Pol Espargaro Menyesal Tinggalkan KTM? Di Honda Menderita!

RiderTua.com – Pol Espargaro mungkin menyesal sudah meninggalkan KTM, meskipun sudah terlambat bahkan untuk memikirkannya, selama di Honda dia tidak punya poin kuat seperti saat di KTM, “Tidak ada poin kuat dengan Honda, bahkan saya 6 kali mencoba menyalip motor KTM dan saya selalu melebar.. Di KTM saya sangat kuat saat mengerem. Sekarang di Honda saya menderita dengan pengereman,” kata Pol.. Jelas Pol Espargarò kecewa dengan performanya bersama Honda. Di Misano dia bekerja untuk merencanakan masa depannya di MotoGP, di mana KTM adalah opsi yang memungkinkan, dia harus berebut kursi dengan Miller, Rins atau pembalap reguler KTM sendiri.. “Teklek Kecemplung Kalen, Timbang Golek Aluwung Balen” (Daripada mencari yang baru lebih baik balik ke mantan..) 😁

Pol Espargaro terus menyangkal bahwa ini adalah musim MotoGP terakhirnya bersama Honda, tetapi rumor di paddock semakin menguat dan mendorongnya kembali ke KTM. Dengan asumsi masih ada kursi kosong, karena Jack Miller juga selangkah lagi akan menandatangani kontrak dengan pabrikan Austria itu. Usai podium Qatar, Pol hanya meraih satu posisi 10 besar di Portimao, di Le Mans tertinggal 22,7 detik dari pemenang Enea Bastianini. Situasi yang tidak dapat diterima untuk tim HRC, meskipun RC213V juga bermasalah.

Pol Balik ke KTM?

“Saat ini Saya tidak merasa cepat di Honda,” itu adalah kata-kata yang mengarah perbandingan dengan timnya dulu denga KTM RC16-nya. Di mana dia mencapai podium lima kali di musim 2020. Sadar akan lompatan yang tidak menguntungkannya, Pol Espargarò memiliki keberanian untuk mencoba membandingkan Honda dan KTM. Meskipun jalan kembali kembali tidak akan sangat mudah, terutama mengingat pasar pembalap yang melihat dua variabel kuat seperti Alex Rins dan Joan Mir bebas setelah mundurnya Suzuki.

“Saya tidak punya poin kuat dengan Honda ini, di KTM saya sangat kuat saat mengerem. Sekarang saya menderita dengan rem, saya menderita di tengah tikungan dan saya kesulitan dalam akselerasi. Itu sebabnya saya lebih lambat 20 detik. Saya tidak cepat dan saya tidak membalap dengan baik,” katanya pada media Autosport.

Di GP Prancis dia tidak memiliki peluang untuk menyalip, dalam balapan di mana setiap pembalap memiliki beberapa masalah untuk menyalip lawan. Termasuk Marc Marquez. “Salah satu masalah terbesar dengan motor (Honda) ini saat ini adalah saya tidak bisa menyalip. Saya tidak merasa punya poin kuat untuk menyerang pembalap lain,” katanya.

Bahkan dia membandingkan langsung dengan mantan motornya dulu, “Saya mencoba menyalip KTM enam kali selama balapan dan pada keenam kalinya saya melebar karena itu tidak mungkin. Ketika saya terjebak di belakang seseorang, saya tidak bisa menyalip”. Di Misano dia akan mencoba sekali lagi untuk mencapai hasil yang baik, tetapi itu juga akan menjadi kesempatan yang tepat untuk melanjutkan dialog dengan pabrikan lain..

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page