Valentino Rossi: Bos Ducati Mengaku Tidak Bisa Menangani Vale

RiderTua.com – Valentino Rossi terbukti menjadi kisah yang sulit dalam sejarah Ducati di MotoGP hal tersebut dikatakan oleh Chief Executive Officer Ducati, Claudio Domenicali saat berbicara di markas Nomisma di Bologna dengan para mahasiswa Universitas Ferrara. “Kami tidak bisa menangani Valentino,” katanya..

Valentino Rossi bergabung dengan Ducati pada periode 2011-2012, di mana saat itu belum ada Gigi Dall’Igna (sebagai General Manager baru Ducati Corse, efektif sejak musim MotoGP 2013 akhir). Bahkan butuh waktu 9 tahun (2014-2022) bagi Ducati dan ‘Si Jenius’ Gigi Dall’Igna untuk membuat motor yang ‘ramah’ ke semua gaya balap dan bisa juara dunia.. Karena pembalap hebat tanpa motor yang tepat, karir-nya pun tersendat: Lihat saja sekarang Quartararo sulit juara dan Marquez sulit podium dengan kelemahan pada motornya..

Selama tiga tahun terakhir Ducati memiliki Desmosedici GP yang berpotensi memenangkan pitkejuaraan, seperti yang ditunjukkan di klasemen Konstruktor. Pada tahun 2021 Pecco Bagnaia ‘terlambat panas’, dengan Fabio Quartararo berada di atas angin berkat paruh pertama musim yang sempurna dan paruh kedua tanpa terlalu banyak kesalahan. Pembalap besutan VR46 Academy asal Turin itu baru mencapai tujuannya pada tahun 2022, meskipun awal kejuaraan terlalu banyak kesalahan dan kurangnya konsistensi. “Kami telah memiliki motor (yang kompetitif) selama beberapa tahun untuk meraih hasil ini,” katanya.

Periode Dua Tahun Sulit Valentino Rossi

CEO Claudio Domenicali menjabat sebagai pimpinan Ducati pada 2013, di akhir periode dua tahun yang sulit ditandai dengan kehadiran Valentino Rossi. Salah satu momen tersulit bagi Ducati yang berkecimpung di MotoGP, ketika ekspektasi sangat tinggi, tetapi hasilnya mengecewakan. Masa kelam yang memaksa sang juara asal Tavullia berbalik arah di Yamaha. Diawali dengan kedatangan Andrea Dovizioso yang dengan sabar berkontribusi dalam pengembangan prototipe, namun tidak mampu mencapai garis finis maksimal (tiga kali runner-up). “Kami tidak bisa menangani Valentino, kami menerima kekalahan. Ketika kita bersama pembalap Italia paling terkenal dengan sembilan gelar dunia dan kita gagal menang, kita juga mengalami kerusakan citra,” kata Domenicali di depan para mahasiswa.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Archives