Johann Zarco: Liburan Musim Panas Tak Perlu ke Asia, ke Jerman Saja

RiderTua.com – Johann Zarco tampil gemilang di GP Sachsenring musim ini. Pembalap Pramac Ducati itu berhasil finis ke-2, meski dalam kondisi cuaca panas dan di balapan panjang yang mencapai 30 lap yang jelas sangat menantang secara fisik. Rider berusia 31 tahun itu tampak benar-benar kelelahan di parc ferme. Apakah itu balapan terberat dalam karir MotoGP-nya? “Bisa saja. Tapi saat ini semua balapan cukup sulit. Karena saya bisa cepat di Ducati, tapi saya tidak bisa terlalu santai atau tidak menikmati setiap momen. Saya lebih suka bertarung dengan motor. Memang cukup cepat, tetapi jika itu lebih mudah bagi saya, itu akan lebih mudah untuk semua balapan. Di sini, bagian sisi kiri sangat tertekan. Bahu kiri saya menderita, bahkan saya kehilangan kekuatan beberapa saat. Itu membuatnya sulit,” jawab Zarco.

Johann Zarco: Liburan Musim Panas Tak Perlu ke Asia ke Jerman Saja

Setelah sedikit pulih, sambil tertawa Zarco mengatakan, “Kalau GP Jerman lebih sulit dari Thailand dan Malaysia, maka kita tahu kemana kita akan menghabiskan liburan berikutnya. Kita tidak perlu terbang ke negara-negara Asia yang panas ketika di Jerman lebih panas. Mungkin tata letaknya, yang cukup rumit. Konstruksi ban belakang juga membuat pekerjaan lebih sulit.”

Dengan finis di tempat ke-2, pembalap asal Prancis itu adalah pembalap satu-satunya yang mampu menjaga jarak dalam limit dengan pemenang Fabio Quartararo, setidaknya sampai setengah balapan. “Ini balapan yang bagus untuk saya. Start yang bagus dan manuver menyalip yang bagus saat melawan Aleix (Espargaro), saya pikir itu adalah momen kunci balapan saya. Setelah Pecco (Bagnaia) crash, saya berada di belakang Fabio (Quartararo). Saya berada di urutan kedua di belakangnya dan mencoba yang terbaik untuk mengikutinya,” ungkap Zarco.

“Saya memakai ban belakang hard, sementara dia memilih medium. Jadi saya pikir mungkin saya bisa mendapat keuntungan. Tapi di tengah balapan saya kesulitan dengan grip ban. Tetapi berkat motivasi untuk mengikutinya, saya unggul dengan gap yang baik atas pembalap yang berada di posisi ketiga (Jack Miller). 5 detik berguna untuk mengontrol akhir balapan dan finis kedua,” imbuhnya.

Dengan tambahan 20 poin, Zarco naik ke peringkat 3 dalam klasemen dan sebagai pembalap Ducati terbaik. Menurut Paolo Ciabatti, Zarco juga akan memperpanjang kontraknya dengan Prima Pramac Racing.

“Semuanya berjalan cukup baik. Setahun yang lalu hampir sama atau bahkan mungkin lebih baik, karena saya berada di peringkat 2 dalam klasemen. Tahun ini saya tidak start sebaik tahun lalu. Sekarang saya berada di peringkat 3, satu balapan sebelum liburan musim panas itu cukup positif. Ini tentang tidak kehilangan fokus, mencoba untuk meningkat setiap waktu dan melakukan yang terbaik. Kemudian kita akan melihat apa yang bisa saya capai,” pungkas Zarco.

Related Articles

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page