RiderTua.com – Sejauh ini penjualan mobil di Indonesia masih cukup bagus. Hanya saja dengan beberapa perlambatan dalam bulan tertentu akibat kondisi pasar, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan perlambatan penjualan mobil ini, dikhawatirkan target tahun ini tidak tercapai. Tentunya dengan kondisi seperti sekarang.
Penjualan Mobil Alami Perlambatan Tahun Ini
Hasil penjualan mobil di Indonesia sejauh ini masih mencapai lebih dari 200 ribu unit. Ini masih menjadi hasil yang cukup bagus, apalagi dengan makin banyaknya produsen yang meluncurkan mobil baru dalam beberapa bulan terakhir. Namun itu saja masih belum cukup untuk meningkatkan penjualan mobil secara keseluruhan.
Sebab sempat terjadi penurunan penjualan beberapa kali, yaitu di bulan April dan sekitar bulan September dan Oktober. Untuk bulan April, ini disebabkan oleh hari libur Lebaran, sehingga hari kerja di pabrik menjadi lebih sedikit dari biasanya. Sedangkan di bulan Oktober diakibatkan oleh kondisi pasar global secara keseluruhan, walau penyebab utamanya belum dapat dipastikan.

Kondisi Pasar Global
Memang untuk kondisi pasar global, produsen mobil di Tanah Air sudah tidak bisa berbuat banyak. Sebab kondisi semacam ini sudah tidak dapat dihindari maupun dicegah karena terjadi di seluruh dunia, terlebih dengan penyebab pastinya belum diketahui. Namun banyak yang menyebut inflasi di Amerika Serikat menjadi salah satu penyebab utamanya.
Tentu jika kondisi seperti ini dibiarkan begitu saja, maka penjualan mobil ditakutkan tidak dapat mencapai target untuk tahun ini. Memang cukup sulit bagi produsen untuk dapat mempertahankan performa penjualannya dengan kondisi seperti sekarang. Bahkan dengan cara memberikan penawaran menarik dan merilis model baru masih belum cukup jika kondisi pasar global belum kondusif.
Jika penjualan mobil tidak bisa mencapai target, setidaknya penjualannya bisa tembus 500 ribu unit. Atau mungkin bisa melebihi dari itu, walau tidak lagi mencapai angka sejuta unit mobil.






