Fabio Quartararo Menemukan ‘Kesaktian’ Ban Michelin di GP Portugal

RiderTua.com – Setelah meraih kemenangan pertama MotoGP-nya musim ini di Portimao, juara bertahan Fabio Quartararo merebut tahta klasemen pembalap dari Enea Bastanini (Gresini) dari peringkat 5 sebelumnya. Selain itu, juga dikarenakan beberapa rival kuat gagal mendulang poin. Misalnya, Enea Bastianini, Jack Miller, Joan Mir, Jorge Martin dan Brad Binder yang mengalami crash dalam balapan. Dua minggu lalu, Fabio sempat mengeluh, “Saya tidak bisa menjadi juara dunia jika hanya finis di tempat ke-7, ke-8 dan ke-9.” Kini dia sempat heran dengan perubahan mendadak kuat ini.. Rider asal Prancis itu mengatakan, “Di Portimao, saya menemukan banyak grip. Saya masih terkejut dengan kecepatan saya di balapan, saya melaju di 1:39 menit… Itu aneh karena kami tidak memakai ban slick selama 2 hari sebelumnya,” ujar Fabio antara kaget dan senang..

Fabio Quartararo Menemukan ‘Kesaktian’ Ban Michelin di GP Portugal

Fabio Quartararo yang juga menang di Portugal setahun lalu (balapan pertama pada April 2021), melaju menyalip Joan Mir pada lap ketiga. Setelah itu tampaknya dia dengan mudah mendominasi jalannya balapan. Hanya 5 lap dia sudah unggul 1,1 detik dari pembalap Suzuki Ecstar itu, setelah 10 dari 25 lap gapnya mencapai 2,5 detik. Setelah 15 lap, Fabio unggul 5,1 detik dari Zarco yang sempat mengejar Mir. Dan setelah 23 lap, gapnya malah 6,2 detik. Hingga garis finis gapnya mencapai 5,409 detik.

Balapan MotoGP di Autodromo Internacional do Algarve sepanjang 4,592 km menarik 43.650 penonton pada hari Minggu. Fabio Quartararo berhasil meraih podium kedua setelah finis ke-3 di Mandalika dalam wet race.

El Diablo mengatakan, “Selain hari Jumat, ini mungkin balapan akhir pekan MotoGP terbaik saya sejauh ini. Pada hari Jumat di tengah guyuran hujan saya P20. Tapi pada Sabtu pagi saya hanya kalah 0,1 detik untuk waktu terbaik di FP3. Dan dalam kondisi campuran di FP4, saya masuk 5 besar dengan ban hujan, diikuti posisi ke-5 dengan ban slick di Q2. Di kualifikasi, saya benar-benar mengatur beberapa lap yang bagus. Treknya belum sepenuhnya kering, jadi itu adalah kondisi terburuk bagi saya.”

Kaget dengan Kecepatannya Sendiri…

Quartararo mengungkapkan bahwa dia merasa percaya diri sejak awal dalam sesi pemanasan di trek kering pada Minggu pagi, dan catatan waktu terbaiknya membuktikannya. “Saya langsung menemukan kecepatan yang sangat baik. Saya masih terkejut dengan kecepatan saya di balapan, saya kemudian melaju 1:39,4 menit di lap ketiga! Itu aneh karena kami tidak memakai ban slick selama 2 hari sebelumnya. Makanya saya takjub saat berhasil membukukan waktu 1:39.4 menit,” imbuh rider berusia 23 tahun itu.

Dua minggu lalu, Fabio sempat mengeluh, “Saya tidak bisa menjadi juara dunia jika hanya finis di tempat ke-7, ke-8 dan ke-9.” Meskipun dia hanya mencapai semua hasil ini pada tahun 2022, dia masih bisa menjadi pemimpin klasemen. Dia hanya mencetak 69 dari 125 kemungkinan poin.

Dua balapan berikutnya adalah di Jerez dan Le Mans. Di dua sirkuit ini, defisit power dari Yamaha M1 seharusnya tidak berdampak. “Selain Indonesia, di mana kami bisa bertarung untuk meraih kemenangan mengingat kecepatannya, kami sering kesulitan tahun ini. Qatar adalah balapan yang sulit meski kami menang di sana pada 2021. Karena musim ini saya hanya finis ke-9. Terakhir kali di Austin saya finis ke-7, pada bulan Oktober saya finis di posisi ke-2 di sana! Tapi saya membalap dengan baik di trek manapun. Saya tidak punya apa-apa untuk dikeluhkan dalam gaya balap saya,” lanjut rekan setim Franco Morbidelli itu.

El Diablo melanjutkan, “Tentu saja kita selalu bisa menjadi lebih baik. Tapi di Portimao, saya menemukan banyak grip. Tikungan terakhir adalah bagian di mana saya bisa membalap dengan sangat cepat. Saat memasuki tikungan 15, saya juga jauh lebih cepat dari Johann (Zarco).”

“Tapi saya tidak membalap dengan cara yang berbeda atau lebih baik hari ini ketimbang di balapan-balapan sebelumnya. Saya tidak melakukan sesuatu yang istimewa hari ini. Semuanya terjadi dengan sendirinya, secara alami. Tapi harus saya akui, saya benar-benar tampil mengesankan hari ini. Karena saya melakoni hampir seluruh balapan dalam waktu 1:39 menit. Dan jika saya mendapat tekanan dari lawan, saya akan bertahan di bawah 1:40 menit sampai akhir,” pungkas rider asal Nice-Prancis itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives