Pecco Bagnaia : Motor yang Dipakai Bezzecchi Punya Saya

RiderTua.com – Setelah meraih pole position MotoGP kesepuluhnya, Pecco Bagnaia melanjutkannya dengan kemenangan light-to-flag di TT Assen pada hari Minggu. Setelah tiga kali gagal mencetak poin dalam empat balapan terakhir, pembalap berusia 25 tahun itu meraih kemenangan ketujuhnya di MotoGP. Karena Fabio Quartararo melakukan kesalahan di waktu yang sama, Bagnaia berhasil mendominasi race mulai start hingga mencapai garis finis. Ini merupakan kemenangan kedua Ducati di TT Belanda setelah Casey Stoner pada 2008 lalu. Kini Pecco naik ke perigkat 4 dalam klasemen dan kini tertinggal 66 poin dari pemuncak klasemen Fabio Quartararo.

Pembalap pabrikan Ducati itu juga mengungkapkan, bahwa GP21 miliknya langsung ‘dilungsurkan’ ke Bezzecchi pada akhir musim lalu. “Saya mengatakan kepada tim bahwa dia (Bezzecchi) harus mendapatkan motor saya (bukan hanya setup, tapi benar-benar bekas Pecco),” kata Bagnaia.. Bahkan dikonfirmasi oleh Bez bahwa masih ada stiker Pecco di velg roda motornya, kata Bezzecchi sambil tertawa. Namanya juga saudara seperguruan, senjata dan ilmu senior yang cocok bisa di wasiatkan.. 😁

Pecco Bagnaia : Motor yang Dipakai Bezzecchi Punya Saya

“Saya sangat senang. Race yang tidak mudah dalam kondisi seperti ini dan saya sangat takut jatuh lagi. Saya hanya berusaha untuk menjadi cermat dan tidak nge-push melampaui batas. Pada akhirnya kami mampu menunjukkan balapan yang kuat,” ujar pembalap asal Italia itu.

Pecco menambahkan, “Kami bekerja dengan baik sepanjang akhir pekan, jadi kami siap untuk balapan ini. Satu-satunya hal yang tidak kami duga adalah hujan dan itu mengkhawatirkan. Saya mencoba mengaturnya, tetapi Bezzecchi tepat di belakang saya dan semakin dekat 0,2 hingga 0,3 detik. Tidak mudah untuk melawan dan menjadi kuat lagi. Tapi itu sudah cukup untuk menang, ini hari yang sempurna bagi saya.”

Meskipun sempat hujan rintih-rintik dan bendera putih mungkin akan dikibarkan untuk ganti motor, pembalap MotoGP tetap melaju dengan tidak mengendorkan gas. “Hujan gerimis, tapi tidak deras. Saya kira trek akan sedikit lebih licin. Kecepatan Bezzecchi di belakang saya adalah kecepatan balapan kering, tanpa memikirkan hujan. Jadi saya hanya mencoba melakukannya dengan cara yang sama dan itu adalah keputusan yang tepat,” imbuh murid Valentino Rossi.

Apa yang dikatakan Pecco tentang penampilan sensasional dari rekan sesama akademi VR46-nya, Marco Bezzecchi? “Kita bisa memperkirakan itu dari seorang pembalap MotoGP. Saya sangat senang kami menjalani balapan di mana saya mencoba untuk tidak membiarkannya mendekat. Saya sangat senang untuk Marco dan timnya. Saya pikir kita akan menghabiskan sore ini bersama dan sedikit ngobrol,” jawab Pecco.

Sang mentor Valentino Rossi pasti merayakan kesuksesannya muridnya di Tavullia. Dan Bagnaia juga membiarkan dirinya menjadi pembalap yang ditanya hingga terakhir selama konferensi pers. “Kerongkonganku kering,” pungkasnya sambil tertawa.

 

Related Articles

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page