RiderTua.com – Suzuki Smash 115 dan Honda Wave 110 adalah dua kapcai yang sama-sama sederhana, ringan, dan dirancang untuk mobilitas harian yang efisien. Keduanya juga punya sejarah dari dulu yang menjadikannya sebagai motor bebek legendaris…
Tapi meskipun tampak mirip di angka kapasitas mesin, karakter kedua motor ini sebenarnya berbeda. Baik dari desain, tenaga, fitur, hingga sensasi berkendara..
Suzuki Smash 115: Kapcai Ringan yang Cepat & Efisien

Suzuki Smash 115 di pasar Kamboja hadir sebagai kapcai yang mengutamakan efisiensi bahan bakar, bobot ringan, dan mesin yang cukup responsif di kelasnya. Mesin yang dipakai Smash bukan yang terbesar di kelas kapcai, tetapi tuning mesinnya membuat motor ini terasa sigap di rpm bawah-menengah.
Mesin 1 silinder 113cc injeksi (Fi) SOHC 2-katup berpendingin udara. Dihubungkan transmisi semi otomatis 4-speed. Klaim tenaganya sampai 8,6 hp pada 8.000 rpm dan torsi maksimal 9 Nm pada 4.000 rpm. Performa tersebut cukup buat jalan kota dan tanjakan ringan. Bobot yang enteng cuma 99 kilogram membuat manuver di kemacetan jadi mudah, Sasis dan suspensi dibuat sederhana tapi cukup nyaman.

Panel instrumen fungsional, Desain yang mengingatkan warisan motor bebek klasik. Mesin 115 cc pada Smash terasa efisien di konsumsi BBM, aspek yang sangat krusial di Kamboja, di mana banyak pengguna memilih kapcai demi biaya operasional yang rendah.
Harga Suzuki Smash 115 di Kamboja dijual sebesar 1.700 USD atau sekitar Rp 28,3 jutaan.. Dengan harga segitu, Smash jadi opsi kuat buat rider yang ingin motor murah dibeli, murah dioperasikan, dan tetap bertenaga buat kebutuhan sehari-hari.
Honda Wave 110: Ikon Kapcai Global yang Teruji

Sementara itu, Honda Wave 110 (dipasarkan oleh NCX Honda di Kamboja) hampir selalu menjadi pilihan default di banyak pasar Asia Tenggara karena kombinasi reliabilitas, efisiensi, dan servis yang luas.
Wave 110 mengandalkan mesin 1 silinder kapasitas 109.17cc SOHC 2-katup karburator pendingin udara, dikawinkan dengan transmisi semi-otomatis 4-speed. Punya karakter yang lebih halus jika dibandingkan mesin kapcai lain di kelasnya.

Beberapa hal yang bikin Wave 110 istimewa yakni mesin yang sangat halus, dengan konsumsi BBM yang terkenal rendah. Ergonomi rider yang sangat nyaman, posisi duduk & footpeg cocok untuk penggunaan sepanjang hari. Suspensi empuk untuk kondisi jalan yang tidak rata. Panel meter sederhana tapi informatif. Bobot ringan cuma 97 kg membuat handlingnya lincah.
Wave 110 bukan motor yang performanya besar, tapi justru di situlah kekuatannya: respons mesin yang sangat linier dan predictable, membuatnya nyaman untuk semua tipe rider, mulai yang baru punya SIM sampai yang sudah berpengalaman.
Harga Honda Wave 110 di Kamboja: Umumnya dijual 1.580 USD atau sekitar Rp 26,3 jutaan. Banderolnya sedikit lebih tinggi dibanding Smash, namun jaringan servis & after-sales Honda di Kamboja tergolong kuat, membuat banyak konsumen tetap percaya pada merek ini.
Baca Juga: Tembus Rp 28 Jutaan?! Suzuki Smash 115 2026 Bebek Legend yang Kini Jadi Makin Mewah
| Aspek | Suzuki Smash 115 | Honda Wave 110 |
|---|---|---|
| Segmen | Motor bebek (kapcai) entry-level | Motor bebek (kapcai) entry-level |
| Pasar | Kamboja | Kamboja |
| Kapasitas Mesin | 113 cc | 109,17 cc |
| Konfigurasi Mesin | 1 silinder SOHC 2-katup FI | 1 silinder SOHC 2-katup karburator |
| Pendingin | Udara | Udara |
| Tenaga Maksimum | 8,6 hp @ 8.000 rpm | ± 8,3 hp |
| Torsi Maksimum | 9 Nm @ 4.000 rpm | ± 8,6 Nm |
| Transmisi | Semi otomatis 4-percepatan | Semi otomatis 4-percepatan |
| Bobot | 99 kg | 97 kg |
| Suspensi Depan | Teleskopik | Teleskopik |
| Suspensi Belakang | Dual shock | Dual shock |
| Sistem Rem | Cakram depan, tromol belakang | Cakram depan, tromol belakang |
| Velg & Ban | Velg jari-jari 17 inci, ban 70/90 | Velg jari-jari 17 inci |
| Panel Instrumen | Analog | Analog |
| Pencahayaan | Halogen | Halogen |
| Karakter Mesin | Responsif & efisien | Halus & sangat awet |
| Target Pengguna | Harian, komuter, biaya operasional rendah | Harian, pemakaian jangka panjang |
| Harga | 1.700 USD (sekitar Rp 28,3 jutaan) | 1.580 USD (sekitar Rp 26,3 jutaan) |






