Jack Miller: Tunanganku Penyemangatku

RiderTua.com – Saat ini, Jack Miller kembali dalam performa terbaiknya setelah masa depannya sudah pasti. Pembalap Ducati itu akan menunggangi RC16 di tim pabrikan Red Bull KTM yang berbasis di Mattighofen-Austria pada 2023. Di Motegi, JackAss merayakan kemenangan MotoGP keempat dalam karirnya. Kemenangan ini merupakan hadiah layaknya sebuah buket bunga untuk tunangannya Ruby Adriana yang turut hadir di garasi. “Ini adalah saat yang indah dalam hidup saya. Kerja keras telah terbayar. Dan ada tunangan saya di dalam garasi yang membuat segalanya lebih baik!” ungkap rider berusia 27 tahun yang rencananya akan menggelar pernikahan setelah musim ini berakhir.

Jack Miller: Tunanganku Penyemangatku

Usai balapan, Miller berbicara tentang balapan dalam hidupnya. “Ya, 100 persen. Sejak hari Jumat saya merasa luar biasa dengan motor di sini, semuanya terjadi dengan mudah dan berjalan beriringan. Semua yang kami coba telah membawa kami lebih jauh,” ujar Miller.

“Pada Sabtu pagi saya merasa sangat baik bahkan di tengah hujan. Namun di kualifikasi, segalanya tidak berjalan sesuai rencana. Biasanya saya selalu bisa bertarung dalam kondisi basah. Tapi saya punya beberapa masalah dan saya sangat kesal,” kata rider asal Australia itu.

Tetapi pada hari Minggu semuanya berubah menjadi sebaliknya. “Kemarin saya memberi tahu kru saya bahwa saya bisa memenangkan balapan di sini. Oke, tapi saya sudah mengatakan itu beberapa kali sebelumnya, tapi kali ini benar. Saya bisa menyalip rival dengan relatif mudah. Mungkin itu terlalu berlebihan, tapi yang saya salip pembalap seperti Marquez dan Oliveira,” imbuh Thriller Miller puas.

Miller berhasil menyalip Marc Marquez dan Miguel Oliveira dalam manuver yang luar biasa saat masuk Tikungan 11. “Saya dapat sedikit memblokir roda depan di sana dan masih mengendalikan segalanya, saya dapat mengerem sangat dalam dan kemudian berakselerasi dengan sangat baik,” jelas Miller.

Rekan setim Pecco Bagnaia itu menambahkan, “Kami telah sepakat untuk membalikkan pemetaan agresivitas dari titik waktu tertentu. Meskipun kemudian saya beralih kembali, motornya terkadang menjadi gila. Saya masih mendapatkan 0,1 detik di sana-sini. Chicane menanjak juga fantastis untuk membalap. Sungguh menakjubkan, saya membalap dengan full senyum sepanjang waktu. Kemudian lengan bawah saya sedikit kram di back straight, saya sedikit meregangkan jari-jari saya, tapi itu tidak masalah. Saya bisa melakukan 1:45 selama yang saya inginkan. Saya tidak pernah berpikir saya bisa memenangkan balapan seperti ini, melaju lebih cepat dari semua pembalap.”

Sepatu balap, knee dan elbow sliders dan lainnya mendarat di penonton. “Hanya ada sedikit sampanye yang tersisa untuk Shoey, sepatu itu sudah menyerap banyak. Para penggemar di sini sangat luar biasa dan sopan. Sangat bagus untuk balapan di belahan dunia ini, mereka mencintai semua pembalap,” pungkas Miller sambil tertawa.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: