Home MotoGP Johann Zarco : Masa Depan Saya di HRC Berada di Tangan Manajer...

    Johann Zarco : Masa Depan Saya di HRC Berada di Tangan Manajer Saya dan Honda

    Johann Zarco
    Johann Zarco

    RiderTua.com – Setelah menang di Le Mans dan finis ke-2 di Silverstone, Johann Zarco kini kembali menempati peringkat 5 dalam klasemen hanya terpaut 1 poin dari Franco Morbidelli yang berada di peringkat 4. Menjelang MotoGP Aragon, rider LCR Honda itu optimis bisa kembali meraih hasil yang memuaskan dengan RC213V miliknya.

    “Saya melihat, performa kami berada pada level yang memungkinkan kami selalu finis di 6 besar. Dalam beberapa seri terakhir, kami lebih dari sekadar meraih podium. Belakangan ini saya selalu bisa menarik hal-hal positif , jadi saya sangat yakin untuk membawa hasil serupa ke Aragon,” ujar Zarco sambil tersenyum.

    Johann Zarco : Masa Depan Saya di HRC Berada di Tangan Manajer Saya dan Honda

    Johann Zarco melanjutkan, “Namun, tantangan di Aragon berbeda. Lintasannya sangat istimewa, ada banyak tikungan ke kiri. Jadi sangat penting menemukan kepercayaan diri untuk bisa melibas tikungan kiri dimana itu mungkin bukan keunggulan terbesar saya. Tetapi berdasarkan pengalaman belakangan ini, saya mampu melaju cepat dalam berbagai kondisi. Itu membuat saya sangat optimis.”

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Johann Zarco
    Johann Zarco

    Selain itu, di Aragon Johann Zarco juga mengkonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Honda mengenai musim 2026 juga berkembang positif. “Dua kali meraih podium berturut-turut telah menyederhanakan situasi. Pada prinsipnya, kami memiliki kesepakatan untuk masa depan. Namun, seperti apa masa depan di HRC berada di tangan manajer saya dan Honda,” tegas rider asal Cannes Prancis itu.

    BTW, Zarco akan kembali masuk starting line-up sebagai pembalap pabrikan resmi di ajang balap ketahanan klasik ‘Suzuka 8 Hours’ pada 3 Agustus 2025 atau pada saat libur musim panas MotoGP. Usai GP Silverstone, Zarco bersama Luca Marini langsung terbang ke Jepang untuk melakukan uji coba guna persiapan untuk balapan tersebut. Namun sayangnya, Marini crash dan menderita cedera parah dalam tes tersebut yang membuatnya harus absen dalam balapan di Aragon.

    “Uji coba itu sangat padat. Saya berada di Jepang hanya selama total 49 jam. Namun semuanya berjalan baik bagi saya. Di belakang rekan setim saya Takahashi, saya dapat mencapai kecepatan yang baik meskipun kurang tidur,” ungkap Zarco.

    Terkait tes hari Senin di Aragon usai balapan, Zarco tetap merahasiakan apa yang akan dia uji. Yang pasti, pembalap berusia 34 tahun itu juga terlibat dalam pengembangan RC213V.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini