Kaget, Gaji Fabio Quartararo Naik Menjadi Rp 161,5 Miliar!

RiderTua.com – Fabio Quartararo adalah pembalap yang membuat perbedaan, seperti Pecco Bagnaia di Ducati, Marc Marquez di Honda dan Brad Binder di KTM. Namun ketika mendengar bahwa Yamaha menggaji Quartararo sebesar 161,5 Miliar membuat bos tim lawan kaget,” Saya tidak dapat membayangkan bahwa, mengingat situasi ekonomi saat ini, sebuah pabrikan masih dapat membayar gaji sebesar itu,” kata Hubert Trunkenpolz. Mungkinkah gaji itu yang membuat Fabio tetap bertahan di Yamaha dan sebagai akibatnya tidak punya tim satelit?

Seperti diketahui, meskipun ada tawaran menggiurkan dari pabrikan lain, Fabio Quartararo memperpanjang kontraknya dengan Yamaha Motor Racing selama 2 tahun lagi hingga akhir 2024 musim semi lalu. Sejak saat itu, tim pabrikan kompetitor dibuat bingung dengan bayaran yang mengesankan dari rider asal Prancis itu. Sebagian besar pengamat memperkirakan, gaji tahunan El Diablo mencapai 10 juta euro (Rp 161,5 miliar). Pasalnya rekan setimnya tahun lalu, Maverick Vinales disebut-sebut dibayar 6,5 juta euro (Rp 105 miliar) oleh Yamaha pada 2021. Namun dia mengakhiri kontrak lebih awal dan pergi ke Aprilia.

Gaji Fabio Quartararo Naik Rp 161,5 Miliar?

Dalam sebuah wawancara, anggota dewan KTM Hubert Trunkenpolz menjelaskan, “Saya juga mendengar angka 10 juta ini. Dan dari sumber yang dapat dipercaya. Tetapi pada awalnya saya tidak dapat membayangkan bahwa, mengingat situasi ekonomi saat ini, sebuah pabrik masih dapat membayar gaji sebesar itu. Saya pikir tidak ada seorang pun di paddock ini yang mendapat bayaran lebih dari 5 atau 6 juta euro (Rp 80-97 miliar).”

“Di sisi lain, kami memiliki juara dunia motorcross 5 kali Jeffrey Herlings di bawah kontrak dengan KTM. Dia mendapat gaji lebih banyak di motorcross ketimbang pembalap MotoGP kami. Strategi cerdas ini sangat masuk akal bagi Yamaha, karena berkat Fabio mereka menang di MotoGP. Saya pikir Fabio Quartararo adalah pembalap terbaik saat ini. Tidak ada yang perlu dilepas. Dia pembalap yang luar biasa,” imbuh bos asal Austria itu.

Namun, Trunkenpolz menambahkan, “Bagi saya, Brad Binder jelas merupakan salah satu dari tiga pembalap MotoGP terbaik.”

Untuk Yamaha Motor Racing, investasi Fabio Quartararo terbayar sudah. Karena Vinales hanya meraih 8 kemenangan MotoGP dalam 4,5 tahun bersama Yamaha dan tidak pernah memperebutkan gelar. Sebaliknya, Quartararo berhasil memenangkan tiga balapan di tim satelit Petronas pada tahun 2020, dan pada tahun 2021 menyabet gelar MotoGP pertama tim asal Jepang itu sejak Jorge Lorenzo pada tahun 2015. El Diablo kini telah memenangkan total 11 balapan di YZR-M1-Yamaha, dengan rincian 3 kemenangan di tahun 2020, 5 di tahun 2021 dan 3 di musim 2022.

Selain itu, Fabio berusaha keras mempertahankan gelar melawan Ducati dan Pecco Bagnaia hingga final musim lalu.

BTW, honor yang diberikan Honda untuk juara dunia MotoGP 6 kali Marc Marquez (dia memiliki kontrak 4 tahun dengan HRC hingga akhir 2024) diperkirakan oleh manajer Ducati sebesar 15 hingga 20 juta euro (Rp 242-323 miliar).

Tetapi bagi Yamaha, tidak mungkin untuk melepas Fabio Quartararo setelah 4 tahun pengembangan. Pasalnya, pembalap adalah Prancis itu adalah talenta luar biasa seperti Kenny Roberts (juara dunia 3 kali di Yamaha di kelas utama), Eddie Lawson (4 kali), Wayne Rainey (3 kali), Valentino Rossi (4 kali) dan Jorge Lorenzo (3 kali).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: