Fabio Quartararo: Tahun Depan Power Yamaha Lebih Besar, Wah!

RiderTua.com – Tidak seperti era Rossi dan Vinales, Yamaha disinyalir akan memberikan mesin dengan power lebih kuat untuk El Diablo. Mungkin power mesin lawan sudah meningkat pesat dan tidak mampu mengimbangi lagi tahun depan, sebagai antisipasi.. Dengan kemenangannya di GP Catalunya, Fabio Quartararo meningkatkan keunggulan di klasemen dari 8 menjadi 22 poin. Dan pada tes MotoGP hari Senin, pembalap Yamaha itu mampu mempertahankan kedigdayaannya di sirkuit Montmelo dengan kembali menempati posisi terdepan.

Yamaha mendatangkan insinyur baru yang merupakan ahli mesin balap Formula 1 yakni Ing. Luca Marmorini. Dengan penuh keyakinan, El Diablo berkata, “Kami akan mendapatkan mesin baru yang kuat untuk tahun 2023. Karena yang paling penting adalah meningkatkan power.” .. BTW, Siapa yang bisa mengimbangi gaya khusus Quartararo di masa depan?… Seperti Toprak bisa?

Fabio Quartararo: Yang Paling Penting Meningkatkan Power

“Kami tidak punya sesuatu yang penting untuk diuji. Kami mencoba sesuatu yang sudah diuji selama tes di Jerez. Untuk melakukan ini, kami membuat perbandingan ekstensif dengan kompon ban yang berbeda. Kemudian kami menguji ‘pemetaan mesin’ baru karena kami ingin melihat, apakah kami bisa mendapatkan lebih banyak power dari mesin dengan ini. Hanya itu yang kami lakukan hari ini,” ujar Fabio Quartararo.

Fabio Quartararo
Fabio Quartararo

Apakah Fabio juga menguji aerodinamis yang dipasang pada M1-nya di GP Italia? “Tidak. Kami tidak akan pernah menggunakannya lagi. Di garasi kami, kami tidak akan lagi menggunakan paket aero yang dibawa Yamaha ke Mugello. Kami akan terus menggunakan aerodinamika empat sayap standar kami. Tujuan Yamaha adalah untuk mendapatkan lebih banyak top speed di trek lurus dengan bodi aero baru. Tapi hanya nambah 1 km/jam lebih cepat dengan itu, kami selalu kalah di tikungan. Jadi kami memutuskan untuk tidak menggunakannya,” jawab rekan setim Franco Morbidelli itu.

Jadi pembaruan Aero Yamaha, gagal. Karena hanya satu pembaruan yang dapat dihomologasikan per pembalap per musim, tim pabrikan Yamaha telah melewatkan kesempatan penting.

Quartararo tidak ingin menyebut hal ini sebagai kekalahan besar. “Ingat, pada 2019, 2020 dan 2021 kami menggunakan aerodinamika yang sama, jadi sudah selama 3 tahun. Dalam 3 tahun itu kita bisa melakukan homologasi sebuah evolusi. Itu tidak terjadi. Sekarang saatnya mencoba sesuatu yang baru. Tapi itu tidak berhasil,” ujar pembalap berusia 23 tahun itu.

“Yamaha membuat dua fairing baru dalam 1 tahun. Karena tahun lalu saya meminta mereka untuk membuat fairing dengan empat winglet, karena selama ini kami lebih banyak mengalami wheelie . Bagi saya itu adalah keuntungan nyata, bahwa kami mendapatkan empat sayap ini untuk tahun 2022,” lanjutnya.

Kini Quartararo bersemangat untuk melihat seberapa cepat dan sejauh mana ‘konsultan mesin’ baru Ing. Luca Marmorini akan membantu mesin 1000cc in-line 4-silinder Yamaha YZR-M1 untuk mendapatkan power lebih. Karena spesifikasi mesin untuk 2022 tidak boleh diubah sejak GP Qatar, dia hanya dapat menguji mesin baru pada bulan November setelah akhir musim.

Insinyur asal Inggris itu berasal dari tim Formula 1 Ferrari dan juga pernah bersama Toyota. Marmorini telah menandatangani kontrak dengan Yamaha Motor Racing selama 2 tahun. Untuk pertama kalinya dalam hampir 60 tahun, Yamaha merekrut seorang ahli mesin asal Eropa untuk membantu tim keluar dari masalah teknis.

Power Lebih Besar

Fabio berkata, “Saya sudah lama meminta Yamaha untuk memberi kami lebih banyak power pada mesin. Saya tahu, kini semua dilakukan Yamaha untuk menghadirkan mesin baru untuk tahun 2023. Mesin ini akan mempunyai power yang lebih besar.”

Pembalap asal Prancis itu menambahkan, “Saya selalu mengatakan, jika kami mempunyai segalanya dengan sempurna. Kini kami masih bisa memenangkan balapan, karena performa mesin bukan satu-satunya faktor penentu di MotoGP.”

“Tetapi tidak dapat disangkal, ketika kita berada dalam fase balapan yang sulit, kekuatannya bisa banyak berubah. Kemarin kita lihat, Jorge Martin berada di urutan ke-11 di grid dan melesat ke posisi ke-2 dalam balapan. Tentu, dia sangat cepat dan kuat. Jika tidak, dia tidak akan bisa memberikan performa seperti itu. Tapi di balapan Mugello 8 hari lalu, saya berada di urutan ke-6 di grid. Tapi sangat sulit bagi saya untuk menyalip di balapan. Dengan lebih banyak power, saya bisa bertarung untuk meraih kemenangan melawan Pecco,” tegasnya.

“Jelas, kami tertinggal dalam top speed. Yang paling penting adalah kami mempunyai kekuatan yang cukup pada 2023. Kemudian kami tidak perlu khawatir tentang hal-hal lain,” pungkas El Diablo.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page