315 mm | 245 mm |
| Kapasitas Tangki | 5,8 liter | 8,1 liter |
| Starter | Elektrik | Elektrik |
| Fitur Utama | Ringan, suspensi empuk, fokus off-road | VVA, injeksi, siap harian & off-road |
| Harga | Rp 41.600.000 (OTR Jakarta) | Rp 40.275.000 (OTR Jakarta) |
| Karakter | Fun bike off-road, mudah dikendalikan | Serbaguna, bertenaga, cocok harian & trabasan |






