Hanya Aleix Espargaro yang Gacor dengan Aprilia RS-GP

RiderTua.com – Sejauh ini, Aleix Espargaro adalah satu-satunya yang berhasil memaksimalkan performa kuat dari RS-GP. Maverick Vinales, yang merupakan ‘rookie’ di tim yang dinilai banyak orang lebih unggul sebagai pemenang MotoGP 9 kali dan cepat saat single lap (tes), tetapi tertinggal jauh di belakang dalam performa balapan. Aleix Espargaro dan Aprilia RS-GP adalah kejutan di sepertiga pertama musim MotoGP 2022. Mereka tampil di luar ekspektasi, melesat bak roket dan bersaing ketat dengan pembalap top di setiap race. Meski begitu, pembalap berusia 32 tahun itu tak mau jumawa. Dia tidak memikirkan gelar dunia, dia hanya menikmati moment yang mungkin hanya datang satu kali dalm karirnya.

Pembalap asal Spanyol yang tinggal di Andorra itu harus menunggu sangat lama untuk bisa naik podium. Sekarang dia tak ingin terlalu terbawa euforia dengan hasil apik yang ditorehkannya, karena bisa jadi itu hanya sementara.

Aleix Espargaro dan Aprilia, Melesat Bak Roket

Namun faktanya, Aleix Espargaro yang membukukan 288 start balap itu saat ini sedang mengalami momen kesuksesan. Hanya Andrea Dovizioso yang kini berusia 36 tahun yang lebih banyak tampil di lintasan balap dengan 339 start.

Tak dinyana tak diduga, Aleix mendapati dirinya berada di peringkat 2 dalam klasemen dalam musim GP ke-19 nya. Kini dia berperan sebagai penantang gelar yang serius. Kemenangan balap pertamanya di Argentina, diikuti oleh tiga podium berturut-turut di GP Eropa. Itu adalah lebih banyak hasil ‘3 besar’ daripada pembalap lain dalam 7 balapan musim ini. Hanya juara bertahan Fabio Quartararo yang mendulang poin lebih banyak darinya, tetapi hanya selisih 4 poin.

Kini para rivalnya semakin melihat Aleix sebagai saingan utama dalam perebutan gelar, bahkan ketika dia mencoba untuk mengecilkan peluangnya.

Suami Laura Montero itu tidak sukses sendirian. Aprilia RS-GP yang ditingkatkan secara besar-besaran membawanya menuju kesuksesan dan pabrikan asal Noale itu mendapat manfaat dari pembalap. Di Le Mans, Aprilia Racing memimpin dalam klasemen tim. Dari underdog menjadi top dog hanya dalam 7 balapan.

Di pit Aprilia, tim manajemen mengambil pendekatan yang sama dengan pembalap yakni menikmati jalannya balapan. Namun, dengan cara yang berbeda. Keberhasilan sebuah mesin tidak bergantung pada keberuntungan yang menentukan karir seorang pembalap, tetapi pada pencapaian teknik yang solid. Ditambah skill yang dimiliki pembalap.

Hanya Aleix…

Sejauh ini, Aleix adalah satu-satunya yang berhasil memaksimalkan performa sekuat itu dari RS-GP. Maverick Vinales, pendatang baru di tim yang dinilai banyak orang lebih unggul sebagai pemenang MotoGP 9 kali dan dekat dengan lap individu tetapi tertinggal jauh di belakang dalam performa balapan.

Musim pembaharuan kontrak semakin dekat dan hengkangnya Suzuki membuat dua pembalap papan atas mencari tempat baru dan mengguncang pasar pembalap. Aleix bisa melihat bintangnya nyaris tenggelam.

Entri yang tidak mencolok ke kelas 125cc dan 5 tahun di kelas tertinggi kedua (250cc dan kemudian Moto2) tidak terlalu mengesankan bagi Aleix. Satu kali finis 3 teratas tampaknya lebih merupakan kebetulan. 12 tahun di kelas utama berjalan sedikit lebih baik dengan dua podium dan dua kali masuk 10 besar di klasemen, meskipun dengan selisih yang tidak terlalu besar.

Related Articles

1 COMMENT

  1. Aprilia & Alex.s seperti sepasang sepatu
    Kalo menurut sy, kali bisa Aprilia rider ke 2 nya ambil rookie moto2, belom terkena kontaminasi merk lain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page