Marc Marquez: Podium? Dulu Mudah Sekarang Sulit!

RiderTua.com – Musim ini, Marc Marquez belum sekalipun naik podium. Selain itu, posisi starting grid-nya juga mengecewakan. Parahnya lagi, hampir tak ada balapan yang berlangsung tanpa crash. “Meski begitu, aku harus berpikir positif,” kata pembalap Repsol Honda itu. Pada seri ke-6 di Jerez, rider berusia 29 tahun itu akan start dari posisi ke-5 di grid. Tetapi Marc sadar betul, dalam balapan 25 lap itu tidak mudah untuk menang. Pasalnya, Pecco Bagnaia (Ducati) berhasil melaju 0,453 detik lebih cepat dari Fabio Quartararo (Yamaha) yang berada di posisi kedua pada pole lap-nya. Bahkan Marc kalah 0,975 detik pada waktu terbaik Pecco. Mengenai hal itu Marquez mengatakan bahwa dulu meraih podium sangat mudah tetapi sekarang sangat sulit, “Masa lalu adalah masa lalu. Semuanya lebih mudah di masa lalu. Sekarang kita harus berdamai dengan masa kini. Semuanya lebih sulit sekarang,” keluhya..

Marc Marquez: Podium, Dulu Mudah Sekarang Sulit

Bahkan Gigi Dall’Igna selaku General Manager Ducati Corse terkagum-kagum dengan performa Bagnaia, yang mencatatkan waktu kualifikasi ke-4 terbaik Ducati tahun 2022. “Itu benar-benar pole berharga(bagi Ducati). Karena trek yang berliku-liku dan karena catatan waktunya,” ujar bos asal Italia itu.

Bukan rahasia lagi bahwa, Marc Marquez selalu mencari pembalap depan yang lebih cepat untuk mengejar waktu di Q2, misalnya Bagnaia, Quartararo atau Miller. “Jika kita melaju sendiri di Q2, kita kalah di beberapa tempat, misalnya di zona pengereman. Tapi di tikungan cepat di mana saya mengalami masalah dengan motor, waktu saya meningkat ketika ada seseorang di depan saya,” kata pembalap asal Cervera-Spanyol itu.

Mengenai race hari Minggu, Marc Marquez mengatakan, “Balapan akan sepanas hari ini, dan jaraknya akan jauh. Saya perkirakan race pace lebih lambat dari hari ini. Mampu start dari baris kedua adalah bantuan besar. Saya membukukan waktu 1:38,4 menit dengan ban yang sudah melahap 27 lap. Tapi saya tidak bisa melakoni seluruh balapan dengan risiko itu. Hasil yang bagus adalah jika kami finis di 5 besar. Tapi itu pun akan sangat sangat sulit. Biasanya, posisi kami hanya di 10 besar.”

Sebelum cedera, Marquez memenangkan 3 dalam 4 balapan tahun lalu dan mencetak poin lebih banyak ketimbang Quartararo dan Bagnaia. Tapi tahun ini, dia belum sekalipun naik podium.

Apakah RC213V 2022 selangkah lebih mundur dari motor tahun lalu? Apakah Marc kecewa dengan pengembangan di HRC? “Ya, tapi saya tidak kecewa. Motor baru adalah perubahan besar. Tapi saya setuju ketika itu dibangun. Pada saat yang sama, memang benar bahwa motor sebelumnya semuanya lebih oke,” ungkap Marquez.

Rider berjuluk Baby Alien itu menambahkan, “Itu adalah motor yang sama seperti 2013, dengan beberapa evolusi kecil. Tetapi selama bertahun-tahun pada dasarnya karakteristik motor tetap sama. Sekarang ada perbedaan besar dari masa lalu. Para insinyur Honda juga berusaha untuk memahami banyak hal. Pol memiliki gaya balap yang berbeda. Jadi mungkin dia bisa menangani motor baru lebih baik ketimbang saya. Mungkin mirip dengan KTM yang telah dia kendarai selama bertahun-tahun.”

“Ya, tahun lalu saya memenangkan 2 balapan. Saya bisa menang di Austin dan Sachsenring, saya juga menang di Misano pada 2021 karena Bagnaia crash. Untuk ini saya meraih podium di Aragon. Tiga dari sirkuit ini berputar berlawanan arah jarum jam, hanya Misano yang tidak. Tapi di Austin saya selalu cepat.”

“Kita juga bisa memberi hasil lain yang bagus di sana, saya akan tetap cepat. Mirip dengan Nakagami di Jerez. Setiap kali kami datang ke sini, dia memimpin lalu dia membalap dengan cepat. Tapi tidak banyak yang terlihat dari dia di balapan pertama. Itu berarti saya harus meningkatkan gaya balap saya, sehingga saya tidak hanya sangat cepat di Austin. Saya memberi tekanan pada diri sendiri karena saya harus memahami bagaimana kami bisa berkembang.”

Apakah Marc akan kehilangan motivasi di beberapa titik? Marquez menjawab, “Saya berada di posisi ke-20 kemarin dan di Portimao saya kalah 15 detik dari pemenangnya. Tentu saja, kita harus selalu berpikir positif. Pada saat yang sama, kita harus menunjukkan performa maksimal setiap hari.”

“Pada race hari Minggu kami bisa finis ke-5, ke-6 atau ke-7 jika kami bisa melakoni balapan dengan baik. Tentu saja saya ingin mengatakan bahwa kami mampu bertarung untuk meraih podium. Masa lalu adalah masa lalu. Semuanya lebih mudah di masa lalu. Sekarang kita harus berdamai dengan masa kini. Semuanya lebih sulit sekarang,” pungkas Marc kecewa.

Related Articles

3 COMMENTS

  1. Marc yg gak pernah menyalahkan org lain & tetap semangat. Moga tetap bisa juara dunia ke IX, insya Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives